0

MENGENAL HUKUM ADAT (0)

Rusmana January 31, 2021

MENGENAL HUKUM ADAT
Ditulis pada November 2020
Rusmana, Januari 2021
Terkait Definisi hukum adat, terdapat berbagai pandangan dari berbagai tokoh baik sarjana barat maupun Indonesia, secara garis besar hukum adat dapat didefinisikan sebagai berikut,
Hukum Adat pada dasarnya ialah keseluruhan peraturan hukum yang berisi ketentuan adat–istiadat seluruh bangsa Indonesia yang sebagian besarnya merupakan hukum yang tidak tertulis, dalam keadaannya yang ber-bhineka mengingat bangsa Indonesia terdiri dari ratusan suku bangsa, yang masing–masing suku bangsa tersebut memiliki adat–istiadat berdasarkan pandangan hidup masing–masing.
Selain itu hukum adat dapat didefinisikan sebagai istilah yang diberikan oleh kalangan ilmu pengetahuan hukum pada masa silam kepada kelompok, pedoman-pedoman dan kenyataan yang mengatur dan menertibkan kehidupan rakyat Indonesia. Kalangan ilmuwan pada waktu itu melihat bahwa rakyat Indonesia, yang hidup di pelosok-pelosok, hidup dalam ketertiban dan mereka hidup tertib dengan berpedoman pada peraturan-peraturan yang mereka buat sendiri.
Jadi, Hukum Adat itu adalah suatu kompleks norma – norma yang bersumber pada perasaan keadilan rakyat yang selalu berkembang meliputi peraturan – peraturan tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari – hari dalam masyarakat, sebagian besar tidak tertulis senantiasa ditaati dan dihormati oleh masyarakat karena mempunyai akibat hukum (sanksi).
Toko-tokoh penting dalam perkembangan hukum adat di Indonesia
1.Prof. Snouck Hurgronje
hukum Adat dikemukakan pertama kali oleh Prof. Snouck Hurgrounje seorang Ahli Sastra Timur dari Belanda (1894). Dulu dikenal istilah Adat Recht. Saat itu, Snouck dalam bukunya de atjehers (Aceh) pada tahun 1893-1894 menyatakan hukum rakyat Indonesia yang tidak dikodifikasi adalah de atjehers. 
2.Prof. Mr. Cornelis van Vollenhoven.
Seiring berjalannya waktu, Prof. Mr. Cornelis van Vollenhoven, Guru Besar pada Universitas Leiden di Belanda, memuat istilah Adat Recht dalam bukunya yang berjudul Adat Recht van Nederlandsch Indie (Hukum Adat Hindia Belanda) pada tahun 1901-1933.
Perundang-undangan di Hindia Belanda secara resmi mempergunakan istilah ini pada tahun 1929 dalam Indische Staatsregeling (Peraturan Hukum Negeri Belanda), semacam Undang Undang Dasar Hindia Belanda, pada pasal 134 ayat (2) yang berlaku pada tahun 1929.
3.Johan Heinrich Adolf Logemann
Lahir di Rotterdam, 19 Januari 1892 dan meninggal di Noordwijkerhout, 12 November 1966 pada usia 77 tahun. Logemann adalah seorang politikus Belanda, yang pernah menjadi Menteri Urusan Tanah Jajahan (Minister Of Overseas Teritory Ninister Van Overzeese Gebiedsdelen) pada cabinet Schermerhorn / Dress.
JabatanJabatan itu membuat dirinya harus berurusan dengan pemerintahan dan perjuangan bersenjata Republik Indonesia yang baru saja terbentuk pada tahun 1945.
Sebelum Perang Dunia II, Logemann adalah professor bidang hukum di Batavia. Pension dari menteri, Logemann menjadi anggota parlemen dan tidak lama kemudian kembali ke bidang pendidikan dan menjadi professor di Leiden.
4.Herman Warner Muntinghe
Lahir di Amsterdam, 24 April 1773 dan meninggal di Pekalongan, 24 November 1827. Adalah orang Belanda yang berhasil menduduki jabatan penting, baik ketika Hindia-Belanda dikuasai oleh Republik Bataf, Perancis, Inggris maupun pemerintah Belanda pada masa komisaris Jenderal.
Setelah lulus di Fakultas Hukum, Muntinghe bekerja pada Dewan Koloni Asia sebagai Pengacara Fiskal. Kemudian, ia dikirim ke Batavia dan tiba diwilayah koloni itu tanggal 3 November 1806. Setibanya di Batavia ia diangkat menjadi sekretaris Hooge Regering. Tahun 1808, ia menjadi Sekretaris Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels di Batavia.
5.Wolter Robert Baron Van Hoevell
Lahir di Deventer Belanda , 15 Juli 1812 dan meninggal di Deen Haag, Belanda, 10 Februari 1879 pada usia 66 tahun. Beliau adalah seorang negarawan dan pendeta yang pernah ditugaskan dalam Jemaat Melayu di Batavia, dan mengajukan petisi untuk kebebasan pers, pembentukan sekolah-sekolah di daerah koloni dan perwakilan Hindia Belanda di Tweede Kamer dan menjadi guru bicara kaum liberal.
Hal yang menjadi alat perjuangan gagasan politik Hoevell adalah peningkatan standar pendidikan penduduk Bumi Putra Jawa untuk meningkatkan kesejahteraan Ekonomi.Dalam bidang hukum adat Hoevell menulis sebuah majalah berjudul Tijdschrift Voor Nederlands Indie yang diterbitkan tahun 1838-1902.
6.Thomas John Newbold
Lahir pada tanggal 8 Februari 1807 dan meninggal pada 29 mei 1850. Pada tahun 1839 menerbitkan tulisan yang berjudul Straits Settlements.Di dalam tulisan tersebut dia banyak memuji-muji hasil-hasil pekerjaan Marsden, Raffles dan Crawfurd.Tulisan yang bersangkutan juga banyak memuat bahan-bahan tentang hukum adat.
7.Liefrinck Frederik Albert
Lahir di Leiderdrop 22 Maret 1853 dan meninggal di Nijmegen 27 Juni 1927. Setelah menamatkan pendidikan pemerintahan di Leiden, Liefrinck ditempatkan selama 10 tahun di Bali.
Dia juga pernah bekerja di Aceh (1878-1979) dan sebagai Residen di Bali dan Lombok (1896-1901). Liefinck banyak mengadakan penyelidikan di daerah tersebut, terutama bidang hukum adatnya.
Walaupun tidak mengetengahkan istilah hukum adat, namun bidang-bidang yang mendapatkan perhatian adalah hukum tanah, pajak bumi raja-raja dan struktur serta organisasi desa. Tentang hukum tanah, Liefrinck terutama memperhatikan ulayat di Bali Utara (1889) dan pajak bumi raja-raja di bali (1886-1887).
Karangannya berjudul De Rijst Cultuur di Bali terbit dalam Indische Gids. Tentang struktur serta organisasi desa di Bali dia menulis karangan yang berjudul Bijdrage To De Kennis Van Het Eiland Bali dalam Tijdscrift Bataviaasch Genootschap. 33, 1890.Karangan-karangan Liefrinck tersebut boleh dikatakan dengan tegas memisahkan antara unsur-unsur hukum agama dan hukum adat.
8.C.F. Winter
Carel Fredik Winter, Sr (1799-1859) atau dikenal dengan C.F. Winter adalah linguis Hindia. Belanda yang banyak bekerja sama dengan Ranggawarsita dalam menulis berbagai kitab pertama yang menghubungkan kesusateraan Jawa dan Barat.
Winter adalah seorang Indonesia yang ditugaskan untuk mendalami serta Jawa oleh pemerintah kolonial. Karya-karyanya adalah Kawi-Javaasch Woordenboek (Kamus Kawi-jawa) yang versi terjemahan kedalam bahasa Indonesianya diterbitkan tahun 1983. Selain itu dalam bidang hukum Adat C.F.Winter menerbitkan sebuah buku tentang wilayah Raja-raja (Vorstenlanden).

Sumber Hukum Adat
Berdasarkan sumbernya, hukum adat dibagi menjadi dua yaitu :
1.Dari sumbernya (Rechtsbron)
Hukum adat yang berasal dari sumbernya, meliputi :
a).Kebiasaan dan adat istiadat yang berhubungan dengan tradisi rakyat.
b).Kebudayaan tradisional rakyat.
c).Ugeran-ugeran yang langsung timbul sebagai pernyataan kebudayaan orang Indonesia asli.
d).Perasaan keadilan yang hidup di dalam hati nurani rakyat.
2.Dari Pengenalan (Kenborn)
Hukum adat yang berasal dari pengenalan, meliputi :
a).Pepatah-pepatah adat.
b).Yurisprudensi adat.
c).Laporan-laporan dari komisi penilitian yang khusus dibentuk.
d).Dokumen atau naskah-naskah yang ditulis oleh Raja atau Sultan pada masa itu.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar