0

Menjalin Kedekatan Guru dan Siswa (0)

Agus Wahidi, M.Pd April 25, 2021

Dalam merdeka belajar kedekatan guru dan siswa mnjadi penekanan khusus. Siswa dalam belajar tanpa ada rasa pengekangan dan tidak ada sekat-sekat yang menghalangi dalam belajar. Guru dan siswa ibarat dua orang yang dalam bahtera mengarungi samudera ilmu, dimana sang guru sebagai nahkodanya yang memiliki map menuju tujuan pembelajaran. Interaksi yang dekat antara guru dan siswa menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan agar perjalanan pengarungan samudera ilmu lebih menyenangkan dan berkesan.

Bagaimana cara mencapai kedekatan guru dan siswa ? langkah -langkah apa saja yang dapat menjadi alternatif ?

Salah satu langkah mencapai kedekatan guru dan siswa adalah dengan cara menembus area kritis antara guru dan siswa. Sebuah informasi atau pesan agak sulit tersampaiakan ketika pada area kritis masih terjadi benturan antara pikiran-pikiran lain yang mengganggu pada saat proses penyerapan pesan atau informasi ke pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar ini peranannya dalam menyimpan pesan atau informasi yang berasala dari pengalaman empiris dan pengalaman induktif. untuk menembus area kritis ada 3 langkah yaitu dengan relaksasi, mind focus, dan komunikasi bawah sadar.

Jadi ada 4 kunci dalam pembelajaran yang memperhatikan area kritis dalam pemrosesan pesan atau informasi, agar terjadi kedekatan antara guru dan siswa yaitu : area kritis, relaksasi, mind fokus, komunikasi bawah sadar. Pembelajaran teknik ini merupakan teknik persuasif dan menekankan pada pemilihan pola bahasa, baik si pemberi informasi maupun penerima informasi.

Relaksasi, pada proses pembelajaran sebaiknya dimulai dengan suatu kesan pertama yang tidak menegangkan, tetapi pada kesan yang menyenangkan. Terkadang kita temui sebelum pembelajaran siswa sudah mulai bertanya-tanya antar siswa satu dengan yang lain tentang apa yang akan dihadapinya dalam pembelajaran dengan rasa khawatir atau takut, itu suatu pertanda bahwa siswa sudah mulai tegang. Hal ini karena area krtitis siswa bekerja menyambut informasi atau keadaan yang baru akan di alaminya. Relaksasi adalah kondisi mengistirahatkan area kritis agar informasi bisa masuk. Untuk menuju pada kondisi relaksasi ada beberapa yang perlu diperhatikan : suasana kelas dan penampilan pengajar, serta kalimat pembuka atau yang sering dikenal dengan apersepsi pembelajaran.

Mind focus, pikiran fokus atau mind focus bukan sekedar memperhatikan dan mendengarkan apa yang sedang siswa pelajari. Mind focus membawa siswa pada area pikiran dimana seseorang mudah menyerap informasi secara maksimal tanpa adanya pikiran-pikiran lain yang mengganggu. Area ini dalam pembagian pikiran pada area bawah sadar pada gelombang alfa belum sampai pada gelombang tetha.

Seorang guru dapat membawa siswa memasuki pada gelombang pikiran alfa dengan cara sebagai berikut : 1. mendapatkan perhatian, 2. Membangun tema, 3. menampilkan struktur dan tema, 4. membangun hubungan.

Untuk mendapatkan perhatian dari siswa dapat dilakukan dengan memulai pembelajaran dengan berdoa, atau bernyanyi yang bertujuan membawa pikiran bawah sadarnya tertarik pada mata pelajaran atau materi yang akan disampaikan.

Menentukan sebuah tema yang menarik dalam pembelajaran dapat memancing pikiran bawah sadarnya dengan tema yang menarik atau extra ordinary karena kecenderungan ketertarikan adalah pada sesuatu yang luar biasa atau berhubungan erat dengan dirinya. Misalnya untuk materi asam basa tema yang diangkat adalah ” Asam Basa dapat dikenali tanpa harus di rasa”.

Menampilkan strukur dan peraturan dengan cara memberikan gambaran pembelajaran secara global atau general kemuadian secara mendetail, dapat menggunakan peta konsep atau mind mapping. Yag perlu diperhatikan hindari konsep yang memberatkan pikiran siswa, yaitu dengan memilih istilah-istilah yang familiar. Peraturan juga perlu disampiakan agar memfokuskan pada apa yang akan dipelajari.

Membangun hubungan dapat dilakukan dengan cara mirroring, breathing, dan penggunaan bahasa yang persuasif. Mirroring merupakan teknik menjalin hubungan dengan siswa dengan cara menyamakan gerak tubuh kita dengan siswa. Breathing yaitu dengan cara bersama-sama siswa mengambil nafas secara kompak sehingga tercipta frekuensi perhatian yang sama.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar