2

Mengenal Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi) dan Faktor Penyebabnya (0)

Wahid Priyono, S.Pd. December 29, 2020

Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya diatas 140 mm/Hg dan tekanan diastoliknya diatas 90 mm/Hg. Hipertensi memiliki arti bahwa keadaan dalam arteri memiliki tekanan yang tinggi. Suatu peningkatan dari tekanan darah sistolik dan/atau diastolik meningkatkan risiko penyakit jantung, ginjal, pengerasan arteri (atherosclerosis atau arteriosclerosis), kerusakan mata, dan stroke (kerusakan otak). Komplikasi-komplikasi dari hipertensi ini sering dirujuk sebagai kerusakan akhir organ karena tekanan darah tinggi kronis.  Berdasarkan penyebabnya, hipertensi dapat dibedakan menjadi 2 golongan, yaitu:

(a). Hipertensi Primer

Hipertensi primer didefinisikan sebagai hipertensi yang tidak disebabkan oleh adanya gangguan organ lain seperti ginjal dan jantung. Hipertensi ini dapat disebabkan oleh kondisi lingkungan seperti faktor keturunan, pola hidup yang tidak seimbang, keramaian, stress, dan pekerjaan. Sikap yang dapat menyebabkan hipertensi seperti konsumsi lemak tinggi, garam,  aktivitas yang rendah, kebiasaan merokok,  konsumsi alkohol dan kafein. Sebagian besar hipertensi primer disebabkan oleh faktor stress.

(b). Hipertensi  Sekunder

Hipertensi sekunder didefinisikan sebagai hipertensi yang di sebabkan oleh penyakit lain seperti gangguan ginjal, endokrin, dan kekakuan dari aorta. Kondisi stress dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, karena saat seseorang dalam kondisi stress akan terjadi pengeluaran beberapa hormon yang akan menyebabkan penyempitan dari pembuluh darah, dan     pengeluaran cairan lambung yang berlebihan, akibatnya seseorang akan mengalami mual, muntah, mudah kenyang, nyeri lambung yang berulang, dan nyeri kepala.

(c.1). Penyebab Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Hipertensi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:

  • Keturunan atau Genetis

Dari data statistik terbukti bahwa seseorang akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk mendapatkan hipertensi jika orang tuanya adalah penderita hipertensi.

  • Pola Hidup

Kebiasaan hidup yang sering menyebabkan timbulnya hipertensi adalah konsumsi garam yang tinggi (melebihi dari 30 gr), kegemukan atau makan berlebihan, stress dan pengaruh lain misalnya merokok, minum alkohol, minum obat-obatan (ephedrine, prednison, epineprin), malas bergerak, serta kurang rutinnya berolahraga (minimal 3 kali dalam satu pekan).

  • Kolesterol

Kandungan lemak yang berlebihan dalam darah dapat menyebabkan timbunan kolesterol pada dinding pembuluh darah, sehingga mengakibatkan penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah. Oleh karena itu juga bagi penderita hipertensi diharapkan untuk tidak mengonsumsi minyak yang sudah dua kali pakai (dimungkinkan sekali kadar kolesterol jahat tinggi).

(c.2). Komplikasi Penyakit Akibat Hipertensi

Kondisi hipertensi yang berkepanjangan dapat menyebabkan gangguan pembuluh darah di seluruh organ tubuh manusia. Berbagai penyakit komplikasi yang diakibatkan oleh tekanan darah tinggi antara lain terjadi pada:

  • Organ Jantung

Kompensasi jantung terhadap kerja yang keras akibat hipertensi berupa penebalan  otot jantung kiri. Kondisi ini akan memperkecil rongga jantung untuk memompa, sehingga jantung akan semakin membutuhkan energi yang besar. Kondisi ini disertai dengan adanya gangguan pembuluh darah jantung yang akan menimbulkan kekurangan oksigen dari otot jantung dan menyebabkan nyeri. Apabila kondisi dibiarkan terus menerus akan menyebabkan kegagalan jantung untuk memompa darah dan menimbulkan kematian.

  • Sistem Saraf

Gangguan dari sistem saraf terjadi pada sistem retina (mata bagian dalam) dan sistem saraf pusat (otak). Didalam retina terdapat pembuluh-pembuluh darah tipis yang akan melebar saat terjadi hipertensi, dan memungkinkan terjadi pecah pembuluh darah yang akan menyebabkan gangguan penglihatan.

  • Organ Ginjal

Hipertensi yang berkepanjangan akan menyebabkan kerusakan dari pembuluh darah ginjal, sehingga fungsi ginjal sebagai pembuang zat-zat racun bagi tubuh tidak berfungsi dengan baik, akibatnya terjadi penumpukan zat yang berbahaya bagi tubuh yang dapat merusak organ tubuh lain terutama otak.

Daftar Pustaka:

Achadi, E. L. 2007. Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Depok: Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Almatsier, S. 2001. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT. Gramedia   Pustaka Utama.

Belsey, M.A, dkk. 1994. Pemaduan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak dengan Pemeliharaan Kesehatan Dasar. Jakarta: Binarupa Aksara.

J, Sutrisno S. 1995. Masyarakat Yang Sehat. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Comments (2)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar