7

Mengorek Rahasia Sukses Menulis di KOMPAS (+5)

Yunis Andriani July 7, 2013

            Bagi saya mendengar nama Kompas, hal yang terekam dikepala saya adalah sebuah media  nasional yang bergengsi, dan dibaca oleh orang-orang  yang bergengsi pula.  Bahasa yang serius dan terkesan berat , menjadikan media ini menjadikan langganan bagi orang-orang “kelas atas” . Bahasan yang mendalam dari berbagai sudut pandang, menjadikan pembacanya makin luas wawasannya dengan membaca harian Kompas ini.

Bagi penulis, hasil karya yang berhasil dimuat dikompas, menjadi kebanggaan tersendiri dan keberhasilan yang berkelas. Penulis yang tulisannya dimuat di Kompas umumnya adalah penulis yang sudah punya nama,  yang tulisannya setia menghiasi media nasional.

Salah satu wartawati Kompas, pada kesempatan pertama ini yang “ditodong” oleh omjay berbagi pengalamannya sebagai wartawati kompas dan bagaimana menulis di Kompas. Sebagai wartawati media nasional dan termasuk media senior di Indonesia, sudah memiliki pangsa pembaca tersendiri dan telah memiliki image tersendiri.  Maka tulisan yang dimuat di Kompas harus menjaga citra yang sudah melekat dipikiran pembacanya.

Sistem yang diterapkan di Kompas, membuat media ini tetap eksis ditengah banyaknya media berita  yang kolaps dan gulung tikar.  Kekonsistenan Kompas dalam memberitakan untuk seoptimal mungkin menghindari keberpihakan pada salah satu kelompok atau golongan,atau partai politik yang sering menjadikan media sebagai ” alat” kepentingan dan corong partai.  Netralitas kompas ini berusaha terus dijaga, sehingga hingga saat ini pembacanya tetap setia menantikan kabar dan ulasan yang mendalam dari kompas.

Selain membidik pembaca yang sudah mapan, Kompas juga menyasar pembaca usia muda yang menginginkan berita yang berhubungan dengan dunia mereka.  Kompas Muda yang merupakan suplemen Kompas yang terbit setiap minggu, mengulas kehidupan kaum muda pelajar dan mahasiswa bersama dinamika yang melingkupi keseharian mereka. Kompas Muda ini merupakan salah satu cara Kompas untuk merangkul kaum muda untuk menjadi pembaca dan penulis cerdas.

Kompas juga merambah dunia maya dengan melahirkan media online Kompas.com yang tetap setia dbaca oleh mereka yang biasa beraktivitas didunia maya.  Kompasiana salah satu halaman yang banyak dikunjungi oleh pembaca dan diisi oleh penulis-penulis muda dan ajang diskusi terhadap hal-hal hangat dan aktual yang terjadi disekeliling kita.

Mbak Esther sebagai wartawati kompas yang pada sesi pertama ini melayani banyak pertanyaan dari peserta TWC 2 ini, memotivasi peserta untuk jangan takut menulis dan terus mencoba, karena kita tidak akan pernah tahu kemampuan kita kalau kita tidak pernah mencobanya.  Terus berlatih sampai menemukan gaya menulis sendiri dan konsisten dalam menulis.

 

Comments (7)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar