5

Mengajar Masa Pandemi Itu Penuh Lika-Liku (0)

Thurneysen Simanjuntak March 29, 2021

Seorang teman bertanya kepada saya. “ Menurutmu bagaimana suasana mengajar di masa pandemi Covid-19 ini? ”

Saya menjawabnya dengan jujur.

Banyak letihnya kawan, lebih ekstra dibandingkan saat pembelajaran “offline” atau pembelajaran luring.

Mulai dari belajar teknologi pembelajaran yang akan digunakan. Memikirkan penggunaan metode, model hingga evaluasi pembelajaran yang lebih efektif dengan situasi yang sedang dihadapi.

Belum lagi beragamnya karakteristik anak didik saat mengikuti pembelajaran online atau daring. Para guru pasti sudah mengerti dengan apa yang saya maksudkan.

Tetapi bagi seorang guru tidak menjadi alasan untuk tidak mengajar dan berhenti belajar. Ketika seorang guru benar-benar memahami panggilannya menjadi guru, maka dia tidak akan pernah ada kata menyerah dan kalah dengan keadaan yang terjadi.

Justru masa seperti ini, ternyata seorang guru memiliki kesempatan mempelajari hal – hal yang baru. Termasuk dalam hal pemahaman dan penggunaan teknologi pembelajaran yang kekinian. Bukankah tantangan proses pembelajaran masa yang akan datang akan semakin berat kita hadapi? Terutama di era yang serba digital ini.

Semakin cepat perubahan menggelinding, tentu tidak luput dari perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan. Dengan demikian kita pun harus keluar dari zona nyaman (comfort zone) kita selama ini. Masa pandemi Covid-19 ini adalah saat yang paling tepat untuk keluar dari zona nyaman tersebut.

Kalau bicara tentang tantangan yang terjadi dalam perubahan, tentu kita semua akan mampu melaluinya, selagi kita terbuka dengan perubahan dan bersedia menjadi pembelajar, serta mencoba beradaptasi dalam gelombang perubahan tersebut. Maka kita akan menjadi insan yang kuat dan adaptif.

Tantangan kalau disikapi dengan baik, tentu akan menjadi sebuah peluang. Saya jadi ingat dengan sebuah kecerdasan yang pernah saya pelajari puluhan tahun lalu. Adversity Quotion. Kecerdasan mengubah tantangan menjadi peluang. Kecerdasan yang diperkenalkan Paul G. Staltz ini tentu penting kita pahami di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang.

Apakah kita termasuk tipikal yang cerdas dalam hal ini? Tentu kemampuan kita melihat peluang dari masalah pandemi Covid-19 ini adalah jawabannya.

Memang mengajar masa pandemi Covid-19 ini penuh lika-liku, penuh misteri dan banyak hal yang belum kita tahu. Tapi kita yakin bahwa di tengah lika-liku itu ada kita temukan berbagai kesempatan yang membuat kita siapa sesungguhnya diri kita. Apakah kita sosok yang siap berproses dan berubah?

Saya pribadi mencoba melihat berbagai sisi – sisi positif dari berbagai hal yang saya lalui. Saya yakin di dalam kelemahan saya pasti ada kekuatan. Di tengah tantangan atau masalah, pasti ada peluang. Hal inilah yang perlu kita pahami dalam situasi ini.

Setiap kelemahan kita benahi, setiap tantangan harus dihadapi. Sehingga kita menjadi guru pemenang dalam di tengah pandemic yang penuh lika-liku.

Comments (5)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar