0

Mengenal Vitamin A (Aseroftol) dan Fungsinya Bagi Kesehatan Tubuh Manusia (0)

Wahid Priyono, S.Pd. February 14, 2021

Vitamin ini dalam tubuh digunakan untuk pertumbuhan sel-sel epitelium yang menyelimuti seluruh tubuh, membantu dalam proses oksidasi makanan saat dicerna di lambung, juga mengatur kepekaan saraf mata terhadap sumber rangsangan cahaya yang datang dari luar tubuh. Kekurangan maupun kelebihannya akan menimbulkan bahaya kesehatan yang serius. Kedua keadaan ini timbul pada kondisi yang sangat berbeda. Kekurangan terjadi di banyak negara berkembang dalam bagian endemik dan kadang-kadang hanya terlihat di masyarakat yang teknologinya sudah maju pada penderita yang mengalami malabsorbsi yang hebat, penyakit kelainan pengangkutan, atau penyakit hati. Keracunan biasanya timbul dari penggunaan dan pengobatan vitamin yang melampaui batas. Defisiensi dari vitamin ini akan menyebabkan gejala seperti misalnya:

  • Rabun senja (rabun ayam/hemeralopia);
  • Frinoderma, pembentukkan epitelium kulit tangan dan kaki terganggu, sehingga kulit tangan dan kaki menjadi kusam dan bersisik;
  • Gangguan penglihatan (karena kurangnya pigmen retinol pada rodopsin di bagian organ mata);
  • Pendarahan pada selaput dan dinding usus, ginjal, dan paru-paru;
  • Kerusakan pada kornea yang menimbulkan bintik bitot , kornea mengering (seroftalmi) dan akhirnya kornea tersebut rusak sama sekali (kerotomalasi);
  • Terhentinya proses pertumbuhan;
  • Terganggunya pertumbuhan terutama pada bayi; Karena pada kanak-kanak dan bayi, terhambatnya pertumbuhan diduga berhubungan dengan vitamin A, pada kanak-kanan konsumsi energi, protein, dan zat gizi penting lainnya yang tidak cukup, bisa jadi mengakibatkan terhentinya pertumbuhan, infeksi, dan infestasi juga melemahkan pertumbuhan, dan kejadian umumnya bersama-sama dengan kekurangan yang lain pada anak dengan status vitamin A yang tidak cukup, telah merintangi penampakan pengaruh ini.
  • Xeroftalmia, yaitu istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan semua gejala kekurangan vitamin A pada mata, adalah penyebab yang paling umum dalam kebutaan pada anak-anak di seluruh dunia;
  • Terganggunya kulit; Luka yang umum menyertai kekurangan vitamin A pada orang dewasa adalah hiperkerotosis folikular dan mungkin didahului atau disertai dengan jerawat. Penyakit ini tidak spesifik untuk kekurangan vitamin A dan juga dihubungkan dengan kelaparan, rendahnya konsumsi lemak pada umumnya atau lemak esensial pada khususnya dan kekurangan vitamin B kompleks.
  • Pembentukkan darah (Hematopoiesis); Kekurangan vitamin A pertama-tama diidentifikasi sebagai penyebab anemia oleh Wolbach dan Howe. Sejak itu, kesimpulan ini telah ditetapkan maupun dibantah. Selain itu kekurangan ini dapat dapat membawa kepada anoreksia yang parah; kekurangan konsumsi air yang segera mengikutinya setelah itu membawa kepada penurunan volume plasma. Peneliti pendahuluan telah menunjukan bahwa anak-anak yang kekurangan vitamin A memperlihatkan keengganan minum. Anemia karena kekurangan vitamin A disertai dengan hipoferremia, yang tidak responsif terhadap besi yang masuk melalui mulut, meskipun kecepatan penyerapan besinya normal. Ada pengendapan yang tidak normal dari besi dalam hati dan limfa yang disertai dengan kadar besi rendah pada sirkulasinya.
  • Ketahanan terhadap infeksi; kekurangan vitamin A telah lama dihubungkan dengan meningkatnya kemudahan untuk terkena infeksi, khususnya pada saluran pernafasan dan saluran pencernaan. Mekanisme kekebalan menjadi turun, rintangan mekanik menjadi terurai dan keadaan kakeksia berkembang. Sintesis antibodi turun dan sel yang menjadi perantara dalam kekebalan melemah. Kehilangan silia epitel dan pengeluaran lendir mempermudah penetrasi mikroba ke dalam jaringan-jaringan saluran pernaafasan dan pencernaan. Kelelahan yang menyeluruh dipandang mempermudah pertumbuhan organisme patogen dan melemahkan jaringan yang diserangnya dalam mempertahankan diri terhadap infeksi.
  • Reproduksi; Kekurangnan vitamin A dapat memperburuk kondisi kesehatan organ-organ reproduksi. Studi ini telah diuji pada beberapa hewan, seperti pada janin kelinci, kekurangan vitamin ini berakibat hidrosefalus.

Sumber dari vitamin A diantaranya mentega, hati, minyak ikan, telur dan susu, sayuran yang berwarna hijau dan kuning yang mengandung karoten dan karotenoid dan dapat diubah menjadi vitamin A dalam tubuh. Kebutuhan untuk keadaan normal 3-5 mg/hari atau jumlah harian vitamin A yang diperbolehkan bagi orang dewasa ditetapkan 1000µg (3300 SI) ”setara retinol’’ untuk laki-laki dan 800µg (2664 SI) untuk wanita. Dan umumnya, masyarakat sering kali paling banyak mengalami Kurang Vitamin A (KVA).

Sumber Referensi Bacaan:

  • Ichsan, M, dkk. 1993. Ilmu Kesehatan dan Gizi. Jakarta. Universitas Terbuka Depdikbud.
  • Ichsan, M, dkk. 1993. Imu Kesehatan dan Gizi. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan direktorat Jenderal pendidikan Dasar dan Menengah.
  • J, Sutrisno S. 1995. Masyarakat Yang Sehat. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
  • Karmana, O. dan Anwar A. 1988. Biologi. Bandung: Ganeca Exact Bandung.
  • Karyadi, Darwin dan Muhilal. 1990. Kecukupan Gizi yang Dianjurkan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar