14

Mendahulukan kewajiban dari hak (+3)

Bu Etna @gurutematik November 13, 2013

Selamat pagi Guraru. Pagi ini saya merenung dan berpikir, apakah saya sudah mendahulukan kuwajiban dari hak? Ehm … ya, ternyata sayapun kadang lupa diri, tugas mulia sebagai guru belum kulakukan dengan optimal, profesionalime belum total, namun saya selalu memohon kepada Allah SWT melebihi dari apa yang telah dan sedang kulakukan. Bagaimana dengan kewajiban rumah? Rasanya kedua kewajiban itu belum optimal kulaksanakan.

Saya mencari sesuatu di FB dan kuperoleh sesuatu yang sesuai dengan tujuan. Ya, kita memang harus mawas diri dan segera meningkatkan kekurangan kita yang dapat membahayakan. Berikut adalah siraman rohani dari Ustad Kudang Seminar, siswa saya lulusan tahun 1982. Beliau dosen IPB. Terima kasih prof Kudang atas siraman rohaninya pagi ini, Insya Allah bermanfaat bagi saya, keluarga, dan bangsa.

Sudah banyak nasehat, pepatah, azas serta konsep hidup seperti “Dahulukan kewajiban dari hak”, namun andaikata itu dipraktekkan ternyata masih banyak berdimensi dunia (horizontal). Tapi untuk dimensi vertikal kita justru menuntut hak kepada Allah SWT terlebih dahulu (dengan berdoa dengan tergesa, dengan merengek, menangis mengeluh, menagih janji Allah, berprasangka buruk kepada Allah) sementara pemenuhan kewajiban kita kepada-NYA masih sangat minim dan bahkan nihil. Hamba Allah yang paling beretika mulia dan cerdas lahir bathin adalah yg mendahulukan semua kewajibannya kepada Allah dibandingkan meminta haknya kepada Allah. Allah berfirman: “Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu adalah yang paling bertaqwa disisi (dimata) ALLAH.”

Salah satu contoh lebih dulu menuntut hak dari melaksanakan kewajiban kepada Allah adalah: Seseorang memohon agar anaknya dijadikan hamba yang soleh atau soleha, sementara kewajiban perintah Allah untuk mendidik anak diabaikan. Seseorang yang minta kepada Allah agar istrinya jadi hamba yang soleha, tapi kewajiban memenuhi perintah Allah untuk memperlakukan istri dengan baik tidak dilaksanakan. Seseorang memohon kepada Allah agar dirinya dijadikan hamba ahli ilmu, tapi waktu untuk menuntut ilmu hampir tidak disediakan waktu untuk berguru juga tidak maksimal. Seseorang memohon rezeki yg banyak kpda Allah, sementara rezeki yang telah dimiliki tidak disedekahkan, tidak infakkan dan tidak dizakatkan padahal mampu. Seseorang memohon agar segera dipanggil ketanah suci, sementara niat belum kokoh, ikhtiar belum maksimal. Salah satu kelemahan manusia umumnya adalah pandai meminta hak tapi tak pandai menjalankan kewajiban.

Ya Allah, ampuni hamba yang terlampau banyak meminta, sedang belum sepenuhnya kewajiban hidup ini hamba laksanakan. Mulai pagi ini saya harus berupaya untuk meningkatkan diri dalam memenuhi kewajiban, baik untuk keluarga, maupun bangsa. Saya harus bekerja tanpa menuntut hak. Insya Allah hak tersebut akan secara otomatis saya terima sesuai dengan kewajiban, amin.

Demikianlah Guraru renungan saya di pagi hari ini dan saya share langsung ke website ini. Insya Allah bermanfaat. Selamat menunaikan ibadah puasa Asyura, bagi yang melaksanakannya. Selamat beraktivitas, salam perjuangan.

About Author

Bu Etna @gurutematik

Saya guru kimia di SMAN 16 Surabaya sejak tahun 1973 hingga Desember 2011. Saya sudah purna tugas sebagai PNS, namun Insya Allah saya tetap mengajar untuk melayani bangsa hingga akhir hayat. Pembelajaran yang saya lakukan dapat melalui blog, sms, email, atau yang lain. Saya selalu berupaya untuk mengajar kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Sebagian dari pengalaman ini sudah saya tulis di blog saya. Insya Allah saya dapat menulis secara rutin, termasuk permintaan pengguna blog.

View all posts by Bu Etna @gurutematik →

Comments (14)

  1. Terimakasih bunda atas sharingnya dan sudah mengingatkan kita semua. Iya benar, dahulukan kewajiban daripada hak.

    Dengan mendahulukan kewajiban kita sebagai hamba Allah SWT dan sebagai guru melalui ibadah, tugas, kita laksanakan sebaik-baiknya maka dengan sendirinya akan memunculkan hak yang akan kita terima. Dasari melakukan sesuatu dengan hati ikhlas dan mengharap ridho dari Allah SWT. Semoga kita smeua menjadi orang-orang yang beruntung dan pandai bersyukur.

    Saya berikan ‘Vote” bu.

    Salam hormat,

  2. Sesuai firman Allah dalam surat Al fatihah ” iyyaaka na’budu wa-iyyaaka nasta’iin” yang artinya : Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Disini jelas kita HARUS mendahulukan kewajiban daripada hak kita, Salam Bu Etna, thx sharenya

  3. Alhamdulillah pak Muhammad. Guraru, marilah kita menegakkan disiplin untuk melaksanakan kewajiban sebaik-baiknya, karena merupakan tanggung jawab.kita. Insya Allah kita bisa menjadi contoh yang lain. Terima kasih responnya, semoga kita termasuk guru peduli pendidikan, amin.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar