6

Mengajar TIK di Sekolah Luar Biasa (+3)

Puguh Sudarminto May 18, 2015

ABK bisa

(Campaign AKU BISA Belajar TIK! siswa SMPLB Negeri Malang)

Tatapan matanya tidak pernah konsisten memperhatikan gurunya. Seperangkat komputer yang berada tepat di depannya membuat kosentrasi anak ini pecah. Sejurus kemudian ia memegang pencil dan menggambar komputer yang ada di depanya tersebut meskipun hal itu tidak diperintahkan oleh gurunya. Siswa setingkat SMP tersebut bernama Adam Kubro. Itulah gaya belajar Adam, siswa Autis kami dalam mengikuti pelajaran TIK di laboratorium. Nampak terlihat menjengkelkan, karena semau gue. Namun itulah salah satu sisi dari anak-anak berkebuhuhan khusus yang kami miliki.

Era Ubiquitous Computing (komputerisasi di mana-mana) membuat dunia pendidikan mau tidak mau harus mempersiapkan para siswanya bisa survie di masa depan. Salah satunya adalah dengan mengenalkan TIK kepada mereka. Saat ini hampir disemua level pendidikan kecuali TK, pembelajaran TIK sudah diberikan termasuk di sekolah-sekolah luar biasa.

Semangat untuk maju dan menyosong era ubiquitous computing, membuat kami guru-guru luar biasa atau PKLK bersemangat untuk memberikan materi pelajaran TIK kepada para siswa berkebutuhan khusus. Timbul pertanyaan menggelitik di khalayak umum. Apa bisa anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) itu belajar komputer? Bagaimana caranya mengajari mereka?. Memang jika pembelajaran TIK di sekolah reguler hampir tidak ada kendala berarti, namun implementasi pembelajaran TIK di SLB banyak kendalanya.

Perjuangan

Karena banyaknya kendala tersebut, membuat SLB kurang maksimal dalam memberikan layanan pendidikan TIK. Bahkan banyak SLB-SLB yang tidak bisa memberikan materi tersebut. Kendala berarti diantaranya: minimnya sarana-prasarana, ketiadaan sumber daya pengajar khusus bidang TIK, dan lemahnya siswa dalam menyerap informasi, pengetahuan dan melakukan praktik komputer.

Meskipun banyak kendala-kendala yang tidak bisa dipandang remeh, sekolah kami SMPLB Negeri Malang tetap berkomitmen untuk memberikan pelajaran TIK kepada siswa. Apalagi sekolah kami tiga tahun yang lalu mendapatkan bantuan seperangkat e-learning dari pemerintah hingga kami bisa mendirikan laboratorium komputer. Mungkin sekolah kami merupakan SLB yang pertama di Kota Malang yang memiliki fasilitas lengkap laboratorium komputer. Kami bersyukur bisa mendapatkan fasilitas tersebut. Salah satu bentuk rasa syukur adalah komitmen untuk memaksimalkan sarpras tersebut.

Problemnya tinggal SDM pengajar dan kenaekaragaman siswa. Karena tidak ada pengajar yang berlatar belakang TIK, akhirnya diputuskan salah satu guru yang kebetulan saya sendiri yang menjadi pengajar TIK. Hal ini membuat saya secara pribadi tertantang sekaligus terus meningkatkan kemampuan saya dalam bidang TIK.

Belum selesai sampai di situ. Di SLB, siswanya sangat heterogen –terdiri dari pelbagai kekhususan, seperti Tunanetra, Tunarungu, Tunadaksa, Tunagrahita dan Autis. Bahkan diantaranya ada siswa yang mengalami kecatatan ganda. Untuk mengatasi problem ini, guru harus pandai-pandai dalam memberikan pendekatan pembelajaran kepada siswa. Disinilah letak sesungguhnya “perjuangan” seorang guru ABK.

Pengalaman Berharga

Dalam perjalanan waktu, saya melihat bahwa pembelajaran TIK bagi anak-anak berkebutuhan khusus ini sangat bermanfaat. Tidak hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga bermanfaat kepada guru itu sendiri. Saya memanfaatkan TIK sebagai media atau sarana mengajar.

IMG_20141030_085338

(Alfian Rizky salah sat murid multihandycap)

Salah satu murid saya yang bernama Alfian Rizky Putra, adalah siswa dengan ketunaan ganda. Selain IQnya rendah dan tidak komunikatif, Alfian juga mengalami gangguan penglihatan (bukan buta total). Ia tidak bisa melihat obyek dengan jarak pandang terlalu jauh atau obyek dengan ukuran kecil.

Untuk mensiasatinya akhirnya saya dalam setiap memberikan materi pembelajaran, saya selalu menggunakan media presentasi power point. Media power point membuat ini membuat pembelajaran di kelas menjadi efektif (mengena) dan berjalan efisien.

IMG_20150223_095801

(Uswatun Chasanah, siswa Downsyndrom)

Setiap harinya hampir semua anak-anak berkebutuhan khusus di sekolah kami mendapatkan materi TIK, tentunya materi yang diberikan sangat beragam. Keberagaman materi didasarkan atas kemampuan anak berkebutuhan khusus (ABK). Siswa Tunarungu dan Tunagrahita gaya belajarnya cenderung visual. Sedangkan siswa Tunanetra gaya belajarnya mengarah pada verbal.

Jika dalam mengajar siswa Tunarungu guru menggunakan bahasa Isyarat, bagaimana caranya dengan mengajar siswa Tunanetra?. Anak-anak Tunanetra belajar komputer dengan bantuan seperangkat software bernama Jaws. Program jawas di tanam di perangkat komputer atau laptop siswa. Jika komputer dinyalakan dan dijalankan, maka komputer tersebut mengeluarkan suara berupa instruksi-instruksi yang sama persis sewaktu kita menjalankan atau menekan tombol komputer. Saat ini program Jawas ada yang berbahasa Indonesia. Bahkan baru-baru ini, ada seseorang dosen sebuah PTN di Malang yang berhasil mengebangkan Keyboard Brille dan salah satu produknya disumbangkan ke sekolah kami.

brlcover

(contoh keyboard Brille, sumber:a2i.co.uk)

Salah satu siswa kami yang menggunakan fasilitas Jaws ini adalah Alfarizky. Alfa, sapaan akrabnya sebenarnya adalah siswa normal. Tiga tahun yang lalu (ketika ia masih duduk di kelas 2 sebuah sekolah negeri terfavorit di kota Malang), terdiagnosis mengalami tumor otak. Pasca pengangkatan tumor tersebut, anak pintar dan hobi menggambar tersebut mengalami koma selama tiga bulan. Allah swt memberikan kesempatan untuk hidup namun dengan kondisi mengalami kecacatan. Saat ini untuk belajar komputer, Alfa harus berteman dengan Jaws, karena ia mengalami kebutaan total.

Talent Day

Di hari Sabtu, sekolah kami menjalankan program Talent Day. Dalam program Talent Day, setiap siswa dapat mengikuti beberapa program vocational yang sesuai dengan bakat dan minat anak. Diantara program vocational yang bisa diikuti ABK adalah keterampilan menjahit, musik, tataboga, dan komputer design grafis-internet.

prog vocational tik2

Untuk progran keterampilan komputer design grafis-internet yang mengajar adalah saya sendiri. Peserta program ini adalah para siswa Tunarungu pelbagai kelas. Sementara hanya diikuti oleh siswa Tunarungu karena siswa dengan berkebutuhan khusus yang lain belum ada yang berminat. Dan keterampilan ini memang membutuhkan kemampuan dasar, seperti IQ yang tidak boleh jauh di bawah rata-rata normal.

Program ini sudah dua tahun lebih berjalan. Selama kurun waktu dua tahun ini siswa berhasil menguasai beberapa materi design grafis sederhana, seperti membuat sertifikat dan kartu nama. Untuk materi internet, siswa sudah bisa membuat blog (berikut ini salah satu blog murid kami, Oqik Yoga Pratama yang berhasil masuk 5 besar tingkat lomba OSN tingkat Propinsi & juara 1 OSN tingkat kota, Thio Chalil & Brennix Kenzo)) dan membuat video sederhana kemudian diupload di youtube.

Alhamdulillah Creative Lab (saya menamai laboratorium tersebut) sudah berhasil menghasilkan banyak prestasi. Prestasi terbesarnya adalah dalam dua tahun berturut-turut para siswa kami selalu berhasil menyapu bersih (juara 1-4) lomba IT OSN PKLK se kota Malang. Lebih dari itu, dengan keterampilan tersebut para siswa seringkali dapat diberdayakan dalam pelbagai aspek yang berhubungan dengan komputer.

Tips Mengajar TIK

Terakhir, kami akan berbagi Tips mengajar TIK ABK, diantaranya:

Gaya belajar ABK

1. Tumbuhkan semangat baja di dalam diri. Agar kita tidak gampang mutung 
2. Kenali ABK dengan melakukan Assesment
3. Ketahui gaya belajar anak
4. Siapkan pelbagai metode atau pendekatan pembelajaran
5. Gunakan pendekatan Kontekstual & Meaningful
6. Ciptakan suasana nyantai, tapi tetap serius
7. Terakhir Sabar, sabar dan Sabar , , 

Dokumentasi kegiatan pembelajaran TIK di SMPLB Negeri Malang (youtube)

Semoga bermanfaat.

Puguh Sudarminto

Pengajar SMPLB Negeri Malang

blog saya, http://labpuguh.wordpress.com

“Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10″

Comments (6)

  1. Bak kata bijak,hidup ini adalah pilihan.Pilihan Pak Puguh untuk terjun ke dunia ABK, kita angkat topi.apalagi mengajar TIK anak-anak yang notabene memerlukan ilmu lebih baik dari segi bahasa maupun metode.Salut Pak.! lanjutkan menularkan ilmu TIKnya kita suport dengan doa…Salam kreatifitas ! ABK BISA !!

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar