0

Mengenal keluarga ‘imran (0)

Ayuma Sofyati March 3, 2021

Dari 114  surat  Dalam Al-qu’ran satu diantaranya terdapat surat  yang menceritakan kisah sebuah keluarga yang bernama  ‘imran’ terdapat di surat  ketiga ( Ali ‘Imran ) . Siapa dia ?  Ia adalah keluarga mulia dan dimuliakan oleh Allah SWT pada masanya . Allah memilih mereka dibanding keluarga lainnya adalah tanda nyata keagungan mereka. Sebagaimana  yang Allah terangkan dalam Fiman-Nya berikut ini,

إِنَّ اللّهَ اصْطَفَى آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ ذُرِّيَّةً بَعْضُهَا مِن بَعْضٍ وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing), (sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (turunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Ali Imran: 33-34)

Keluarga Imran  Nasabnya tersambung hingga ke Nabi Daud ‘alaihis salam. Dan merupakan  turunan (cabang) terakhir orang-orang beriman dari turunan Bani Israil. 

Anggota Keluarga Imran

Istri Imran bernama Hannah binti Faquda. Ada juga yang menyebut Qa’uda bin Qubaila. Hannah adalah seorang wanita yang tekun beribadah. Sebagaimana dikisahkan  dalam Alquran berikut ini,

إِذْ قَالَتِ امْرَأَتُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

(Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Rabbku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. Ali Imran: 35)

Menurut tafsir Ibnu Katsir mengenai ayat  ini  Istri Imran adalah ibu Siti Maryam ‘alaihis salam. , namanya Hannah binti Faquz.
Muhammad ibnu Ishaq mengatakan bahwa Hannah adalah seorang wanita yang lama tidak pernah hamil, lalu pada suatu hari ia melihat seekor burung sedang memberi makan anak-anaknya, akhirnya ia menginginkan punya anak.
Kemudian ia berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala, semoga Allah menganugerahinya seorang putra, dan Allah memperkenankan doanya itu.
Ketika suaminya menggaulinya, maka hamillah ia.
Setelah masa hamilnya telah tua, maka ia bernazar bahwa anaknya kelak akan dipersembahkan untuk berkhidmat kepada Baitl Mqdis Untuk itu ia berkata, seperti yang disebutkan Fiman -Nya:
Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di baitul maqdis).
Karena itu, terimalah (nazar) itu dariku.
Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Yakni Engkau Maha Mendengar akan doaku lagi Maha Mengetahui niatku.
Saat itu ia tidak mengetahui apakah anak yang dikandungnya itu laki-laki atau perempuan.

Anak-anaknya

Pertama: Asy-ya’

Asy-ya’ adalah putri sulung Imran. Ia dinikahi oleh Nabi Zakariya ‘alaihis salam. Dan merupakan ibu dari Nabi Yahya ‘alaihis salam. Ada juga mengatakan ia adalah bibinya Maryam. Bukan saudara perempuannya.

Kedua: Maryam

Maryam adalah wanita ahli ibadah dan suci. Ia merupakan ibu dari kalimat Allah, Nabi Isa ‘alaihis salam.  maryam putri imran ini  adalah wanita terbaik dan suci.

Orang-orang Yahudi menuduhnya melakukan zina. Tuduhan itu mereka lontarkan saat Maryam masih hidup maupun setelah wafatnya. Sementara Alquran telah menyucikan Maryam dari tuduhan keji ini. Tidak hanya satu ayat, bahkan di banyak ayat. salah satunya yang di ucapkan  oleh anakanya Nabi Isa ‘alaihis salam  berbicara tatkala masih bayi menerangkan dan menjelaskan akan kesucan ibunya sekaligus menampik tuduhan keji kaum yahudi  .Hal ini terangkum dalam surat Maryam ayat 30 yang artinya: “Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.” Kesucian siti mayam ini Allah terangkan pula dalam surat  At-Tahrim: 12

وَمَرْيَمَ ابْنَتَ عِمْرَانَ الَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهِ مِنْ رُوحِنَا وَصَدَّقَتْ بِكَلِمَاتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهِ وَكَانَتْ مِنَ الْقَانِتِينَ

dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-Kitab-Nya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat.” (QS. At-Tahrim: 12)

Allah menyebut orang-orang Yahudi sebagai orang-orang yang kufur karena menuduh Maryam berzina maka turunlah ayat di atas sebagai bantahan

Cucu-cucunya

Pertama: Nabi Isa ‘alaihis salam

Nabi Isa adalah Rasulullah dan kalimat Allah yang Dia sampaikan pada Maryam. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَىٰ مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ

Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya.” (QS. An-Nisa: 171)

Allah mengutus Nabi Isa kepada Bani Israil. Mendakwahi mereka kepada tauhid. Menyembah Allah semata. Allah Ta’ala berfirman,

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرائيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقاً لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّراً بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ

Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)”. Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”.” (QS. Ash-Shaf: 6)

Kedua: Yahya ‘alaihis salam

Nabi Yahya adalah hamba dan utusan Allah. Beliau putra dari Nabi Zakariya ‘alaihis salam. Beliau adalah doa Nabi Zakariya yang terkabul. Serta kabar gembira untuknya setelah mencapai usia yang tua. Allah Ta’ala berfirman,

هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاء (38) فَنَادَتْهُ الْمَلآئِكَةُ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي فِي الْمِحْرَابِ أَنَّ اللّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَـى مُصَدِّقًا بِكَلِمَةٍ مِّنَ اللّهِ وَسَيِّدًا وَحَصُورًا وَنَبِيًّا مِّنَ الصَّالِحِينَ (39)

Di sanalah Zakariya mendoa kepada Rabbnya seraya berkata: “Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”. Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh”. (QS. Ali Imran: 38-39)

Di antara keistimewaannya adalah tak ada seorang pun sebelum beliau bernama Yahya.

ي“Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belumpernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.” (QS. Maryam: 7)

Nabi yahya mempunyai banyak keistimewaan. Diterangkan dalam QS. Maryam, ayat 12-13

 ”Hai Yahya! Ambillah kitab itu (peganglah kitab itu) dengan sungguh-sungguh”, dan Kami berikan kepadanya hukum selagi ia kanak-kanak. Dan Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan kesucian. karena ia seorang yang bertakwa.” (QS. Maryam, ayat 12-13).

“Dan ia taat kepada ibu-bapaknya dan tidaklah ia sombong, tidak durhaka. Dan keselamatan (dicurahkan) atasnya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal, serta pada hari ia akan dibangkitkan dengan keadaan hidup.” (QS. Maryam, ayat 14-15).

Nabi Yahya adalah seorang pemuda yang cerdas. Allah memberi keistimewaan pada akalnya. Dan kegemaran dalam beribadah. Beliau senantiasa duduk di mihrab-mihrab ilmu. Senang mengkaji Taurat. Berilmu dan mengamalkan kandungan kitab suci itu. Beliau berbicara dengan kebenaran. Dan tidak takut celaan orang-orang yang mencela. Dan ancaman orang-orang yang zalim.hingga ia wafat dimasa raja herodes .

Itulah kisah tentang keluarga ‘imran’( Ali ‘Imran ) yang keluarganya dimuliakan Allah SWT dan namanya diabadikan dalam Al-Qur’an .

Semoga artikel ini bermanfaat 

About Author

Ayuma Sofyati

Saya adalah seorang guru di SMP Negeri 2 Pontang Kabupaten Serang Banten juga blogger . Senang menyerap ilmu dan senantiasa belajar belajar dan belajar karena saya adalah pembelajar .Guraru adalah salah satu wadah untuk menyerap ilmu. Salam sukses !

View all posts by Ayuma Sofyati →

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar