0

Mengenal Kurikulum Sekolah di Indonesia (0)

Pengelola Guraru June 3, 2021

Sistem pendidikan Indonesia terus berkembang mengikuti perkembangan zaman. Guraru tentu masih ingat ‘kan sudah berapa kali kurikulum sekolah terus berubah? Mulai dari Kurikulum 1947 atau disebut Rentjana Pelajaran 1947, hingga kini menjadi Kurikulum 2013 atau K-13.

Tentu saja perubahan yang ada bertujuan untuk memperbaiki sistem pendidikan Indonesia lebih baik lagi. Namun belakangan beberapa sekolah lainnya tak hanya menggunakan kurikulum nasional saja. Kurikulum internasional pun semakin dilirik bagi beberapa sekolah. Salah satu yang populer adalah kurikulum Cambridge. 

Bahkan menurut data yang telah diterbitkan Kompas pada 2018, jumlah sekolah pengguna kurikulum Cambridge International terus meningkat signifikan dari 180 sekolah menjadi 218 sekolah dalam 2 tahun terakhir. 

Tetapi seperti apa sih perbedaan antara kurikulum nasional dengan kurikulum cambridge? Mari simak pemaparan kurikulum sekolah yang berlaku di Indonesia.

Penerapan Kurikulum Nasional 

Seperti yang telah guru ketahui bahwa, kurikulum 2013 menggantikan Kurikulum 2006 atau  Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang telah diimplementasikan selama kurang lebih 6 tahun.

Lalu apa bedanya dengan KTSP? Perbedaan terletak pada aspek penilaian. Jika KTSP  pemerintah pusat menetapkan standar kompetensi dan kompetensi dasar, lain lagi dengan K-13 yakni ditentukan oleh tiga aspek, yakni aspek pengetahuan, aspek keterampilan, dan aspek sikap dan perilaku. 

Penerapannya pun berbeda, dengan Kurikulum KTSP guru dituntut membuat silabus sendiri sesuai kondisi sekolah dan daerah. Sementara K-13 guru diminta untuk merampingkan materi Bahasa Indonesia, IPS, PPKn, dsb., dan menambahkan materi Matematika.

Selain itu, kurikulum 2013 juga mengutamakan siswa untuk mendapatkan pelajaran moral kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara serta unsur keagamaan. Tujuannya untuk membentuk siswa memiliki karakter kuat.

Baca Juga: 7 Format Video yang Tepat untuk Materi Belajar

Sedangkan rumusannya, sesuai dengan Permendikbud No. 69 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah, berikut empat kompetensi inti dari Kurikulum 2013:

  • Kompetensi inti sikap spiritual: Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianut siswa.
  • Kompetensi inti sikap sosial: Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru.
  • Kompetensi inti pengetahuan: Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan bertanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.
  • Kompetensi inti keterampilan: Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

Lalu bagaimana guru memberi penilaian dengan Kurikulum 2013 ini? Menurut paparan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan R.I Bidang Pendidikan, guru dapat membuat peserta didik berperilaku kreatif melalui: 

  • Tugas yang tidak hanya memiliki satu jawaban benar
  • Toleran dengan jawaban yang nyeleneh 
  • Menekankan pada proses bukan hanya hasil saja
  • Memberanikan peserta didik untuk mencoba, menentukan sendiri yang kurang jelas atau lengkap informasi, memiliki interpretasi sendiri terkait pengetahuan atau sebuah kejadian
  • Memberikan keseimbangan antara kegiatan terstruktur dan spontan/ekspresif

Nah untuk menguatkan proses pembelajaran dengan Kurikulum 2013, dalam membuat penilaian guru harus mengukur tingkat berpikir siswa mulai dari rendah sampai tinggi. Tidak hanya itu, sebaiknya menekankan pada pertanyaan yang membutuhkan pemikiran mendalam. Sehingga siswa tak hanya sekedar hafalan. 

Selain itu, guru dapat mengukur proses kerja siswa bukan hanya dari hasil kerja siswa saja. Gunakan pula portofolio pembelajaran siswa ketika akan memberikan penilaian.

Penerapan Kurikulum Cambridge/Kurikulum Internasional

Salah satu kurikulum bertaraf internasional yang juga diterapkan di sekolah yang ada di Indonesia adalah Cambridge International. Sistem pendidikan Cambridge menjadi sangat menonjol karena kurikulum Cambridge International dapat membuat siswa mencintai proses pembelajaran.

Bagaimana penerapan pembelajaran sekolah yang menggunakan kurikulum internasional ini? Kurikulum Cambridge memberi kebebasan kepada siswa untuk belajar sesuai ketertarikannya.

Baca Juga: Tutorial Video Animasi Sederhana untuk Pembelajaran, Dicoba Yuk! 

Lalu jika siswa yang memilih, bagaimana guru dapat mengukur kemampuan siswa? Nah, dalam kurikulum Cambridge, terdapat Cambridge Pathway yang berfungsi mengukur kemampuan anak berdasarkan usia. 

Berikut empat Cambridge Pathway yang menjadi tolak ukur kemampuan siswa:

  • Cambridge Primary: Untuk anak berumur 5-11 tahun. Materi yang diajarkan seperti Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama maupun bahasa kedua, Matematika, Ilmu Pengetahuan. Cambridge Global Perspectives dan ICT.
  • Cambridge Lower Secondary: Untuk anak berumur 11-14 tahun. Mengembangkan keterampilan siswa untuk mendalami pelajaran Inggris, Matematika, Ilmu Pengetahuan selama tiga tahun ke depan. 
  • Cambridge Upper Secondary: Untuk anak berumur 14-16 tahun. Tahap ini adalah lanjutan dari Cambridge Lower Secondary bagi siswa dengan dua pilihan. Yakni lewat 2 rute yaitu Cambridge IGCSE dan Cambridge O Level. Siswa pun tidak diwajibkan menyelesaikan tahap Cambridge Lower Secondary.
  • Cambridge Advanced: Untuk anak berumur 16-19 tahun. Pada tahap ini guru akan membimbing siswa pada tingkat lebih tinggi yakni menuju Universitas. Siswa juga diberi pilihan lewat dua rute, yakni Cambridge International AS & A Level, and Cambridge Pre-U.

Nah dengan empat tolak ukur di atas, secara keseluruhan Kurikulum Cambridge menawarkan subjek pelajaran yang cukup luas dan fleksibel. Tujuannya agar sekolah dapat menajamkan kurikulum untuk menyesuaikan kebutuhan siswa. 

Baca Juga: Tantangan Sekolah di Era New Normal, Seperti Apa?

Harapannya, agar siswa dapat menemukan dan mengembangkan skill yang mereka butuhkan untuk masa depan, sebab keunggulan kurikulum Cambridge juga dapat membimbing siswa menguasai kompetensi global. 

Berikut beberapa keunggulan lain dari kurikulum Cambridge yang dapat diperoleh siswa:

  1. Sisa fasih berbahasa Inggris 
  2. Memiliki wawasan luas dan cara pandang internasional
  3. Siswa mendapatkan pendidikan modern
  4. Berkesempatan untuk kuliah di kampus terbaik dunia 

Dengan keunggulan tersebut tak heran jika beberapa orang tua memilih sekolah yang menerapkan kurikulum Cambridge. Selain membentuk karakter dan kemampuan siswa, orang tua juga memiliki harapan sang buah hati dapat mengejar pendidikan tinggi di universitas ternama di dunia.

Namun sebetulnya kurikulum sekolah yang menggunakan sistem kurikulum internasional ini juga mendapatkan keuntungan pula. Seperti:

  • Kurikulum Cambridge menuntut pengajar membuat materi dan menyampaikan pelajaran dengan kreatif. Sehingga membuka peluang guru akan mendapatkan pelatihan mengajar.
  • Guru tak hanya fokus memberi pelajaran berdasarkan teori saja, namun juga praktek yang menyenangkan untuk meningkatkan minat siswa terhadap materi pelajaran.
  • Jika siswa wajib berbahasa Inggris, Guru akan semakin terasah pula ketika berbicara dengan bahasa Inggris. 

Namun faktanya tidak semua sekolah di Indonesia menerapkan kurikulum Cambridge. Tetapi kolaborasi Acer for Education dengan MySecondTeacher merilis Jelajah Ilmu yakni platform Learning Management System (LMS) yang dapat membantu pengurus sekolah. 

Baca Juga: Belajar Matematika Lebih Mudah selama Pandemi dengan Aplikasi Lengkap Video dan Contoh Soal

Dengan menggunakan LMS tersebut, manajemen sekolah dapat membuat perencanaan kurikulum selama sistem pembelajaran online berlangsung. Apalagi Jelajah Ilmu menggabungkan standar internasional namun mengadopsi ke bahasa dan kurikulum Indonesia. Dengan begitu, pemangku kebijakan sekolah dan orang tua dapat bersama-sama menjalankan proses pembelajaran dengan kualitas yang lebih baik lagi.

Itulah pemaparan mengenai kurikulum sekolah yang kini diterapkan di Indonesia. Kini Anda sudah tahu ‘kan perbedaan kurikulum nasional dengan kurikulum internasional yakni cambridge? Sudah siap membuat materi pelajaran yang tak kalah menarik dari sebelumnya? Selalu semangat mengajar dan selalu aktif menjadi komunitas Guraru!

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar