0

Mengajarkan Anak Didik Rajin Bertanya (0)

Thurneysen Simanjuntak March 23, 2021

Seberapa penting atau bermanfaatkah anak berpartisipasi melalui tanya jawab dalam sebuah proses pembelajaran? Bagaimana mendorong anak agar berani dan rajin bertanya?

Dua pertanyaan yang sering saya diskusikan dengan seorang teman pendidik. Ternyata kami memiliki kesamaan pandangan tentang hal ini.

Bahwa seorang anak didik harus terlibat aktif atau bahkan bisa dibilang proaktif dalam sebuah pembelajaran. Alasannya, bahwa keterlibatan anak dalam bertanya dalam proses pembelajaran akan banyak manfaatnya. Bukan saja pada dirinya, pada teman-temannya, tetapi juga pada gurunya.

Pada diri si anak tersebut, atau yang berpartisipasi bertanya, tentu akan menumbuhkan rasa percaya diri, rasa keberanian, kemampuan berpikir kritis, senang menganalisa, menjadi pendengar yang baik, mampu mengkomunikasikan sesuatu dengan baik, dan bahkan masih banyak hal yang dapat dilatih dari aktivitas bertanya dari seorang anak didik tersebut.

Sementara pada teman-temannya, akan menularkan semangat untuk bertanya juga, membantu pemahaman teman-teman yang membutuhkan jawaban tetapi kurang berani bertanya, menghidupkan suasana pembelajaran, menjadi model dalam proses pembelajaran, atau barangkali masih banyak yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu.

Bagaimana pula dengan manfaatnya bagi guru? Saya yakin seorang guru, idealnya senang kalau ditanya. Saya pribadi berada pada posisi ini. Alasannya, dengan pertanyaan seorang anak, maka saya akan berpikir untuk menjawab pertanyaan tersebut. Melalui pertanyaan seorang anak, guru pun akan semakin rajin belajar dan mempersiapkan diri. Pembelajaran akan berkembang.

Harus diakui, bahwa banyak pembelajaran yang terungkap karena ada seorang anak yang bertanya. Bahkan terkadang pertanyaan tersebut terkadang munculnya tak diduga. Bukankah itu mampu membuat guru untuk berpikir lebih dalam?

Saya yakin ada seribu satu manfaat dari aktivitas bertanya dalam sebuah pembelajaran.

Pertanyaannya. Bagaimana menciptakan anak didik yang berani atau proaktif untuk bertanya?

Seorang guru, jangan pernah meremehkan pertanyaan seorang murid. Sesederhana apapun pertanyaan itu, harus dihargai dan bahkan diberikan pujian. Perlu mengingatkan dan menegur anak-anak yang meledek anak yang sedang bertanya, mengajarkan untuk menghargai pertanyaan orang lain harus dibangun dalam sebuah lingkungan belajar kita.

Bila anak-anak masih susah untuk bertanya, sepertinya peran guru perlu membantu untuk mengajarkan teknik untuk bertanya. Masa bertanya perlu diajari? Betul sekali. Ternyata untuk bertanya itu pun perlu ada tehniknya. Kalau tehnik bertanya itu sudah dikuasai seorang siswa, maka aktivitas bertanya di kelas pun akan menjadi sebuah kebiasaan.

Terakhir, barangkali unsur ” reward ” pun berlu diberikan dalam aktivitas bertanya. Misalnya, dengan memberikan poin atau sejenisnya. Jangan takut anak ketergantungan dengan ” reward “. Barangkali untuk tahap awal atau pemula hal itu mungkin diperlukan. Tetapi jika seorang anak sudah terlatih dan terbiasa untuk bertanya, mungkin reward tersebut tidak diperlukan lagi. Semoga bermanfaat.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar