3

Mengenal Protein Sebagai Sumber Gizi (0)

Wahid Priyono, S.Pd. December 21, 2020

Di dalam tubuh manusia protein sangatlah penting sebagai komponen dalam berbagai reaksi biokimia, baik pada waktu metabolisme berlangsung, dan atau ketika tubuh memerlukan zat-zat gizi ini untuk membangun komponen tubuh. Kerja enzim juga ditentukan oleh berbagai komponen kimiawi pada protein. Protein penunjang dan integral, digunakan dalam sintesis protein dan DNA di ribosom dan inti sel, karena protein ini mengandung banyak gugus-gugus asam amino baik yang esensial maupun nonesensial. Kecukupan asupan protein dalam tubuh sangat ditentukan oleh kapasitas makanan yang dikonsumsi.

Protein bukanlah merupakan zat tunggal akan tetapi terdiri dari unsur-unsur pembentuk protein yang disebut asam amino. Suatu protein dapat diibaratkan sebagai seuntai kalung yang terbuat dari manik-manik yang bentuk dan ukurannya tidak sama akan tetapi dapat membentuk kalung yang serasi. Protein sangat diperlukan tubuh. Fungsi utamanya sebagai zat pembangun sangat diperlukan pada masa pertumbuhan. Pada masa bayi hingga remaja, kebutuhan protein lebih besar persentasenya dibandingkan dengan pada masa dewasa dan manula. Pada masa dewasa dan manula protein dibutuhkan untuk mempertahankan jaringan-jaringan tubuh dan mengganti sel-sel yang telah rusak. Asam amino merupakan hasil hidrolisis protein dengan asam, alkali, dan enzim. Asam amino terdiri dari sebuah gugus amino dan sebuah gugus karboksil serta sebuah atom hidrogen.

Asam amino terbagi dua, yaitu asam amino essensial dan non essensial. Asam amino essensial merupakan asam amino yang dapat dibentuk oleh tubuh manusia, sedangkan asam amino nonessensial tidak dapat dibentuk oleh tubuh manusia, sehingga didapat dari makanan sehari-hari. Contoh asam amino essensial adalah lisin, leusisn, isolusin, teronin, metionin, valin, venilalanin, histidin, dan originin. Arginin tidak essensial bagi kanak-kanak dan orang dewasa tetapi berguna bagi pertumbuhan bayi, sedang histidin, essensial bagi anak-anak tetapi tidak essensial bagi orang dewasa.

Pengelompokkan protein dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya:

(1). Berdasarkan komponen-komponen yang menyusun protein dapat dibedakan menjadi:

(a) Protein bersahaja (simple protein)

Hasil hidrolisa total protein jenis ini merupakan campuran yang hanya terdiri atas asam-asam amino.

(b). Protein kompleks (complex protein, conjugated protein)

Hasil hidrolisa total dari protein jenis ini, selain terdiri atas berbagai jenis asam amino, juga terdapat komponen lain, misalnya unsur logam, gugusan phosphat dan sebagainya (contoh: hemoglobin, lipoprotein, glikoprotein, dan sebagainya). Komponen protein kompleks ini hampir menyusun seluruh bagian anggota tubuh.

(c). Protein derivat ( protein derivative)

Ini merupakan ikatan antara (intermediate product) sebagai hasil hidrolisa parsial dari protein native, misalnya albumosa, peptone, dan sebagainya.

(2). Berdasarkan sumber

(a). Protein nabati

yaitu protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, misalnya kacang-kacangan, biji-bijian, polong-polongan, dll.

(b). Protein hewani

yaitu protein yang sumbernya berasal dari hewan, misalnya protein pada telur unggas, daging ayam, makanan laut, dll.

Daftar Pustaka:

  • Ichsan, M, dkk. 1993. Imu Kesehatan dan Gizi. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan direktorat Jenderal pendidikan Dasar dan Menengah.
  • Khomsan, A. 2003. Pangan dan Gizi Untuk Kesehatan. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.
  • Khumaidi. M. 1994. Gizi Masyarakat. Bogor: PT. BPK Gunung Mulia.

Comments (3)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar