4

Menjadikan Tiap Moment Mereka, Sebuah Pembelajaran Nilai (+2)

Atjih Kurniasih May 12, 2015

 

 

Papan hisab yang mereka buat

Papan

Saya tidak menyesal guru sebagai karir saya. Kalimat itu pernah saya tulis di sebuah tulisan saya. Sayapun menyadari benar karir tersebut memiliki amanah dan tsnggung jawab yang besar. Terutama dalam hal mendidik. Mendidik agar siswa bukan hanya cerdas secara IQ namun lebih dari itu.  Diharapkan mereka juga  cerdas secara Emosi dan Spiritual. Namun permasalahannya mendidik ketiga kecerdasan iti tidak semudah diucapkan. Apalagi di jaman yang kini, alih alih kita mendapat julukan cerewet, atau terlalu menggurui mereka, sehingga tujuan kita baik tidak tersampaikan.

Mengingat hal di atas, saya mencoba melalui penguatan penguatan moment saat mereka melakukan hal hal positip. Caranya saya apresiasi mereka melalui diabadikan moment tersebut. Ya saya foto apapun dan sekecil apapun kejadian itu. Dengan harapan selalu tertanam pada mereka bahwa ” Saya baik”.Di bawah ini saya kutip beberapa  catatan harian yang saya tulis di blog pribadi saya. Semoga menjadi bahan sharing kita.

Ada sesuatu yang menarik mata saya saat memasuki kelas 7 D. beberapa botol bekas yakult terpasang di dinding belakang kelas. ” Pasti itu produk mata pelajaran Prakarya, dengan pemamfaatan limbah”  Pikir saya. Namun perkiraan itu ternyata salah besar, setelah saya hampiri dan ada tulisan “PAPAN  HISAB ”  Mh aneh, apa maksudnya? ” Ini apa maksudnya ” Tanya saya kepada siswa yang berada tidak jauh dari papan tersebut.

” Ini begini bu, botol ini kami isi dengan kacang kedelai dengan jumlah yang kami tentukan,kemudian bila kami melakukan kesalahan, kami harus mengeluarkan kacang ini dari botolnya sejumlah kesalahan yang kami buat'” Terus ? ” Tanya saya penasaran. Ini menarik pikir saya” Nanti di akhir kami hitung berapa sisa kacang yang tersisa di botol tersebut. nah hilangnya kacang kami dari botol berarti itulah jumlah kesalahan kami yang sudah kami perbuat “.

”  Lho gimana nanti kalau ada yang meletakkan kembali kacangnya di botol tersebut ?” Tanya saya lagi.

” Ya, kami harus jujur, kalau tidak berarti kami tidak jujur ” jawab KM 7 D dengan bersemangat

‘ Oh begitu…” Saya manggut manggut.

‘ Keren kalian , tepuk tangan dong “.

Ya mereke patut diapresiasi. mereka sudah mencoba untuk membentuk nilai nilai sendiri. itu merupakan sebuah potensi yang harus dikembangkan jangan sampai layu dan akhirnya tidak muncul.

” Ide siap ini ? ‘ Tanya saya lagi

” Wali kelas bu, ”

” Tepuk tangan lagi deh untuk wali kelas kalian ” Maka membahana tepuk mereka di kelas Tepuk tangan yang insya Allah akan menumbuhkan sebuah penghormatan dan kebanggaan kepada wali kelasnya sekaligus guru mereka. Ini penting karena dari kebanggaan, dari kekaguman akan lahir sebuah perilaku untuk bertindak santun terhadap guru mereka yang sudah memberikan nilai -nilai kehidupan yang berguna kelak.Kekaguman saya pada siswa yang saya ajar dan saya didik ternyata berlanjut dan tidak berhenti di kelas 7D saja.

Saat saya memasuki kelas 7 F, Sesi kegiatan akhir pembelajaran dengan pembuatan PETA KONSEP ‘ ada kejadian yang mendorong saya untuk mengambil tabe  dan mengabadikannnya. saat seorang siswa yang mencoba mnyelesaikan PETA KONSEP.. Tulisan yang harus dia selesaikan letaknya agak ke atas. sedangkan tangannnya tidak menjangkaunya. Dia berkali kali berusaha dengan melompat. namun usahanya gagal.

Kuabadikan sikap baik mereka lewat gadget untuk memberi penekanan bahwa sikap mereka itu benet

Kuabadikan sikap baik mereka lewat gadget untuk memberi penekanan bahwa sikap mereka itu benar

melihat kejadian itu GENTA atau kadang dipanggil Fikar yang juga KM mreke, tampa disuruh datang menghampirinya dan mengendongnya. Perilakunya membuat seisi kelas tertawa, termasuk saya.. Namun tawa saya terhenti dan ingat sesuatu. Abadikan. Ya saya harus mengabadikan ini

” Sebentar Genta, jangan kamu turunkan, ibu foto dulu ” Kata saya. Ya saya tidak boleh kehilangan moment. mereka harus di hargai. mereka harus diberi penekanan bahwa perilaku mereka aadalah BAIK.” Anak-anak kalian tahu mengapa ini ibu Foto ” Tanya saya setelah kejadian itu usai.

” karena ada kerjasama bu ” Sahut Sahri yang dudk di belakang.

” Iya betul, selain kerjasama juga ini menunjukan kepedulian Fikar, Ia melihat temannnya membutuhkan pertolongan, dan tampa diperintah  selain hatinya yang menggerakkkannya dia menolong temannnya. Tepuk tangan dong untuk Fikar” Komando saya pada mereka.diteruskan dengan tepuk tangan membahana di kelas 7 F.

Lain lagi, siswa saya  yang satu ini, sebut saja si Badi ( nama samaran ), kebiasannnya adalah memakai peci. Biasanya kalau ada siswa memakai topi upacara di kelas saya pasti menegur dan memerintahkan mereka untuk melepaskannnya, namun entah kenapa saat melihat dia pakai peci hitam, dan di wajahnya terlihat sisa- sisa air wudhu batin saya melarangnya untuk menegur. Mengapa kau larang, bukankah itu positi ? demikian batik saya berkata. Kebetulan jam mengajar di kelasnya waktunya berbarengan dengan masuknya sholat dhuhur, sehingga saya mengajak mereka untuk sholat dhiuhur dulu, baru belajar.

“Semoga nanti kamu jadi pak Haji ya “ ujar saya sambil mengusap pundaknya Yang dijawab aamiin olehnya sambil kedua tanggannnya di telungkupkan ke dadanya.

Selain cerita di stas, yang terjadi saat pembelajaran berlangsung, ketika kerja baktipun tak luput dari inceran bidikan ssya. Walaupun mungkin ada siswa yang msu bekerja karena di abadikan. Tetapi siapa tahu ada tersirat dalam hatinya kalau perbuatan yang bekerja sama dengsn teman teman itu sebuah hal ysng baik. Dan bekerja secara bergotong royong menjadi mengasyikkan.

Bekerjasama menghias kelad

Bekerjasama menghias kelad

Apapun yang mereka kerjakan, itu pi

Apapun yang mereka kerjakan, itu pi

Hasil usaha merekapun tsk luput dari pengamatan saya

Hasil usaha merekapun tsk luput dari pengamatan saya

Catatan harian ini lain lagi, ini tetntang catatan mereka.

Saya pernah membaca “Ikatlah Makna Melalui Tulisan”. Kalimat tersebut saya terapkan dslam pembelajaran.  Dengan membimbing siswa untuk memiliki catatan yang menarik. Tujuannya untuk memotivasi mereka membaca catatan dan belajar. Maka dengan berbekal peta pikirannya Bobby the Porter says mencoba menerapkan nya terhadap mereka.dan hasilnya Subhanallah catatan mereka penuh warna wsrni. Untuk penguatan bshwa apa ysng mereka buat dihargsi saya foto catatan mereka. Dan saya uploud ke facebook dan Instagram dengan satu harapun mereka akan bangga dan merass  dihargai. Dengsn begitu skan muncul sebuah nilai diri yang positip

Catatan mereka, Mengikat Makna dengan Membust peta pikiran

Catatan mereka, Mengikat Makna dengan Membust peta pikiran

20150511_082254 20150511_082311

” Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan Berhadiah Acer One 10″

 

Comments (4)

  1. “Semoga nanti kamu jadi pak Haji ya “ ujar saya sambil mengusap pundaknya Yang dijawab aamiin olehnya sambil kedua tanggannnya di telungkupkan ke dadanya.

    jarang-jarang guru mendo’akan muridnya
    sangat menginspirasi

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar