4

MENYAMBUT SHOLAT (+3)

Siti Amalia February 11, 2015

Saya hampir setahun menjadi admin ODOJ (One Day One Juz). Sebagai admin saya diberitahu teknik-teknik menyelesaikan bacaan quran 1 juz sehari. Ada jurus LEBAH, juz dibagi 5, diselesaikan setelah sholat. Ada jurus KUDA PACU, membaca quran 1 juz tidak berhenti dalam 1 waktu. Teknik yang lain jurus PAUS, yaitu juz dibagi menjadi dua bagian, diselesaikan setelah maghrib dan setelah subuh. Teknik yang lain yaitu jurus KURA-KURA, sedikit demi sedikit tetapi sering. Yang terakhir yaitu jurus KEBO, cuek baca quran di mana aja.

Karena saya bekerja jadi saya sering mengambil jurus membaca KUDA PACU atau KEBO. Akhir-akhir ini saya sering mengadaptasi jurus KURA-KURA. Saya membaca di saat-saat kosong atau istirahat. Alhamdulillah dengan jurus-jurus tersebut saya bisa menyelesaikan 1 juz sebelum waktu deadline. Kegiatan saya sebagai admin ODOJ juga menuntut saya untuk mensosialisasikan jurus-jurus ini ke anggota-anggota ODOJ saya. Saya juga memberikan masukan kepada anggota yang belum bisa menyelesaikan satu juz untuk memilih jurus-jurus tersebut, atau membaca quran agar selesai sebelum tidur atau sebelum beraktivitas pagi, sehingga mereka dapat menyelesaikan bacaan qurannya satu juz sehari.

Namun pemikiran saya berubah setelah saya berdiskusi dengan teman saya. Dia juga bekerja. Dia tidak ikut ODOJ. Namun bisa membaca quran lebih dari dua juz sehari dengan jurus menyambut sholat. Apa itu jurus menyambut sholat? Jurus menyambut sholat adalah kebalikan dari jurus LEBAH. Bila jurus LEBAH membaca quran setelah sholat, jurus menyambut sholat adalah membaca quran sebelum waktu sholat. Ini sesuatu yang baru bagi saya.

Sholat tepat waktu dalam pandangan saya, ketika selesai adzan kita langsung segera melaksanakan sholat, tidak menunda-nunda. Namun teman saya ini selalu mengkondisikan diri untuk menyambut sholat dengan bersiap-siap menyambut sholat sekitar 30 menit sebelum waktu sholat tiba. Ia mengambil air wudhu, menggelar sajadah, memakai mukenanya, duduk membaca quran hingga waktu sholat tiba. Dengan jurus ini ia bisa membaca hingga lebih dari 2 juz sehari. Dan akan bertambah apabila hari libur tiba. Ia lebih tenang dalam sholat dan siap menyambut panggilan-panggilan Allah lewat sholat. Ini sungguh luar biasa.

Kemudian ketika waktu sholat hampir tiba, saya mempraktekkan jurus ini. Saya mengambil air wudhu, menggelar sajadah, memakai mukena, duduk membaca quran hingga waktu sholat tiba. Alhamdulillah juz saya selesai dalam 2 kali waktu sebelum sholat. Yang saya rasakan saya lebih tenang dalam menjalankan sholat. Karena saya siap menghadapinya. Saya lebih konsentrasi dalam sholat.

Godaan semua kebaikan adalah kemalasan. Dan penghalau semua itu adalah niat yang kokoh. Seringkali kita khawatir dengan rejeki kita padahal itu SUDAH DIJAMIN oleh Tuhan. Sedangkan kita tidak khawatir dengan amal-amal kita, padahal itu TIDAK DIJAMIN oleh Tuhan. Jadi untuk memulai suatu perbuatan yang baik, kita sendiri yang harus mengusahakannya agar terlaksana dan menjadi suatu kebiasaan. Semoga Allah memudahkan kita melaksanakan amalan-amalan baik kita.odoj

Tagged with: , ,

Comments (4)

  1. mantap dan istiqomah serta yang penting tahu kunci dari suatu ibadah banyak yang pintar memberikan arahan kepada orang lain tapi dia sendiri tak mau melaksanakannya kata nabi dia memang pintar menyuruh orang masuk surga tapi dirinya sendiri meoncat keneraka .semuga kita tidak demikian

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar