4

Mencoba Konsisten Menulis Masa Pandemi (0)

Thurneysen Simanjuntak March 26, 2021

Setahun sudah pandemi Covid – 19 merebak di negeri kita. Aktivitas kita sangat terbatas. Belum bebas ke sana ke mari. Akhirnya, banyak juga aktivitas yang harus dilakukan di dalam rumah saja.

Bagi saya pribadi, salah satu aktivitas yang berkurang semasa pandemi Covid – 19 ini adalah berkumpul dengan komunitas penulis. Ajang ini tentu sangat bermanfaat untuk saling mengasah, berbagi pengalaman dan wawasan. Belum lagi pertemuan dengan komunitas itu bagaikan api yang menghangatkan, selalu siap menginspirasi dan memotivasi.

Harus diakui, ternyata bertemu secara ” offline ” itu rasanya lebih pas, daripada bertemu secara ” online “. Kualitasnya berbeda. Itu menurut pengalamanku. Mungkin berbeda dengan pengalaman sahabat pembaca.

Tetapi, saya pribadi terus mencoba untuk tetap menikmati pertemuan dengan komunitas penulis walau hanya dengan cara ” online “. Setidaknya itu masih berdampak, membuat saya tetap bersemangat menulis hingga saat ini. Bahkan hingga tulisan ini.

Berdasarkan resolusiku di awal tahun, menulis memang menjadi salah satu aktivitas yang harus saya pertahankan. Setidaknya masa pandemi Covid – 19 ini, saya harus bisa menulis minimal satu artikel per dua hari. Kalau bisa lebih, malah lebih baik. Kalau secara angka, berharap saya bisa menulis minimal 180 artikel tahun ini. Ingin rasanya melewati target tahun sebelumnya yang hanya menulis sekitar 150 tulisan.

Selain itu, saya juga berharap bisa mewujudkan buku solo. Selama ini memang sudah beberapa kali menulis buku, tapi masih keroyokan alias antologi. Berharap saja pada bulan September nanti imipian itu terwujud. Kog harus September? ” Biasalah……. ” itu hari istimewaku. Sebab ikirku, tidak afdal kalau belum behasil menulis buku solo. Minimal satu. Setidaknya bisa nanti diwariskan ke anak cucu hehe.

Memang tantangan untuk konsisten menulis selama pandemi Covid – 19 ini tidak mudah. Persiapan mengajar Pembelajaran Jarak Jauh ( PJJ ) ternyata butuh tenaga ekstra, belum lagi harus belajar teknologi pendukungnya yang tiada kata habis – habisnya.

Tapi sejak zaman kuliah sudah menjadi kebiasaan bagiku, semakin sibuk ternyata saya dituntut untuk lebih disiplin membuat perencanaan.

Saya pribadi memiliki beberapa cara untuk tetap konsisten dan disiplin menulis selama masa pandemi.

Pertama. Saya mencoba memilih untuk menuangkan segala ide yang ada dipikiran, atau menuliskankan pengalaman selama pandemi ini. Tidak peduli tulisan itu bagus atau tidak, menarik atau tidak, yang penting untuk membiasakan diri menulis. Bukankah menulis pengalaman itu jauh lebih mudah daripada menulis yang butuh observasi sani sini? Sehingga menulis itu tidak butuh nunggu lama. Kalau nunggu lama takutnya ide dan pengalaman yang mau ditulis keburu dingin. Intinya, tulis saja yang ada di kepala.

Kedua. Saya rajin mencari informasi lomba. Dan bukan hanya mencari informasi lomba saja ya, tetapi mengerjakannya dan tidak lupa mengirimkan penyelenggara. Sebab temanku ada juga yang senang mencari informasi lomba, tapi tidak mengeksekusinya. Alasan utama mengapa mengikuti lomba menulis membuat diri konsisten dan disiplin? Saya terbantu, sudah ada topik. Jadi tidak perlu mikirin topik apa lagi yang mau ditulis. Kemudian, lomba menulis itu ada ” deadline “, hal itu tentu memaksa saya untuk tetap disiplin menuntaskan menulis.

Nah, itulah dua hal yang menjadi senjata saya agar tetap konsisten dan disiplin menulis. Salam dan selamat pagi sahabat pembaca.

Comments (4)

  1. Ternyata begitu ya triknya. Saya masih suka gak konsisten nih. Sering stalking kegiatan2 lomba namun banyak yang sampai lewat dateline belum juga ke garap. Semoga bisa belajar banyak dr tulisan ini. Untuk lebih konsisten lagi dan menulisnya dalam catatan rencana dan tentu segera beraksi.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar