0

Menularkan Semangat Menulis Pada Anak Didik (0)

Thurneysen Simanjuntak March 4, 2021

Selama pandemi ini, saya berupaya menggali potensi anak didik dalam menulis. Ternyata tidak sedikit yang berbakat dari mereka. Bahkan sebagian besar dari mereka sangat antusias menulis di sebuah platform yang sudah di kenal luas di negeri ini.

Sebagai guru yang membimbing mereka, tentu saya sangat senang melihat kemauan dan perkembangan mereka dalam menulis. Apalagi tulisan mereka ada yang diberikan label artikel utama (headline) dan pilihan.

Untuk capaian seperti itu, tentu saya memberi pujian dan dukungan terhadap potensi yang mereka miliki.

Dalam sebuah kesempatan, saya pun mencoba untuk tanggapan siswa seputar kegiatan tersebut. Mereka ternyata menyambut positif. Berikut adalah salah satu tanggapan dari seorang siswa kelas XII atas beberapa pertanyaan saya yang berkaitan dengan aktivitas menulis selama pandemi.

Selama satu semester ini, kita sudah melakukan dua kali menulis artikel di sebuah platform. Apa kamu senang dengan kegiatan menulis ini?

Saya cukup senang dengan kegiatan menulis. Menurut saya, menulis adalah salah satu cara untuk mengekspresikan pendapat dan pandangan masing- masing orang. Jadi, tentu saat diberi sebuah kesempatan untuk menyampaikan isi hati dan pikiran saya, saya akan menggunakannya dengan sebaik mungkin.

Tantangan apa yang kamu hadapi ketika mencoba menulis?

Tantangan yang saya hadapi ketika menulis adalah dengan mencari suatu hal baru yang dapat disampaikan ke pembaca. Dengan begitu banyak artikel yang jauh lebih baik dan lengkap daripada milik saya, saya terus mencoba membuat pembaca tertarik dengan apa yang saya tulis, dan hal itu merupakan sebuah tantangan bagi saya karena terkadang saya juga dapat kehabisan ide.

Kesempatan apa yang kamu dapatkan ketika menulis?

Menurut saya, kesempatan yang saya dapatkan ketika menulis adalah kesempatan untuk menyampaikan apa yang saya pikirkan. Seperti yang saya katakan sebelumnya, menulis dapat digunakan sebagai cara mengekspresikan diri. Ketika seseorang tidak dapat mengucapkannya saat bertatap muka, ia dapat menyampaikannya dengan menulis. Menurut saya, itu adalah sebuah kesempatan yang luar biasa.

Apakah kamu sudah puas dengan tulisan yang kamu hasilkan dan dipublikasikan?

Saya masih belum puas dengan tulisan yang saya hasilkan sejauh ini. Alasannya adalah saya merasa tulisan saya biasa saja. Bila dibandingkan dengan penulis profesional, tentu tidak ada apa- apanya dan bila dibandingkan dengan teman- teman saya, saya merasa tulisan saya tidak maksimal dan masih dibawah rata- rata. Mungkin saya sendiri yang merasa tulisan saya tidak berbeda dari artikel biasa, seperti tidak ada faktor mengejutkan.

Apa yang ingin kamu perbaiki dan lakukan seandainya diberikan kesempatan kembali menulis?

Saya ingin memperbaiki beberapa hal. Yang pertama adalah penggunaan bahasa saya karena kosa kata saya masih sangat terbatas. Yang kedua adalah gaya menulis saya. Yang saya perhatikan, saya sering sekali menulis hal yang sama, seperti diulang- ulang dan bertele- tele, sehingga mungkin pembaca akan bosan saat membaca tulisan saya. Yang terakhir adalah penambahan ide- ide terbaru yang belum ada sebelumnya. Saya ingin tulisan saya benar- benar beda dari yang lain dan terdapat hal yang mengesankan bagi pembaca. Saya berharap dengan tulisan saya, pembaca dapat mendapatkan satu dua hal baru.

Begitulah sebuah hasil wawancara saya dengan seorang siswa yang sangat positif dengan kegiatan menulis melalui pembelajaran.

Yuk kita dukung para siswa kita untuk menulis, barangkali dengan kegiatan ini mereka menemukan potensi dan passion mereka.

Salam literasi

Tagged with: ,

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar