1

Menjadi Guru Kreatif, Menjadi Pahlawan Sesungguhnya (0)

I Putu Yoga Purandina October 29, 2021

Tema: Guru Merangkai Masa Depan dari Keterbatasan

Pandemi COVID-19 tentu saja memberikan sebuah pukulan yang meluluhlantakan segala sendi kehidupan. Termasuk juga dunia pendidikan. Sudah dua tahun lebih, semenjak kasus pertama terjadi di negeri kita. Dunia pendidikan seakan terseok-seok mencoba bertahan, mencoba untuk kembali kuat demi misi mulia yaitu mencerdaskan insan-insan muda generasi penerus bangsa.

Siswa sebagai insan pembelajar menerima dampak yang luar biasa. Tidak pernah terpikirkan sebelumnya, mereka harus berhenti sementara waktu untuk belajar di sekolah. Dinding-dingding kelas terasa dingin, nampak lengang, tidak ada bayangan seragam sedikitpun. Langkah sepatu berlarian, teriakan keceriaan, serta tangisan candaanpun lenyap. Sungguh terasa mati suri.

Demikian pula, para pahlawan tanpa tanda jasa. Seorang pahlawan yang merasa kehilangan kekuatannya. Guru yang berada di dalam sebuah situasi yang membingungkan. Banyak yang tidak tahu apa yang harus dilakukan. Tidak mungkin untuk menggunakan kekuatan yang dulu sempat menjadi andalan dalam pendidikan negeri ini. Mereka haruslah mencari hal baru untuk dilakukan, yang nantinya harus mereka kuasai menjadi sebuah kekuatan baru untuk tetap mampu menjadi seorang pahlawan.

Sehingga, hanya pembelajaran jarak jauhlah yang bisa dilakukan oleh guru dalam mengajar dan mendidik anak didiknya. Tentu saja pembelajaran jarak jauh membutuhkan kekuatan baru yaitu pembelajaran dengan menitikberatkan teknolologi informasi dan komunikasi, khususnya internet. Kemampuan ini sesungguhnya bukanlah hal baru. Di negeara-negara maju hal ini sudah biasa dilakukan, baik secara penuh maupun blended. Kita akui saja, dunia pendidikan kita sedikit sedikit tertinggal dari mereka. Namun kita tidak boleh berkecil hati, haruslah tetap optimis.

Kendala yang dihadapi oleh seorang guru tentu sangatlah banyak. Pembelajaran jarak jauh tidak sekedar membalikkan telapak tangan, tidak sekedar menguasai IT. Namun banyak faktor yang menjadi pertimbangan. Mulai dari kurangnya kemampuan mengajar daring, sarana dan prasarana pendukung IT, jaringan internet, letak geografis, ekonomi, serta masalah keluarga lainnya. Selain harus mampu mengendalikan permasalahannya sendiri, guru harus juga mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh anak didiknya. Dalam situasi seperti ini tingkat stres akan menjadi meningkat. Bukannya memberikan solusi, malah akhirnya menambah permasalahan baru.

Seorang guru haruslah mampu memnjadi agen perubahan, agen penyelamat. Untuk dapat bertahan dan kuat kembali dalam tatanan hidup baru. Guru yang mampu beradaptasi, membaca dan memahami situasi, kondisi, permasalahan yang dihadapi, berkomunikasi dengan berbagai pihak, serta cepat belajar untuk menemukan solusi yang tetpat. Tentu saja tidak mungkin mampu menemukan hal yang paling baik, namun menemukan hal yang paling tepat itu yang paling mungkin dilakukan.

Di sinilah kecerdasan dan ketekunan guru dibutuhkan. Guru haruslah mampu selalu belajar, bergerak, dan berinovasi melalui ide-ide kreatif untuk sebuah formula yang tepat untuk pendidikan anak didiknya. Kuncinya adalah krativitas. Jangan biarkan kreativitas guru mati suri begitu saja. Kreativitas harus selalu dipupuk dengan berbagai motivasi baik dari diri sendiri maupun orang lain. Jika hal ini terus dilakukan niscaya pahlawan-pahlawan tanpa tanda jasa ini akan selalu mampu berjaya dalam menghadapi tantangan masa kini maupun masa depan.

Oleh karena itu, semua dari kita memiliki tanggung jawab menumbuhkan motivasi, kreativitas guru. Menjadi tetap muda dan berenergi positif. Memiliki tubuh dan jiwa yang kuat, membentuk guru yang tangguh, pahlawan sesungguhnya di tengah-tengah masyarakat. Mari bersama-sama menjadi guru, menjadi guru kreatif!

#KompetisiArtikelGuraru
#HariGuruSedunia

Comments (1)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar