1

Menyusun puzle angka dan melatih kesabaran (+3)

iyos rosilawati January 9, 2015

“Bu, saya minta jadwal ngajar saya kosong 2 hari ya senin dan selasa”. Permintaan itu disampaikan oleh salah saeorang rekan guru menjelang penyusunan jadwal KBM. Bapak/ ibu guru yang mendapat tugas tambahan sebagai PKS Kurikulum atau Wakasek akademik tentunya pernah mendapat permintaan serupa. Permintaan itu merupakan hal yang wajar, sepanjang permintaannya masuk akal dan untuk menunjang pengembangan diri dari guru tersebut. Tetapi jika tidak masuk akal, misalnya jumlah jam mengajar 24, minta 3 hari, itu sih impossible.
Selama menyusun jadwal KBM, beberapa tahun ini, banyak hal yang saya dapatkan diantaranya belajar memahami keinginan dan karakter teman, melatih kesabaran dan berusaha untuk memudahkan urusan orang lain.
Diawali dari pembagian tugas mengajar kerap kali di komplain bapak/ibu guru karena tidak sesuai dengan keinginannya, padahal sudah mempertimbangkan kompetansinya dan atas kebijakan kepala sekolah. PKS kurikulum harus sabar dalam menyikapi hal tersebut, hadapi dengan kepala dingin dan beri penjelasan sesuai dengan kapasitasnya.
Proses penyusunan cukup rumit apalagi kalau manual atau hanya menggunakan aplikasi sederhana, membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Seperti layaknya menyusun “puzle” sewaktu kita duduk di TK atau SD, kita dilatih ketelitian dan ketekunan. Demikian pula ketika menyusun jadwal KBM, jika kita melakukan dengan “happy” proses rumit itu tidak terasa apalagi kalau menggunakan software yang canggih. Kendala yang mungkin dihadapi oleh pembuat jadwal KBM misalnya jumlah rombel banyak dan gurunya sedikit, dan banyak permintaan dari guru, software yang digunakan tidak dapat menjawab kebutuhan kita, solusinya kembali dengan proses manual dan memilah-milah permintaan guru berdasarkan prioritas.
Kesabaran pembuat jadwal kembali diuji ketika jadwal sudah tersusun rapi, ada bapak/ibu guru yang komplen karena tidak sesuai keinginannya, ataupun ketika terjadi perubahan kebijakan penggunaan kurikulum yang akan merubah struktur kurikulum dan otomatis pembagian tugas mengajar pun berubah. Tetapi dengan Niat mempermudah urusan orang lain, maka Insya Allah kita akan mendapatkan kemudahan dalam menjalankan tugas.

Comments (1)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar