11

Meneladani Nasionalisme Habibie (0)

Supadilah S.Si December 20, 2020

Review Buku Meneladani Nasionalisme Seorang Habibie

BJ Habibie adalah perpaduan antara genetika orang terpelajar yang mengutamakan ilmu pengetahuan dan genetika orang beragama yang mengutamakan iman dan ketakwaan. Kendati tidak hitam putih, artinya dari garis keturunan ayah dengan kualitas imtak menonjol tidak berarti tidak memiliki kualitas iptek, begitu juga sebaliknya, dari garis keturunan ibu dengan kualitas iptek yang menonjol bukan berarti tidak memiliki kualitas imtak. (Halaman 16)

Tidak hanya cerdas dengan nilai pelajaran ilmu pasti dengan angka 10, Habibie juga adalah sosok yang rendah hati dan supel sehingga dia menjadi siswa favorit di sekolah. Habibie mengajarkan pentingnya kerja keras untuk sukses. Ketertarikannya mempelajari ilmu membuatnya bertekad belajar ke Aachen, Jerman walaupun hanya dia satu-satunya yang belajar dengan sistem delegasi, bukan beasiswa, tapi dengan biaya sendiri. Sebagai ketua PPI, Habibie sangat ramah kepada sesama mahasiswa dari Indonesia dan warga setempat. Seringkali terlihat ngobrol santai dengan penyapu jalanan.

Nasionalisme Habibie terlihat sejak dulu. Semasa di Eropa, Habibie kerap mengungkapkan “Pada zaman sebelum perang, para pelajar dan mahasiswa kita di negeri Belanda bergerak untuk berusaha memerdekakan bangsanya. Untuk itu, kita sebagai pejuang bangsa harus pula berbuat sesuatu untuk bangsa dan negara selama kita berada di Eropa ini” ungkapnya. (Halaman 58).

Pada saat menjabat sebagai ketua PPI, Habibie berhasil mengadakan seminar pembangunan seluruh mahasiswa dan pelajar se-Eropa, yang memberikan pandangan arah pembangunan Indonesia pada jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Pelaksanaan seminar dilakukan dengan biaya swakelola tanpa bantuan pemerintah dan kecenderungan partai politik. Habibie mendatangi pimpinan perusahaan besar seperti Mercedes-Benz, Siemens, dan lainnya.

 Meskipun saat berlangsung seminar Habibie tidak ikut karena sakit karena kelelahan mempersiapkan seminar dengan sangat menguras tenaga. Sakit parah, Habibie bahkan sudah dimasukkan ke ruang isolasi. Dalam perbaringan sakitnya, tercipta sajak untuk tanah airnya. Dia akan memberikan jiwa raga pada bangsa dan tanah air.

Cukup besar tekad Habibie untuk sukses dengan kuliahnya. Tujuh tahun lamanya Habibie jalani di Jerman Barat, tanpa sekali pun pulang ke tanah air. Kecintaan terhadap tanah air, membuatnya meninggalkan jabatan sebagai Vice President dan Director of Applied Technology pada perusahaan Jerman Messerchmitt Bolkow-Blohm (MBB) yang terkenal, dan tidak nudah dicapai setiap orang (Halaman 111). Habibie pulang ke Indonesia pada 26 Januari 1974. Malamnya bertemu presiden Soeharto, mendapat perintah untuk memajukan teknologi Indonesia. Selama satu tahun, Habibie kerja sebagai Penasihat Presiden Republik Indonesia memimpin Divisi Advanved Technology Pertamina. dengan tanpa memiliki kantor.

Judul Buku                  : Mr. Crack Dari Pare-Pare

Penulis                        : A. Makmur Makka

Penerbit                       : Republika Penerbit

Cetakan                       : I, Februari 2018

Jumlah halaman          : xix + 493 halaman

ISBN                           : 978-602-082-291-4

Peresensi                     : Supadilah

About Author

Supadilah S.Si

Seorang guru di SMA Terpadu Al Qudwah, Lebak, Banten. Selalu berusaha menjadi guru yang baik untuk murid-muridnya. Suka belajar apapun. Hobi menulis di blog atau media sosial. Pengen dapat banyak ilmu dan pengalaman di www.guraru.org. Ayo saling berbagi

View all posts by Supadilah S.Si →

Comments (11)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar