0

Mendebat Pembelajaran Dalam Jaringan; Efektif Atau Destruktif? (0)

Resti Prastiwi August 20, 2021

Nita tahun ini naik ke kelas VIII di salah satu SMP Negeri di Bali, tidak banyak yang ia ingat sejak terakhir kali pembelajaran di sekolahnya dilakukan secara tatap muka. Bulan Maret 2020 kemarin terakhir kali sekolahnya melakukan proses belajar-mengajar secara normal sebelum adanya pengumuman sekolah diliburkan sementara. Sebagai anak sekolah seusianya tentu saja sekolah libur sungguh dinanti, namun jika ternyata liburnya jadi satu tahun sudah tentu was-was juga. Selama sekolah diliburkan semua proses belajar mengajar diganti menjadi belajar daring, istilah lainnya online. Pertama – pertama keren juga, terasa seperti ada meeting dengan kolega walaupun atasan rapi bawahannya masih pakai kolor, begitu terus berjalan sampai tahu-tahu sudah jalan satu tahun tanpa ada tanda – tanda akan berakhir. Orang tua Nita tentu ketar -ketir juga, Ayahnya di -putuskan hubungan kerjanya walaupun kerja di toko bangunan tapi setiap bulan kehidupan keluarganya terjamin, Ibu Nita buka toko kelontong yang setiap hari ramai pembeli walaupun banyak yang berhutang, cicilan sepeda motor jalan terus; ada tagihan listrik, air, dan kebutuhan sehari-hari juga tentu tidak bis amenunggu untuk dibayar, sekarang ditambah pula dengan paket data internet belajar daring si Nita yang harus dipenuhi. Corona oh Corona.

Sebagai salah satu pemeran utama yang menggeluti pembelajaran secara daring, Nita mengaku merasa sedih harus belajar sendiri dari rumah, sebagai ABG jiwa sosialnya berteriak ingin dipuaskan dengan belajar secara tatap muka kembali dan berkumpul bersama teman-temannya, entah belajar kelompok atau sekedar merasakan adrenalin saat mencontekwaktu ujian.

Nita hanya salah satu siswa yang merasakan tekanan dan kesepian selama belajar secara daring karena dampak pandemi covid 19 ini. Dimulai dari kuartal pertama tahun 2020 pemerintah Indonesia mengambil kebijakan untuk menghentikan proses belajar mengajar secara tatap muka guna memutus mata rantai penyebaran covid 19 lalu demi tetap berlangsungnya pendidikan di negeri ini kemudian diperkenalkan pembelajaran secara daring. Pembelajaran secara daring menjadi opsi yang paling masuk akal ditengah semakin meningkatnya kasus dan penderita covid 19, namun opsi yang masuk akal ini apakah menjadi opsi terbaik dan tanpa konsekuensi? Pembelajaran daring berarti membiarkan peserta didik belajar tanpa adanya interaksi langsung dengan temN sekelas dan guru, jika hal ini berlangsung lama kemungkinan peserta didik berubah menjadi pribadi yang kurang bersosialisasi. Peserta didik juga kemungkinan menjadi pemalas mengingat tidak ada pengawasan langsung dari guru dan dengan kemajuan teknologi kemungkinan mencontek selama ujian menjadi semakin besar. Dari sudut pandang orang tua murid tentu pembelajaran daring menjadi satu hal yang sangat merugikan, tidak semua orang tua murid mampu memfasilitasi anaknya dengan laptop/komputet desktop yang mumpuni, perangkat android juga mungkin tidak dimiliki oleh semua keluarga murid, belum lagi alokasi dana tambahan untuk membeli paket internet yang kadang malah dihabiskan anaknya untuk bermain game di gawai masing-masing.

Berangkat dari permasalahan tersebut mungkin pantas saja jika opsi lainnya dipertimbangkan namun jika tidak ada opsi lain sudah seharusnya pemerintah membuat batasan-batasan atau bahkan mungkin kurikulum yang dikhususkan untuk pembelajaran online, tentu saja beragam aspek harus dipikirkan terutana aspek psikologis dari peserta didik. Dengan adanya pembelajaran daring diharapkan dapat menjadi pengganti sementara proses belajar mengajar secara tatap muka namun jika tidak dilaksanakan dengan benar dan tidak adanya dukungan dari semua stakeholder terutama tenaga pengajar, orang tua murid, dan murid itu sendiri sudah tentu pembelajaran daring hanya akan menjadi proses yang destruktif bagi psikologi maupun kemampuan akademik siswa.

Tagged with: ,

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar