8

Menilai Siswa Jangan Hanya Dari Hasil Akhirnya Saja (+4)

Kang Didno September 19, 2013

Siswa Sedang Ujian

(Gambar siswa sedang ujian diambil dari foto pribadi)

Menjadi guru ternyata harus jeli dan cerdas, terutama saat membuat nilai rapot. Guru jangan hanya memberi nilai siswa dari hasil ujian akhir semester atau hanya berdasarkan nilai ulangannya saja. Karena nilai tersebut tidak menggambarkan nilai sesungguhnya dari siswa tersebut.

Sebaiknya seorang guru harus menilai juga kepribadian siswa. Dari perkataan, perbuatan yang dia lakukan saat berada di lingkungan sekolah atau saat di luar lingkungan sekolah. Untuk apa nilai rapot besar tetapi kelakuan siswanya di lingkungan sekolah atau di luar sekolah tidak sopan dan berkepribadian buruk. Sering mengganggu teman-temannya, berkata kotor, pakaian asal-asalan, dan tidak sopan kepada orang tua dan guru.

Saya pribadi akan lebih menghargai siswa yang daya tangkapnya pas-pasan atau bahkan kurang tetapi memiliki sikap yang sopan dan menghargai dan menghormati teman-temannya, orang tua dan juga guru. Di bandingkan dengan siswa yang setiap ulangan nilainya tinggi, nilai semester besar tetapi cara bicara, bersikap dan tingkah lakunya tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Dari beberapa kasus nilai siswa yang tinggi tidak selamanya murni dari hasil pemikiran dan kerja kerasnya belajar, tetapi mereka menggunakan cara-cara yang tidak jujur. Dengan cara mencontek, atau menanyakan kepada temannya yang lebih pandai, di saat guru atau pengawas sedang keluar ruangan.

Sebenarnya guru sudah punya naluri yang tajam saat tiba-tiba ada siswa yang biasanya nilainya kecil, tiba-tiba pada saat ujian semester nilai besar mengalahkan teman-temannya. Bahkan pernah terjadi kasus pada saat ujian semester, nilai salah satu siswa mendekati nilai sempurna, padahal sehari-hari dia termasuk siswa yang biasa saja. Setelah diselidiki ternyata siswa mendapat soal yang sama dari temannya yang sekolah di tempat yang lain, karena jadwal ujiannya berbeda satu hari.

Oleh sebab itu saya menilai siswa tidak hanya dari nilai akhirnya saja, tetapi dari berbagai faktor diantaranya adalah faktor kehadiran, kedisiplinan siswa, melaksanakan tugas yang diberikan oleh guru, cara bicara, sopan santun terhadap guru dan teman-temannya, serta dari nilai ulangan harian, nilai ujian tengah semester dan nilai ujian semester. Kemudian nilai tersebut diakumulasi menjadi satu menjadi nilai rapot. Mudah-mudahan pengalaman saya ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Tagged with:

Comments (8)

  1. Nilai siswa merupakan rerata dari beberapa penilaian yang dapat mengukur dengan tepat hasil belajar siswa. Perolehan nilai siswa tidak selalu harus diperoleh dari nilai ulangan tulis. Nilai lisan, nilai tugas baik perorangan aupun kelompok dapat direratakan. Namun bukan berarti nilai sikap dapat digabungkan. Guru harus mengetahui perilaku anak didiknya, agar segera dapat bertindak ketika terjadi sesuatu dan kejadian itu tidak boleh mempengaruhi nilai kognitif, termasuk kecurangan. Terima kasih sharingnya.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar