8

Menghibur Hati Guru (0)

Tantri January 6, 2021

Halo bapak ibu guru, bagaimana kabarnya? Mudah-mudahan sehat-sehat selalu ya.  Mudah-mudahan tetap semangat dan dijaga keikhlasannya dalam mengajar para siswa.

Menjadi guru tentu banyak hal yang dirasakan baik itu perasaan senang juga sedih.  Banyak pengalaman yang mengenakan dan banyak pula pengalaman yang bikin sedih.

Menjadi guru nano-nano rasanya.

Apalagi di masa sekarang saat kita melakukan pembelajaran daring akibat pandemi covid 19.

Biasanya makin banyak tantangan makin banyak pula perasaan kita menjadi tidak enak kita mengalami kesal dan marah.

Apakah bapak ibu guru sudah mengalami seperti itu?

Nah marilah kita sejenak menyimak kalimat berikut. Mudah-mudahan menjadi pengobat kekesalan ataupun kemarahan bapak ibu termasuk saya. Justru tulisan ini tepatnya buat saya sih. Dalam rangka menghibur diri.

kita ingat bahwa kita ini adalah guru yang mengajarkan ilmu-ilmu yang bermanfaat untuk mereka, untuk hidupnya. kita ini kan mengajarkan kebaikan.

karena itu janganlah kita merasa lemah dan bersedih ketika kita menemukan tantangan pada siswa kita.

Anggaplah itu sebuah tantangan yang harus kita jalani.

Ibaratnya kita ini sedang menyebarkan benih kebaikan. tentu dalam berbuat baik kita akan diuji dengan berbagai banyak hal. termasuk sulitnya kita mengajar siswa.

pahamilah bahwa itu adalah ujian supaya kita mendapatkan pahala dan balasan yang berlipat ganda.

kalau kita ikhlas maka kita akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Janganlah marah. damaikanlah hati kita. yakinkan bahwa diri kita sedang melakukan sebuah proyek kebaikan.

yakinlah bahwa setiap untaian kalimat setiap perbuatan yang kita lakukan untuk kebaikan siswa.

kesulitan itu adalah wajar dan harus kita taklukan. justru dengan dengan kesulitan itu kita akan melewati ujian apakah kita ikhlas mengajar ataukah mengajar karena faktor lain.

Ingatlah bahwa ilmu yang kita ajarkan merupakan ilmu yang bermanfaat untuk hidupnya.

Ibaratnya kita memberikan jalan hidup petunjuk kepada siswa.

Ingat pula dengan orang tua mereka yang sangat menantikan uluran tangan dan sumbangsih pikiran dari kita.
Menginginkan anaknya agar menjadi orang yang lebih baik lagi.
Menginginkan anaknya agar memiliki bekal untuk hidupnya.

Alangkah bahagianya orang tua ketika anaknya di didik kita.
sebaliknya alangkah sedihnya orang tua ketika tidak mendapati apa yang mereka inginkan dan cita-citakan.

karena itu marilah kita upayakan agar kita bisa mewujudkan impian orang tua agar kita bisa membimbing anak-anak agar menjadi anak yang berguna.

Memang merasa kesal capek marah ketika mendapati siswa yang susah diatur, susah menerima pelajaran. itu adalah manusiawi.

Tapi mudah-mudahan tidak menjadikan kita malas dan enggan untuk berbagi ilmu. tidak menjadikan kita mengeluarkan kemarahan yang dapat menjadikan ilmu yang kita berikan tidak ikhlas.

Bahkan marah kita bisa berpotensi melukai hati siswa. Sesungguhnya kemarahan akan mencemari keikhlasan kita.

apakah kita mau sudah capek-capek mengajar mengeluarkan tenaga tapi tidak mendapat apa-apa karena tidak ikhlas.?

Nggak mau kan? Karena itu mari kita jaga keikhlasan mengajar siswa.

Comments (8)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar