8

Memotivasi Anak Membuat Puisi (+5)

Ms. Resty October 8, 2013

56

Membaca ulasan ibu Etna di guraru dengan judul Plagiat di Kalangan Pendidik’ http://guraru.org/guru-berbagi/plagiat-di-kalangan-pendidik/, menjadi sebuah renungan kita bersama, khususnya kalangan pendidik di Indonesia .

Pentingnya menumbuhkan sikap cinta membaca dan budaya menulis sejak dini mungkin dapat menjadi langkah awal terbentuknya generasi cinta baca dan tulis di negri ini.

Salah satu upaya menumbuhakan budaya ini dapat kita lakukan di kelas kita, seperti contoh artikel berikut yang telah saya upload di blog saya, Ibu Guru Kami

Mencintai karya sastra sejak kecil tentunya akan menjadi benih yang berguna di kemudian hari. Apalagi jika kemudian anak tergerak hatinya untuk membuat karya sastra, baik berupa cerita maupun puisi. ‘Special Moment’ inilah yang patut kita apresiasi.

Seperti di semester 2 tahun-tahun lalu saya selalu menemukan bibit- bibit unggul yang memiliki kecerdasan linguistik utamanya membuat dan mendeklamasikan puisi. Tentu saja ‘penemuan’ ini tidak serta merta datang begitu saja apabila kita sebagai pendidik tidak memfasilitasi tumbuh dan kembangnya kemampuan berbahasa ini.

Melalui KD Bahasa Indonesia di kelas 2 SD, saya selalu mengajak anak-anak untuk mencoba sendiri membuat puisi anak sederhana. Langkah-langkah secara garis besar pembelajaran ini adalah:

– Pertemuan awal- Menyalin puisi ke dalam huruf bersambung. Guru
mengenalkan bait dan bagaimana menulis judul yang benar.

– Pertemuan kedua- Membuat puisi secara klasikal di depan kelas
dengan tema tertentu misalnya pekerjaan.

Membuat puisi bersama –> Satu puisi hasil kreasi
bersama anak-anak. Di kegiatan ini setiap anak boleh urun ide untuk baris puisi.
Contoh:

Pak Polisi

Engkau bekerja pagi hingga petang

Guru membuka dengan kalimat pertama lalu meminta anak-anak untuk
melanjutkan baris puisi selanjutnya.

– Pertemuan berikutnya; membuat puisi secara kelompok dari gambar
yang disediakan. Misalnya tema pekerjaan: Gambar-gambar yang
disiapkan adalah berbagai macam profesi seperti polisi, dokter,
tentara, koki, pilot, guru dsb.

– Akhirnya ajaklah anak untuk mencoba membuat puisi dengan bahasanya
sendiri. Mintalah mereka untuk menyiapkan gambar-gambar yang akan
dijadikan tema puisi. Berikan motivasi pada anak untuk dapat
menciptakan puisi. Puisi ditulis di kertas HVS atau folio bergaris.
Mintalah mereka untuk menghiasi kertas puisi semenarik mungkin
dan menempelkan gambar profesi sesuai tema puisi.

Saya yakin anak-anak akan larut dalam pembelajaran ini. Mereka asyik bermain dengan kata-kata untuk menghasilkan untaian baris yang puitis.

Subhanallah melalui kegiatan ini, kemudian saya temukan kecerdasan bahasa yang luarbiasa. Dari anak yang tidak bisa ‘menulis’ satu kalimat pun sampai akhirnya bisa menulis satu paragraf.

Dari kegiatan ini saya juga mendapat ‘special moment’ yaitu setiap hari saya disodori buku kumpulan puisi karya anak sendiri.

Kita tidak akan pernah tahu bakat anak, kalau kita tidak pernah menghadirkan pembelajaran yang menggali potensi siswa.

Tagged with: , , ,

About Author

Ms. Resty

Anak-anak di sekolah memanggil saya Ms. Resty. Saat ini bekerja sebagai guru di SDN Sukasari 4 , Dosen FKIP -UNIS Tangerang dan tergabung dalam fasilitator USAID PRIORITAS Provinsi Banten. Menyukai dunia pendidikan khususnya pendidikan usia dini dan pendidikan dasar. Saat ini sedang berupaya mengembangkan kegiatan PAKEM - Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan berbasis ICT. Bekerjasama dengan MH Learning Center menyelenggarakan Paket Pelatihan Guru TK dan SD.

View all posts by Ms. Resty →

Comments (8)

  1. vote up dulu …..
    alhamdulillah bisa beri koment yang pertama 🙂
    Wah … potingnya baik dibaca oleh banyak guru, terutama guru kelas 1, 2, dan 3. ijin saya save Bu, ijin juga akan saya muat di Majalah Suara PGRI, biar banyak dibaca oleh guru-guru di Kab. Lumajang. bolehkan?
    kalau udah terbit insyaallah kami kirimi majalahnya, atau lebih dilengkapi kirim ke email : [email protected] atau [email protected] tambah bagus ditambah foto kegiatan saat membuat puisi. kami tunggu …..
    kalau ingin berkunjung di sini
    http://majalahsuarapgri.wordpress.com/ 😉

  2. Alhamdulillah bu Resty, tak terasa airmataku menetes, mengingat kita para guru telah, sedang, dan Insya Allah akan selalu mendidik anak bangsa dengan baik dan benar. Pendidikan yang berlangsung sejak dini, di rumah, keluarga dekat, di sekolah, bahkan dimanapun kita berada. Saya amat salut pada ibu, teruskan perjuangan ibu. Gunakan terus website Guraru ini untuk berbagi, sehingga keindahan hidup dalam melayani anak bangsa dapat berlangsung dengan lancar dan membuahkan hasil sesuai dengan tujuan. Insya Allah ke depan tak ada lagi plagiat di negara kita yang tercinta ini. Amin YRA. Terima kasih sharingnya dan salam perjuangan.

  3. On another thread i thought why not start a thread where people can share poems or motivational words FOR CHILDREN.
    They can be poems a member has wrote themselves or ones which have been wrote by other people.
    When using poems from other people though please place there name at the bottom of the poem.

    Poems i feel are a way that can express all types of emotion FOR CHILDREN in a way that words alone can struggle to do so.
    It would be great if members get involved… Insya Allah

    Warm Regards,
    Muhamad Ubaidilah/7E – UNIS (English Dept.)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar