4

Mengenal Penyakit Jantung Koroner dan Stroke (0)

Wahid Priyono, S.Pd. December 30, 2020

Jantung Koroner Dan Stroke

Persoalan makan sering dianggap remeh oleh banyak orang. Makan kurang beragam, makan berlebihan, atau telat makan merupakan hal biasa yang dikira tidak berpengaruh terhadap kesehatan. Padahal, makan secara tepat sangat penting untuk menunjang kesehatan tubuh yang optimal. Misalnya adalah sarapan pagi adalah hal wajib yang tidak boleh ditinggalkan sebab banyak orang yang sering sakit-sakitan karena tidak rutin sarapan pagi. Makan siang, dan malam juga penting dilakukan.

Perlunya perhatian terhadap konsumsi makanan bagi setiap orang adalah wajib diketahui mulai dari bagaimana makanan itu diolah, memilih jenis makanan yang higiene bukan berasal dari makanan awetan, serta hingga proses penyajian, takaran per saji dan cara penyimpanannya.

Banyak riset membuktikan keterkaitan makanan dan penyakit. Makanan-makanan yang tidak aman akan menyebabkan keracunan, sedangkan makanan yang dikonsumsi secara tidak tepat jenis dan tidak tepat jumlah akan memunculkan penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, stroke, dan lain sebagainya. Kedua penyakit ini merupakan penyakit pembunuh nomor satu di Indonesia.

(a) Jantung Koroner

Jantung Koroner adalah jenis penyakit yang banyak menyerang penduduk Indonesia. Kondisi ini terjadi akibat penyempitan/penyumbatan di dinding nadi koroner karena adanya endapan lemak dan kolesterol sehingga mengakibatkan suplaian darah ke jantung menjadi terganggu. Perubahan pola hidup, pola makan, dan stres juga dapat mengakibatkan terjadinya penyakit jantung koroner. Penyebab jantung koroner adalah karena penumpukan zat lemak secara berlebihan di lapisan dinding nadi pembuluh koroner, yang dipengaruhi oleh pola makan yang kurang sehat. Kecanduan rokok, hipertensi, kolesterol tinggi juga dapat menjadi penyebab penyakit jantung koroner. Ciri-ciri dari penyakit ini dapat di tandai dengan nyeri pada dada kiri , sesak napas, irama jantung tak beraturan, keringat dingin, mual dan muntah, di mana kebanyakan orang menyangka itu hanya sebagai gangguan pencernaan. Lalu gejala lain yaitu merasa tertekan di tengah dada selama 30 detik sampai 5 menit. Hal lainnya adalah berdebar-debar, pusing, dan merasa mau pingsan. Gejala ini tidak selalu dirasakan penderitanya. Tanda peringatan lain adalah napas tersengal-sengal pada saat berolahraga.

Rasa nyeri atau rasa ditekan di dada, yang disebut angina, memberikan peringatan kepada setengah dari mereka yang menderita serangan jantung. Beberapa orang mengalami napas tersengal-sengal atau kelelahan dan perasaan lunglai sebagai gejalanya, mengindikasikan bahwa jantung tidak mendapatkan cukup oksigen karena penyumbatan arteri koroner. Biasanya beberapa hari menjelang mengalami serangan jantung hebat, seseorang akan mengalami kontraksi otot secara tiba-tiba di dada yang merupakan serangan kecil atau serangan jantung ringan. Serangan jantung ringan umum terjadi sebelum serangan besar beberapa hari kemudian.

Penyumbatan arteri koroner ini bisa di bagi 2 bagian, yaitu :

  • Tersumbat total, biasanya penderita bisa jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri, dan sering sekali penderita akan langsung meninggal dunia.
    • Tersumbat sebagian
      Pada tahap awal, mungkin si penderita masih dapat bernafas dengan normal dan darah yang mengalir ke otot jantung masih cukup. Namun, ketika dia melakukan aktivitas yang melelahkan seperti berolahraga atau memarahi orang lain, arteri koroner yang menyempit tidak dapat mensuplai darah yang cukup ke otot-otot jantung. Dan bila otak tidak dapat suplai darah, biasanya si penderita akan terkena stroke.

Agar tidak terkena jantung koroner maka bisa melakukan diet secara teratur, mencegah makanan berlemak tinggi seperti gorengan, banyak mengonsumsi buah dan sayur, olahraga cukup, istirahat seimbang, dan kelola stress dengan baik.

(b). Stroke

Stroke adalah suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke suatu bagian otak tiba-tiba terganggu. Dalam jaringan otak, kurangnya aliran darah menyebabkan serangkaian reaksi biokimia, yang dapat merusakkan atau mematikan sel-sel saraf di otak. Kematian jaringan otak dapat menyebabkan hilangnya fungsi yang dikendalikan oleh jaringan itu.

Gejala stroke tiba-tiba mati rasa atau kelemahan pada lengan, wajah atau kaki (terutama pada satu sisi tubuh), tiba-tiba kebingungan, kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan orang lain, tiba-tiba kesulitan melihat pada satu atau kedua mata, masalah keabnormalan fungsi tubuh tiba-tiba terjadi (semisal kelemahan), pusing, kehilangan keseimbangan atau koordinasi (umumnya penderita akan tiba-tiba terjatuh), mendadak sakit kepala parah dengan tidak diketahui penyebabnya. Jadi stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Berkurangnya aliran darah dan oksigen ini bisa dikarenakan adanya sumbatan, penyempitan atau pecahnya pembuluh darah di bagian arteri yang bersangkutan.

Agar tidak terkena jantung koroner maka bisa melakukan diet secara teratur, mencegah makanan berlemak tinggi seperti gorengan, banyak mengonsumsi buah dan sayur, olahraga cukup, pola pikir positif, istirahat seimbang, dan kelola stress dengan baik.

Daftar Pustaka:

  • Suhardjo. 1996. Perencanaan Pangan dan Gizi. Jakarta: Bumi Aksara.
  • Wahlroos, Sven. 1999. Komunikasi Keluarga. Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia.
  • Zang, S.M dan Bailey N.C. 2004. Manual Perawatan-Di-Rumah. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Comments (4)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar