3

Mengajar, Mendengar, Mencari, Menjawab, Membaca, Bertanya, Memahami dan Menulis (+2)

Blasius Mengkaka October 7, 2013

Sebenarnya inilah 8  aktivitas pokok yang biasanya dilaksanakan oleh para pendidik dan para peserta didik di dalam kelas. Di dalam kelas, para pendidik mengajar, bertanya, menjawab,  membaca dan menulis. Para peserta didik mendengar, mencari, membaca, bertanya, menjawab, memahami dan menulis. Kedelapan aktivitas ini merupakan kegiatan yang pokok sebab selalu dilakukan mutlak oleh para pendidik dan peserta didik. Para peserta didik kita bukan objek dalam pendidikan melainkan subjek. Kenyataannya dalam pertemuan tatap muka di kelas, para pendidik yang menjadi pembicara utama. Paradigma bahwa siswa/i menjadi objek di kelas harus diubah sebab yang bisa menjadi objek di kelas ialah ilmu pengetahuan dan teknologinya. Sebagai manusia maka ilmu dan teknologi yang merupakan karya kreatif manusia diwujudkan demi kepentingan kebahagiaan manusia baik di dunia maupun di alam baka. Bahwa guru dan siswa/i menjadi subjek di dalam kelas merupakan hal yang bagus dalam pendidikan.

Judul di atas berisi 8 aktivitas atau kegiatan. Kegiatan berarti kerja. Kerja selalu berhubungan dengan predikat, meskipun ada kata kerja tertentu yang bisa diobjekkan juga namun selalu bahwa aktivitas itu merupakan predikat. Manusia selalu merupakan subjek. Manusia di dalam kelas itu ada dua saja yakni Guru sebagai pendidik dan peserta didik sebagai para siswa/siswi. Bila mereka sebagai subjek maka merekalah yang merupakan pelaku ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri. Sejarah telah membuktikan bahwa peserta didik juga merupakan subjek di kelas. Setidaknya itulah yang pernah kita ketahui ketika para siswa/i sebuah SMK di Solo berhasil menciptakan inovasi baru berupa mobil dan pesawat terbang. Kenyataan ini setidaknya membuktikan bahwa peserta didik juga subjek yang patut diperhitungkan di dalam kelas. Ada saat tertentu di mana, pendidik harus mengalah kepada peserta didik dalam koreksi. Sebab ada peserta didik di dalam kelas yang kelewat kristis. Mereka meneliti kata demi kata atau angka atau rumus demi rumus yang diajarkan pendidiknya. Bila mereka menemukan kekeliruan, maka mereka segera menegur pendidik. “seharusnya begini, pak, rumusnya!” kata mereka, Atau “seharusnya begini pak, artinya!”, kata mereka.

Dengan kata lain bahwa pendidikan itu subjeknya ialah guru dan peserta didik. Itulah yang patut diterima dan dihayati selama ini. Namun justeru kenyataan ini terbalik di daerah-daerah tertentu. Soalnya begini. Bahwa ada yang mengkultuskan guru. Ini menjadi soal. Padahal guru itu manusia biasa. Kultus terhadap guru itu umumnya datang dari masyarakat tradisional di kampung.  Sebab masyarakat tradisional di kampung umumnya menganggap bahwa guru itu sama dengan pemimpin tradisional mereka. Pemimpin itu segala sesuatunya harus ditaati dan ditiru.

Bisa saja hal itu benar. Bahwa guru sebagai sumber ilmu pengetahuan patut dihormati. Namun ini sebnarnya kurang bagus sebab dapat mematikkan inisiatif dan kreativitas siswa/i. Bahwa guru dapat salah dan ia perlu bantuan pihak lain. Dalam upacara hari senin, ada bagian upacara yang diucapkan oleh siswa: patuh dan taat kepada guru, orang tua dan pemerintah. Mungkin inilah letaknya mengapa para siswa/i patuh dan taat kepada guru, orang tua dan pemerintahnya. Kita perlu jelaskan bahwa kata patuh dan taat kepada guru, orang tua dan pemerintah itu patut diberikan catatan. Bahwa sejauh itu dianggap benar, mendukung kreativitas, demi kebaikan umum maka seorang guru, orang tua maupun pemerintah patut disadarkan demi kebaikan umum.

Pada akhirnya bahwa beraktivitas di dalam kelas itu merupakan sebuah pertanda kekuasaan. Itu berarti bukan saja pendidik yang beraktivitas dan berkuasa, namun para peserta didik juga beraktivitas dan berkuasa. Kitapun sadar bahwa dengan beraktivitas kita akan berubah. Sama halnya dengan hukum alam. Bahwa sebuah benda yang berakhtivitas akan berubah itu pasti. Misalnya bola berguling, maka bola akan berubah letaknya. Demikianpun kalau air hujan jatuh ke bumi maka air akan berpindah tempat. Maka jelas bahwa beraktivitas artinya berubah. siapa yang tidak berkaktivitas di dalam kelas dia tidak akan berubah, termasuk guru atau pendidik. Maka beraktivitaslah. Lakukanlah: mengajar, mendengar, mencari, menjawab, menulis, memahami, bertanya dan membaca sebab dengan melakukan aktivitas-aktivitas ini, para pendidik dan peserta didik akan berubah dan berkembang menjadi lebih baik, lebih berhasil dan lebih maju. Salam sukses…

 

Comments (3)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar