4

Mengenal Imam Syafi’i (0)

Ayuma Sofyati March 11, 2021

Nama lengkap Imam Syafi’i adalah Ibn Idris Ibn Abbas Ibn Utsman Ibn Syafi’i Ibn Sa’id Ibn Abu Yazid Ibn Mutthalib Ibn Abd. Al-Manaf. Keturunan beliau dari pihak bapaknya bertemu dengan keturunan Nabi Muhammad SAW. 

Beliau dilahirkan di Ghaz, sebuah kota yang terletak di kawasan Palestina pada tahun 150 Hv(767 M) dan meninggal dunia di Mesir pada tahun 204 (822 M)

Imam Syafi’i ketika berumur 9 tahun telah mampu menghafal Al-Qur’an dan sejumlah hadits

Ketika Imam Syafi’i dibawa oleh ibunya pindah ke Makkah beliau mulai belajar Ilmu fiqih kepada Imam Muslim Ibn Khalid Al-Zanji yang pada waktu itu menjabat sebagai Mufti kota Makkah, dan Al-Zanji merupakan guru Imam Syafi’i yang paling lama.

Disamping itu beliau belajar Ilmu hadits kepada Sufyan Ibn ‘Uyainah dengan memfokuskan kajian kepada kitab Al-Muwattha’ karangan Imam Malik, sampai beliau mampu menghafal kitab tersebut.Dan akhirnya beliau belajar langsung kepada Imam Malik Ra .

Madzhab Syafi’i

Dalam perkembangan pemikirannya, Imam Syafi’i terkenal sebagai ulama yang memiliki kemampuan intelektual yang tinggi dan wawasan pemikiran yang dinamis -prospektif, sehingga beliau dikenal sebagai ulama yang memiliki dua madzhab, yaitu madzhab lama (Qaul Al -Qadim) dan Madzhab baru (Qaul al-Jadid ). 

Qaul Al-Qadim merupakan pokok-pokok pikiran dan pendapat -pendapat beliau ketika berada di Baghdad, sedangkan Qaul al-Jadid adalah pokok-pokok pikiran atau fatwa-fatwa beliau ketika berdomisili di Mesir. 

Ada beberapa kitab yang di tulis langsung oleh Imam Syafi’i dan kitab-kitab tersebut dijadikan dasar rujukan bagi Madzhab Syafi’i;

  1. Kitab Al-Risalah, yang disusun berdasarkan permintaan dari Abd. Al-Rahman Ibn Al-Mahdi, salah seorang ahli hadits terkemuka pada waktu itu. Kitab ini termasuk dalam kategori kitab Ushul fiqh, yang memuat pokok-pokok pikiran imam Syafi’i di dalam mengistimbatkan hukum
  1. Kitab Al-Umm. Kitab ini berisi persoalan-persoalan fiqih yang dibahas berdasarkan pokok-pokok pikiran yang terdapat di dalam kitab Al-Risalah
  1. Kitab Ikhtila al-Hadi, yang memuat penjelasan-penjelasan Imam Syafi’i tentang hadits-hadits Nabi
  1. Kitab Al-Musnad . Kitab ini memuat hadits-hadits yang terdapat di dalam Kitab al-Umm dan dilengkapi dengan sanad-sanadnya.

Didalam mengistimbatkan hukum atau menetapkan hukum dari suatu permasalahan , Imam Syafi’i berpegang kepada 

  1. Al-Qur’an 
  2. Al-Hadits
  3. Ijma’ Ulama
  4. Qaul al-Sha haabah
  5. Qiyas

Qaul al-Sha haabah dijadikan dasar penetapan hukum selama pendapat sahabat tersebut tidak seorangpun yang menentangnya, tetapi apabila ada ulama yang tidak menyetujuinya, maka beliau cenderung mengambil pendapat sahabat yang lebih mendekati kebenaran sesuai dengan inspirasi Al-Qur’an dan Al-Sunnah. Namun apabila persoalan-persoalan yang dikaji tidak ditemukan ketetapan hukumnya di dalam sumber tersebut, maka langkah terakhir yang di tempuh Imam Syafi’i adalah menggunakan qiyas. 

Dominasi Madzhab Syafi’i di sebagian besar negeri Islam disebabkan karena keberadaan madzhab ini dalam mengistimbatkan hukum Islam berada di tengah-tengah antara madzhab Hanafi dan Maliki. Apabila Madzhab Hanafi cenderung menggunakan pendekatan rasional di dalam mengistimbatkan hukum, dan Madzhab Maliki berorientasi pada pendekatan tradisional (pendekatan teks), maka madzhab Syafi’i cenderung menggabungkan kedua pendekatan tersebut. 

Demikian sekelumit tentang Imam Syafi’i, yang di kenal dengan Madzhab Syafi’i. Semoga bermanfaat

About Author

Ayuma Sofyati

Saya adalah seorang guru di SMP Negeri 2 Pontang Kabupaten Serang Banten juga blogger . Senang menyerap ilmu dan senantiasa belajar belajar dan belajar karena saya adalah pembelajar .Guraru adalah salah satu wadah untuk menyerap ilmu. Salam sukses !

View all posts by Ayuma Sofyati →

Comments (4)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar