0

Menempuh Perjalanan Jauh Hanya Demi Upacara Bendera (0)

AfanZulkarnain February 24, 2021

Saya adalah satu dari sekian banyak orang yang lolos seleksi CPNS Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur pada tahun 2019. Saya mendapatkan SK CPNS pada 27 Mei 2019 dan saya ditempatkan di sebuah madrasah di Jombang. Setelah mendapatkan SK tersebut, saya pun langsung menuju kota tersebut untuk mengumpulkan suatu berkas. Setelah urusan saya di Jombang selesai, saya bertolak menuju kampung halaman, Banyuwangi.

Saya pun segera menyelesaikan segala macam tanggung jawab saya di sekolah tempat saya mengabdi sebelumnya. Sebuah SMP swasta. Salah satu tanggung jawab tersebut adalah raport kenaikan kelas. Tugas saya sebagai wali kelas merampungkan raport anak-anak. Alhamdulillah, pekerjaan tersebut dapat teratasi.

31 Mei 2019. Hari Jum’at. Raport dibagikan. Saya memanfaatkan momen pembagian raport untuk berpamitan kepada wali murid. Hari itu adalah hari terakhir saya menjadi guru di sekolah tersebut. Alhamdulillah, saya bersyukur pernah mendapatkan kesempatan mengajar di sekolah yang telah membuat saya belajar banyak hal.

Usai membagikan semua raport, saya mendapat pesan WA bahwa seluruh CPNS wajib mengikuti upacara hari lahir Pancasila, 1 Juni 2019, di kota penempatan masing-masing. Itu artinya, hari itu juga saya harus bertolak ke Jombang. Karena mendadak, saya belum mempersiapkan apapun. Hanya berbekal beberapa uang. Maklum, saat itu tanggal tua. Saya belum gajian.

Jam 2 siang, saya pun berangkat dengan menaiki bus dari Terminal Karangente, Banyuwangi. Busnya alot dan membuat emosi meninggi. Sedikit-sedikit ngetem. Sedikit-sedikit saya di oper ke bus yang lain. Perjalanan melelahkan itu berakhir di Terminal Bungurasih, Surabaya. Saya tiba di sana jam 11 malam. Selanjutnya, saya harus menunggu sekitar sejam setengah untuk naik bus jurusan Jombang. Alhamdulillah dapat meski harus desak-desakan. Wajar,waktu itu musim mudik lebaran.

Itu adalah kali pertama saya ke Jombang larut malam. Saya sampai Jombang sekitar jam setengah dua. Berdasarkan informasi, saya harus turun di sekitar stasiun Jombang. Kata seorang teman, stasiun tersebut dekat dengan lokasi upacara yang telah ditentukan, yakni MAN 1 Jombang.

Saya selanjutnya menaiki becak motor menuju lokasi tersebut. Lucunya, pak becak tidak tahu dimana Man 1 itu. Apalagi saya. Diperparah HP mati, saya tidak bisa menggunakan googlemap. Walhasil tukang becak tersebut mengarahkan becaknya ke berbagai sekolah di Jombang.

Sampai SMAN 1, beliaunya bertanya dengan bahasa jawa halus, “niki,mas?”

Saya menjawab “mboten,Pak”

Sampai SMP Sunan Ampel, beliaunya kembali bertanya,”niki,mas?”

Saya pun menjawab,”mboten”

Sampai SMA Muhammadyah,beliau tanya kembali. Lagi-lagi saya menggelengkan kepala. “mboten”

Hikmahnya adalah saya bisa merasakan atmosfer Jombang di malam bulan Ramadhan. Banyak anak-anak muda berseliweran patrol keliling untuk membangunkan sahur orang-orang. Mereka bersholawat menyusuri jalan-jalan.

Beruntung, kami bertemu sepasang suami istri di sebuah jalan. Mereka sepertinya baru saja belanja kebutuhan sahur. Saya lalu bertanya lokasi MAN 1 Jombang. Mereka lalu mengarahkan Pak Becak ke suatu tempat.

Alhamdulillah. Saya sampai di lokasi sekitar jam 2 lebih.

Namun, tiba-tiba saya kebingungan sendiri. Saya harus tidur dimana?Masak di trotoar sampai upacara digelar? haha .

Akhirnya saya beranikan diri menuju gerbang MAN 1. Ada satpam. Saya dekati. Dengan memelas saya menyampaikan bahwa saya datang dari Banyuwangi untuk ikut upacara dan meminta izin tidur di musholla. Alhamdulillah diizinkan. Malah saya diberi makan untuk sahur. Setelah itu saya tidur sebentar. Pukul 04.30, saya bangun untuk mandi, sholat subuh lalu persiapan upacara.

Upacara pun di mulai hingga sekitar jam setengah sembilan. Jam 9-an, untuk kali pertama saya bertemu dengan rekan-rekan CPNS yang ditempatkan di satu madrasah dengan saya. Rupa-rupanya, saya yang rumahnya paling jauh. Setelah itu, kami diminta kembali ke kota masing-masing dan menunggu informasi tentang kapan kami memulai mengabdi di madrasah penempatan.

Begitulah. Jam 10 pagi, saya bertolak kembali ke Banyuwangi. Seperti biasa, naik bus. Menempuh perjalanan 12 jam.

Suatu pengalaman yang luar biasa menyenangkan.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar