1

Mengajar dengan Hati (+3)

parlin simanjuntak December 27, 2014

Setiap langkah guru selalu diamati,diperhatikan,diselidiki oleh semua insan,mulai dari lingkungan sekitar,masyarakat luas dan yang paling sering adalah anak didik kita.

Pengamatan ini seakan menempatkan bahwa guru adalah mahluk yang sempurna,mahluk yang dianggap serba tahu,serba bisa karenanya guru selalu ditempatkan dalaam segala situasi selalu mendahulukan guru,baik dalam pengajian,maupun kebaktian demikian juga halnya dalam urusan adat.

Demikian halnya didalam kelas,begitu banyak harapan para murid kepada gurunya bahwa siswa menganggap guru itu mempunyai nilai yang lebih dari segalanya,contohnya : ketika saya selesai mengajar sistim reproduksi manusia dengan memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk bertanya sepanjang yang mereka tahu,dan menjelaskan dengan penuh antusias,besoknya saya masuk dalam kelas yang sama,seorang anak perempuan maju kedepan dan bertanya ,”bapak seorang dokter ,ya “,sayapun terkejut dan bertanya kenapa rupanya ?,dia akhirnya bercerita bahwa kakaknya yang sudah menikah selalu keguguran begitu hamil selama 3 bulan,akhirnya sayapun menjelaskan dengan penuh perhatian sepanjang yang saya tahu.

Pengalaman diatas membawa saya dalam pemikiran ketika seorang guru mengajar dengan penuh perencanaan,persiapan dan mau membaca kembali sumber – sumber pelajaran tentang materi yang diajarkan maka akan terjadi interaksi antara siswa dengan guru yang lebih terbuka,dan mau saling menerima antara sumber pengetahuan dari guru dengan pengetahuan siswa yang sudah ada.

Pengalaman yang saya alami adalah,ketika menganggap bahwa apa yang ada dalam pikiran kita sudah diketahui siswa,contohnya saya mengajar juga tentang sistim reproduksi manusia,maka muncul pertanyaan seorang anak perempuan apa itu masturbasi dan onani,sebagian siswa yang lain tertawa,sebagian lagi diam,dan saya sempat marah karena saya berpikir apakah seorang anak SMA yang konon tinggal dikota besar tidak tahu artinya,akhirnya selidik punya selidik mereka sama sekali tak mengerti tentang hal tersebut.

Kasus diatas memberikan pemikiran apa sebenarnya peran guru terhadap siswa dalam menerapkan suatu materi pelajaran terhadap kehidupan pribadi siswa.

Harapan yang paling tinggi  dari seorang siswa terhadap gurunya adalah apabila guru tersebut mengajar dengan hati yang tulus dan dapat diwujudkan dengan cara :

1.guru harus mempersiapkan materi yang akan diajarkan

2.guru harus selalu memberikan siswa kesempatan bertanya

3.guru wajib memberikan tantangan pertanyaan kepada siswa

4.guru diwajibkan tidak selalu meninggalkan kelas dalam belajar

5.guru diwajibkan untuk menambah ilmu pengetahuan

6.guru diwajibkan selalu mengganti model mengajar dikelas.

7.guru diwajibkan memeriksa tugas dan hasil ujian siswa

8.guru dilarang hanya meninggalkan tas didalam kelas

Kehadiran bapak/ibu guru didalam kelas akan dinantikan siswa dalam kelas ketika langkah kita disertai senyum yang indah dan mengnggap bahwa anak itu adalah anak kita,dan keberhasilan mereka adalah keberhasilan kita.

bravo…

guru Indonesia

Comments (1)

  1. Terima kasih sharenya Pak, sebagai guru kita harus mempersiapkan diri dengan delapan cara yang Bapak bagikan,

    Saat ini saya sedang melakukan langkah ke 6 mengganti model mengajar di kelas, saya sedang belajar metode 123 magic.

    Salam hangat dari Salatiga Pak.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar