0

MENULIS (0)

Agus Wahidi, M.Pd April 27, 2021

Menulis memulai dengan huruf, disusun menjadi sebuah kata, kata-kata saling terkait menjadi suatu makna teruntai dalam ikatan paragraf. Terkumpul dalam satu lembar catatan. Catatan demi catatan terkumpulah dalam suatu buku. Momen paling penting adalah menuangkan benak kita dengan huruf perhuruf. ketika kita sudah akrab dengan huruf perhuruf, maka lancarlah benak kita terpuaskan oleh pencetan-pencetan keyboard di komputer. menulis membuat kita yang galau terobati, dengan mencurahkan apa yang menyesakkan dalam dada, tanpa ada yang komplain. mengalir kegalauan ini tercurahkan dalam derasnya arus kata-kata. memang indah huruf-huruf itu.ketika mereka sendiri seakan tanpa arti, tapi ketika mereka bersama berpadu membentuk makna.

Huruf2 itu sebagian orang menganggapnya sebagai suatu yang sakral, betapa tidak?. rajutan kata-kata dapat menjadi sebuah mantra yang mampu menyihir pikiran dan perasaan. Betapa dengan satu atau lebih kata menentukan suatu kekayaan mengalir. Cukup hanya dengan bilang “Iya”, maka gaji anda bisa terpotong oleh perusahaan asuransi yang memakai jasa tele marketing. kata-kata itu seperti alat yang super. Dengan kata-kata perang dunia bisa berkobar, dari tulisan maka banyak orang yang rela mati. Memang sederhana dan sering kita dengar tentang menulis, tapi dari yang sederhana ini banyak manusia melupakan hakaekat dan makna menulis.

Menulis dapat mengikat ingatan dalam suatu kata atau catatan tulisan. Ide-ide kadang mengalir begitu saja , disaat yang tidak terduga maka sebaiknya mulailah kita catat. Inspirasi adalah sesuatu yang mahal karena tidak semua orang mudah mengambil inspirasi atau terinspirasi. Dengan menulis akan terangkai ide-ide yang terputus, yang melompat dan tanpa kita duga sesuatu yang tidak masuk akal berhubungan ternyata antar ide-ide dapat menjadi perspektif baru yang menjadi ide orisinil.

Menulis bagi sebagian orang untuk wadah memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri. Dengan menulis di jurnal-jurnal ilmiah, atau media mainstream dalam bentuk opini. Dengan tulisannya mungkin mendapat masukkan atau reviewer atau bahkan mendapat kritikan pedas, itu adalah sesuatu yang logis . Sikap yang merasa dirinya kurang atau ingin belajar inilah yang mampu mengembangkan seseorang lebih produktif dan persepektif yang bervariasi. Pola pikirnya seperti pelangi penuh warna dan tinjauan, tidak egosentris dengan pemikirannya sendiri. Sehingga ada ungkapan ketika orang hanya membaca 1 buku maka akan menjadi berbahaya karena menganggap dirinya adalah yang paling benar, kurang mampu menrima perbedaan.

Menulis juga bisa menjadi suatu penyaluran hasrat dari pemikiran yang berkecamuk dalam benaknya. Pikiran yang bergolak menerima realita yang kadang berbeda dengan pemahaman diri terkadang menjadi pergolakan yang berujung sikap apatis terhadap realita. Dengan menyalurkan pada tulisan terkadang seseorang menemukan permakluman-permakluman tentang perbedaan yang ada . Maka muncullah toleransi yang lembut menyikapi realita yang pada awalnya bertentangan dengan pemahaman awal. Menulis yang dengan penuh pemikiran dari setiap makna kata yang tertuang ibarat sunagi -sungai yang membawa banyak material yang beragam, semakin rajin menulis maka orang itu makin kaya akan fenomena dan realita yang terserap dalam benaknya, makin banyak perspektif yang dimilikinya, tidak terbatasi oleh frame egosentris golongan.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar