1

Mengapa Jadi Guru? (0)

Pela Indrayanih November 30, 2020

Guru, yang pada akhirnya menjadi muara dari cita-cita saya, muara dari profesi yang kini saya jalani dan mungkin banyak pula dari kita yang punya muara dan pilihan yang sama untuk menjadi guru. Tak pernah terbayangkan sampai pada titik sejauh ini. Guru mungkin tidak seelegan profesi dokter, tidak sespesial aktor atau aktris, tidak segagah tentara, TNI dan Polri. Tidak sebebas youtuber. Namun dari guru semua profesi itu hadir. Profesi paling bersahaja, profesi yang tidak semua anak manusia memprioritaskan untuk memilihnya.
Salah satu alasan saya menjadi guru adalah jasa para guru yang telah mengajarkan saya, teladan, dan kekaguman yang masih saya kenang sampai saya dewasa. Ketika saya duduk di bangku SD, saya bertemu dengan pak Sururi guru ‘seribu pelajaran’, guru yang kediamannya berdekatan dengan sekolah tempat saya belajar, sambil membuka warung kecil-kecilan. Guru yang sangat bersahaja, teduh, serta menjadi imam bagi warga sekitar. Ketika saya duduk di sekolah menengah, saya dipertemukan kembali dengan guru hebat berikutnya, beliau bernama Pak Sabar, guru yang wajahnya mirip pesinetron Rano Karno, dengan kumis tipis dan selalu menaruh sajadah dipundaknya ketika ia hendak melangkah untuk solat dan tulisan unik bapak selalu menjadi kenangan tersendiri buat saya. Ketika SMA, saya kembali dikaruniakan guru yang juga menginspirasi saya agar bisa seperti beliau, guru bahasa Indonesia Ibu Patriah, guru yang sangat detail mengecek tugas yang kami kerjakan. Beliau selalu memberi tanda melingkar dengan pena merah setiap kata yang keliru kami tulis. Selanjutnya guru Kimia Bu Eni, guru yang juga masih anggota keluarga dari pihak ibu, guru yang ketika mengajar “straight to the point”, mengajar langsung ke intinya sehingga pelajaran yang saya baru kenali berhasil saya suka dan kuasai. Seketetika itu, nilai saya langsung melesat di urutan pertama. Bahkan sempat mencicipi soal seleksi Olimpiade Tingkat Kabupaten untuk bidang Kimia. Ketika saya kuliah, saya kembali dipertemukan oleh pendidik yang kembali membuat saya kagum akan kesederhanaannya, dengan gaya mengajarnya yang santai Bapak Ali Ilham Sofiyat membagi ilmunya kepada kami mahasiswa matematika salah satu kampus swasta di perbatasan Bekasi dan Jakarta. Pembawaannya santai, santun, berwibawa, peduli, dan mahir dalam bidang Statistika. Di sela beliau mengajar, memberikan informasi diluar bidangnya, pengetahuannya tentang negara Hongkong tidak perlu diragukan lagi. Semua guru yang hadir dalam hidup saya, saya sangat bersyukur sekali. Semoga kelak nama saya turut menjadi inspirasi bagi murid-murid yang saya ajarkan. Seperti beliau guru guru yang pernah hadir dalam hidup saya. Selain guru disekolah saya mempunyai guru yang langsung mengajarkan saya tentang nilai – nilai dalam kehidupan. Yakni kedua orang tua saya. Enyak, dari beliau saya mengenal kata sabar, ketahanan, ketangguhan, menahan rasa sakit dan lelah. Babeh, dari beliau saya belajar apa itu jujur, wibawa, ditakuti bukan karena beliau galak, humoris, dan sederhana.
Pengalaman saya mengajar mungkin masih terbilang muda, hampir genap sepuluh tahun sampai saat ini. Tahun ke dua sampai empat tahun mengajar adalah tahun-tahun adaptasi, cukup panjang. Karena mengajar tidak hanya menyampaikan ilmu, banyak keahlian yang harus kita kuasai terutama karakter dan penguasaan kelas. Pernah bertemu dan mendampingi anak yang belajarnya liar, tidak mau belajar di dalam kelas, maunya belajar sambil jalan-jalan, main, dan tidak mau menulis. Dari jatuh sakit bahkan menangis saya pernah mengalaminya. Tahun ke lima sampai dengan tujuh tahun adalah tahun bergelora, tahun sedang semangat semangatnya mencari ide, ilmu, inovasi, dan nyaman. Tahun ke delapan sampai ke sepuluh ini adalah tahun-tahun riskan begitu juga pada usia pernikahan. Tahun yang semangat itu mulai memudar, tahun yang beranggapan banyak yang muda dan baru yang mengambil peran dan keaktifan.
Ada masanya semangat itu kembali hadir, mulai dari opini salah seorang teman mengenai media atau pengelolaan kelas yang kita lakukan menjadi inspirasi bagi guru lain. Dikunjungi murid yang sudah jadi alumni, sekedar menanyakan kabar. Mendengar kabar salah satu murid sukses, dari yang Tembus PTN bergengsi sampai mampu merintis usaha, berkembang, dan mandiri. Dibilang cara menerangkan enak, anak paham dan melihat jejeran nilai anak yang beranjak membaik menjadi kebahagiaan sendiri bagi kami. Sampai pada menemukan kata dan kondisi sebaliknya yang semua itu bagian dari cara guru membangun motivasi dan terus belajar.
Mendidik dan mengajar adalah dua kata yang berbeda. Mendidik bisa diibaratkan seperti menanam pohon, bagaimana buah ini tumbuh dan menghasilkan panen yang baik dan melimpah maka akan banyak campur tangan /indikator yang terlibat di dalamnya. Seperti pohon kurma, bagaimana bisa buah kurma yang dipanen dari pohon yang tumbuh pada Padang yang gersang kurang air dan hidup dibebatuan bisa menghasilkan buah yang luar biasa banyak khasiat dan manfaatnya. Itu semua karena tempaan hebat yang menimpa pohon tersebut. Juga orang hebat yang terlibat menanam pohon tersebut.
Tantangan bagi kami guru bidang yang mengajar Matematika adalah materi tersebut cukup sulit dalam mengaplikasikannya di dunia nyata. Untuk semua sub babnya. Karena yang terlihat hanya materi aritmatika saja yang paling terlihat jelas bersinggungan langsung dengan dunia nyata kita, bagaimana kita bermuamalah dan lain sebagainya. Selebihnya teori yang sampai ke anak-anak hanya secuil dari aplikasi yang bisa kita kenalkan itupun terlihat sedikit sekali terpakai ketika mereka dewasa. Namun itu tidak menjadi penghalang saya untuk terus belajar, bersemangat dalam mendidik anak -anak yang luar biasa hebat baik aktivitas, wawasan dengan sifat uniknya masing-masing.
Selamat hari guru untuk para guru hebat di seluruh Indonesia. Hadirlah menjadi guru hebat, untuk anak-anak didik kita. Karena guru yang biasa saja sudah banyak di luar sana.💓

#KeJaRu #KenapaJadiGuru #HariGuruNasional

Comments (1)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar