1

Menggali Inspirasi dari Khamdan Muhaimin, Guru Inspiratif 2020 (0)

Supadilah S.Si December 7, 2020

Namanya Khamdan Muhaimin, S.Pd, Gr. Beliau bertugas di SMPN 5 Sambi Rampas Kab. Manggarai Timur, Provinsi NTT. Tetapi beliau orang Banjarnegara, Jawa Tengah. Beliau berkiprah di daerah 3T yaitu terdepan, terluar, dan tertinggal.

Beliau dinobatkan sebagai guru inspiratif 2020 oleh kemendikbud. Sungguh prestasi yang membanggakan. Sebagai guru di 3T yang jauh dari fasilitas lengkap tapi mampu berprestasi.

Menjadi guru karena mengikuti program SM3T yang di selenggarakan oleh kemdikbud RI. Menurutnya, yang paling susah memang karena berpisah dengan keluarga.

Namun, kecintaan pada negeri membuatnya yakin dengan tugas sebagai pendidik di daerah 3T.

“Saya merasa puas dan lega jika bisa membantu siswa/warga yg betul-betul membutuhkan layanan pendidikan.”

“Saya melakukan berbagai kegiatan di bidang pndidikan dan sosial kemasyarakatan didaerah 3t, salah satu contoh adalah membuat rumah belajar dirumah, karena anak-anak selesai sekolah, langsung ke kebun pulang malam terus tidur, sehingga tidak ada waktu untuk blajar, maka saya mndrikan rumah belajar, untuk anak2 beljr membaca buku, les matematika, akses internet gratis, latihan laptop, dan lainnya”

“aya datang ke tempat tugas melihat kondisi anak-anak yg tidak pernah belajar, tidak bisa laptop, tidak bisa internet, membuat saya terenyuh, apa kita saja (permisi) org yg berada diperkotaan yg bisa maju maka saya membuat rumah belajar sebagai rumah kedua untuk anak-anak bermain dan belajar. Karena mereka membutuhkan itu di masanya bukan untuk bekerja. Pelan-pelan saya buat proposal pengajuan buku bacaan, buku tulis, alat permainan dll alhamdulillah terjawab, tetapi jika ada kriman buku saya harus mengambil 6 jam pp ke kantor pos.”

“sebelum mendapatkan apresiasi  Guru Inspiratif ini  ini saya membutuhkan waktu kurang lebih 8 jam PP, untuk menulis naskah apresiasi ini dan harus dikota yang stabil listriknya dan stabil sinyalnya. Hari berikutnya saya juga harus memperesentasikan karya di depan dewan juri saya juga harus ke kota lagi.”

“Di daerah 3t itu banyak sekali tantangan yg harus dihadapi tidak hanya di lingkungan sekolah, dilingkungan masyarkat kita harus peka terhadap maslah yg dihadapi masyarkat dan klo kita bisa membantu maka bntulah. Orang-orang di daerah 3t harus mempunyai, effort yg kuat, solutif dan tidak mudah menyerah.”

“Saya pernah berkunjung ke suatu kampung, dstu tidak ada sarjananya, karena apa, karena mereka sulit untuk mengakses kemudahan2 dalam pendidikan. Mereka sibuk memikirkan bagimana kita bisa bertahan hidup. Tugas kitalah memberikan pencerahan tentang pendidikan supaya mereka menjadi manusia yang berkualiatas.”

Dikatakannya, memang usahanya tidak selalu berhasil. “Kendala saya hadapi dengan effort yang kuat. Jangan mudah menyerah. Klo ada satu cara belum berhasil, masih ada 1000 cara untuk menyekesaikannya.”

Perjuangannya berkontribusi di ranah pendidikan sungguh luar biasa. Bagaimana tidak, fasilitas minim, akses ke sekolah pun sulit.

Juga kekurangan guru. Beliau sering bermain peran ganda. Bahkan pernah jadi guru BK, IPS, seni budaya dan Agama Islam, karena memang kekurngan guru, banyak guru yg mutasi ke kota, paling lama 1 th di tempat kmi mengabdi setelah itu mereka pindah.

About Author

Supadilah S.Si

Seorang guru di SMA Terpadu Al Qudwah, Lebak, Banten. Selalu berusaha menjadi guru yang baik untuk murid-muridnya. Suka belajar apapun. Hobi menulis di blog atau media sosial. Pengen dapat banyak ilmu dan pengalaman di www.guraru.org. Ayo saling berbagi

View all posts by Supadilah S.Si →

Comments (1)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar