13

Mereka Pun Berkelahi Entah Karena Siapa? (+5)

Mushlihin September 21, 2013

9 hari tidak menulis di guraru, jadi kagak enak, mungkin karena sifatnya keroyokan, tulisan di sini dipastikan ada yang baca. Beda kalau nulis di blog pribadi, yah, harus usaha mulai dari internal link sampai promo kiri kanan. (biasa pengalaman Newbie).

Sebenarnya banyak hal terkait proses belajar mengajar selama seminggu dua hari ini. Pengalaman pribadi, tapi lumayan untuk dibagi. Yang paling santer, apa lagi kalau bukan pendaftaran CPNS di berbagai instansi di seluruh Indonesia. Berdasarkan info, departemen yang paling banyak nerima calon abdi Negara tahun ini, adalah Depkeu, salah satu departemen paling basah Upssss…

Di sekolah saya ada sekitar 12 orang yang mengikuti proses ini. Apakah termasuk saya?. Itu rahasia dong… 🙂 Tak elok menghalangi, Kepala sekolah akhirnya memberikan kebijakan. Tak ayal, proses belajar mengajar akhirnya terganggu. Penyebab utamanya, karena kabupaten yang menerima formasi guru jarak paling dekat 200 KM.

Ilustrasi doang...

Ilustrasi doang…

Jumat siang, kelas VII2 ribut, ternyata terjadi perkelahian, Waduh… Peserta didik kemudian diamankan dan dibina oleh guru BK. Agak lama prosesnya. 15 menit sebelum jam pulang, mereka keluar. Tapi saya dipanggil ke ruang BK. Dalam hati kubertanya, ada apa gerangan diri ini keciprat suasana BK?.

“Bapak memang mengajar PKn?” tanya wakasek yang kebetulan merangkap BK.

“Iyah, menutupi guru A yang keluar kota. Kan ikut pendaftaran CPNS. Dan ini saran dari Ur. Kurikulum, agar kelas tidak kosong” Kataku sedetil-detilnya.

“Justru itu, saya heran dengan anak-anak tadi. Mereka berkelahi hanya masalah sepele, dan mengenai bapak.”

Aku menatap tajam terheran

“Iyah mereka awalnya berdebat, ketika salah satu dari mereka mengatakan bapak mengajar PKn, yang lain membantah. Terjadi adu pendapat, sampai mereka berkelahi.” Ujar guru paruh baya itu sejelas-jelasnya.

Separah itu, hanya karena masalah itu, kok bisa begitu, anak-anak berkelahi hanya karena saya mengganti/ mengisi jam yang kosong????. Pertanyaan ini memenuhi kepalaku, sambil beringsut keluar.

Banyak pelajaran dari kisah ini. Pertama; perilaku negatif dari dan oleh orang lain, bisa saja berasal dari perilaku kita, entah itu baik atau buruk. Tak ada kebetulan, semua dalam setting dan iradat yang Maha Kuasa. Kedua: Setiap kebijakan dalam satuan pendidikan yang melibatkan semua unsur, sejatinya diumumkan dan berdasarkan keputusan bersama. Ketiga: bagi rekan-rekan ku yang lagi berjuang menjadi abdi negara, ketahuilah, ada yang terjadi pasca kepergian anda (Poin ini bukan pelajaran berharga, iseng saja hehe ). Bayangkan, andai dibawa ke ranah hukum, yang salah siapa coba… 😀

Salam Celoteh dari Makassar

Comments (13)

  1. jadi berkelahinya karena rebutan Bapak? Keren itu! Tinggal mengasah bagaimana menyampaikan pendapat secara demokratis. Semua butuh proses. Tapi, jangan lupa…..contoh di Senayan juga begitu, maka…….yuk bakar juga Senayan(dengan tulisan saja maksudnya) hehehehe. Selamat!

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar