0

Menguak ‘Dari Mana Ide Menulis Datang?’ (0)

Zubaili August 26, 2021

Tanpa terasa, semalam belajar menulis PGRI gelombang 19 dan 20 sudah memasuki masa-masa menegangkan. Kenapa? Karena masa-masa 15 pertemuan terakhir banyak peserta yang Mulai kurang konsisten dalam mengikuti pelatihan, tentunya dengan alasan tertentu, tumbang dan akhirnya gagal mengikuti pelatihan secara full. Kondisi fisik saya semalam memang kurang fit karena sakit yang saya derita kambuh. Saya tak mau lagi ketinggalan materi seperti malam sebelumnya. Sambil berbaring di tempat tidur, saya meluangkan waktu untuk menyimak baik-baik penjelasan yang disampaikan narasumber. Narasumbernya seharusnya Bapak Dr. Imron Rosidi dengan tema ‘poin buku untuk kenaikan pangkat’. Tetapi karena beliau mengalami musibah yaitu kecelakaan. Jadi posisi beliau digantikan oleh Bapak Wijaya Kusumam, M. Pd atau yang familiar dengan sebutan Omjay. Beliaulah yang menggagas terbentuknya pelatihan belajar menulis PGRI yang sedang kami ikuti. Mulai dari gelombang 1 sampai sekarang sudah ada gelombang19 dan 20. Luar biasa, bukan?Semoga beliau selalu diberi kesehatan oleh Allah SWT. Aamiin.

Untuk mengetahui lebih jelas tentang sosok Omjay, yang juga merupakan salah satu anggota guraru dapat dibaca di link di bawah ini:
 https://wijayalabs.com/about 


Materi yang Omjay bahas adalah “Darimana ide menulis datang?”
Menurut Omjay, Ide menulis bisa datang dari mana saja. Bisa dari sebuah gambar/foto, dan bisa juga datang dari sebuah video.
Untuk membuktikan ungkapannya, Omjay menantang guru dengan membagikan sebuah foto dan video dirinya untuk ditulis dalam sebuah tulisan dalam waktu 5 menit dengan sudut pandang yang berbeda-besa versi penulis masing-masing. Hasilnya sungguh luar biasa. Ternyata dari sebuah foto atau video, kita bisa menghasilkan sebuah tulisan yang menarik. Tentunya bila kita mampu menulis dengan hati, maka foto dan video itu akan bernyawa. Apalagi bila kita mengenal sosok yang ada di gambar/foto dan video. Walaupun belum pernah berjumpa secara tatap muka (langsung).


Tidak hanya dari foto dan video, ide menulis menurut Omjay juga bisa datang dari audio. Sekarang lebih dikenal dengan nama podcast. Kita menjadikan telinga sebagai media untuk menulis. Perhatikan dan dengarkan suara Omjay lewat audio di wa group.
Ada banyak ide di sekitar kita yang bisa digunakan untuk melatih menulis. Sehingga pada akhirnya dengan menulis sesuatu yang tidak penting menjadi penting.


Menulis juga bisa kita lakukan dengan berkolaborasi dengan teman sejawat. Dengan menulis bersama, banyak masukan datang dan banyak ilmu yang saling melengkapi. Kalau kita merasa sudah sanggup sendiri, menulis buku pelajaran itu asyik. Tapi saat ini, menulis buku ajar dengan kawan lain menjadi sesuatu yang bisa saling melengkapi. Itulah pengalaman yang Omjay bagikan sehingga beliau bisa menulis buku dan menerbitkan buku ajar di penerbit Andi Yogyakarta.
Di akhir resume, saya mengutip sebuah slogan dari Omjay,

Menulislah setiap hari, dan buktikan apa yang terjadi” 


Salam Literasi,
Akhii | Zubaili

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar