0

Mengenal Lebih Jauh tentang Pembelajaran Kontekstual (0)

Yusmini April 6, 2021

Hai sahabat Guraru-ers. Semoga sahabat Guraru-ers semuanya selalu dalam keadaan sehat dan tetap semangat. Kali ini pembahasan artikel kita adalah “Mengenal Lebih Jauh tentang Pembelajaran Kontekstual.”

Agus Suprijono dalam bukunya Cooperative Learning mengemukakan tentang beberapa hal terkait pembelajaran kontekstual, di antaranya:

1. Pengertian pembelajaran kontekstual

Pembelajaran kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah merupakan konsep yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata dan mendorong peserta didik membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. (Suprijono, 2012: 79-80)

Pembelajaran kontekstual dikenal juga dengan istilah experiental learning, real word education, active learning, dan learned centered instruction. Adapun asumsi dari pembelajaran tersebut adalah: (a) belajar yang baik adalah jika peserta didik terlibat secara pribadi dalam pengalaman belajarnya, (b) pengetahuan harus ditemukan peserta didik sendiri agar mereka memiliki arti  atau dapat membuat distingsi berbagai perilaku yang mereka pelajari, (c) peserta didik harus memiliki komitmen terhadap belajar dalam keadaan paling tinggi dan berusaha secara aktif untuk mencapainya dalam kerangka kerja tertentu.

2. Perbandingan antara pola pembelajaran tradisional dan kontekstual

Berikut ini perbandingan antara pola pembelajaran tradisional dengan pembelajaran kontekstual:

Pembelajaran tradisional: (a) menyandarkan pada hafalan, (b) berfokus pada satu bidang (disiplin), (c) nilai informasi bergantung pada guru, (d) memberikan informasi kepada peserta didik sampai pada saatnya dibutuhkan, (e) penilaian hanya untuk akademik formal berupa ujian.

Sedangkan pembelajaran kontekstual: (a) menyandarkan pada memori spasial, (b) mengintegrasikan berbagai bidang (disiplin) atau multidisiplin, (c) nilai informasi berdasarkan kebutuhan peserta didik, (d) menghubungkan infomasi baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki peserta didik, (e) penilaian autentik melalui penerapan praktis pemecahan problem nyata.

3. Strategi pembelajaran kontekstual

Strategi pembelajaran adalah merupakan kegiatan yang dipilih yang dapat memberikan fasilitas atau bantuan kepada peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. (Suprijono, 2012: 83)

Berikut ini penerapan strategi pembelajaran kontekstual berdasarkan Center for Occupational Research and Development (CORD), yaitu: (a) relating, belajar dikaitkan dengan konteks pengalaman kehidupan nyata,(b) experiencing, belajar adalah kegiatan “mengalami”, peserta didik berproses secara aktif dengan hal yang dipelajari dan berupaya melakukan eksplorasi terhadap hal yang dikaji, berusaha menemukan dan menciptakan hal baru dari apa yang dipelajarinya, (c) applying, belajar menekankan pada proses mendemonstrasikan pengetahuan yang dimiliki dalam konteks dan pemanfaatannya, (d) cooperating, belajar merupakan proses kolaboratif dan kooperatif melalui belajar berkelompok, komunikasi interpersonal atau hubungan intersubjektif, (e) transferring, belajar menekankan pada terwujudnya kemampuan memanfaatkan pengetahuan dalam situasi atau konteks baru.

4. Komponen pembelajaran kontekstual

Terdapat 7 (tujuh) komponen pembelajaran kontekstual, yaitu: (a) konstruktivisme, (b) inkuiri, (c) bertanya, (d) masyarakat belajar, (e) pemodelan, (f) refleksi, dan (g) penilaian autentik.

*Semoga bermanfaat*

Sumber:

Suprijono, Agus. 2012. Cooperative Learning, Teori dan Aplikasi Paikem. Cetakan VII. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar