7

Membuat peralatan Listrik rumah kita menjadi “Melek” IT (+3)

tutuk jatmiko October 2, 2013

Sobat GURARU yang terhormat, sudah kita sadari bersama bahwa perkembangan Teknologi Informatika ( IT) telah menjamah diberbagai sendi kehidupan kita. Berbagai kemudahan yang ditawarkan membuat teknologi ini kian banyak diginakan terutama dikalangan para guru terutama sobat GURARU. Meskipun teknologi IT dapat diibaratkan sebagai “Pisau Bermata Dua” karena fungsi positif dan negatif yang seimbang. Sehingga sangat menuntut kedewasaan bagi siapapun yang menggunakan kecanggihan teknologi ini. Dengan tujuan kita bisa bijak menggunakannya.

Salah satunya adalah pengaplikasian teknologi ini untuk Pengendali Instalasi Listrik. Dengan memanfaatkan komputer yang ada kita bisa membuat sendiri peralatan sederhana ini. Sehinggga peralatan listrik pun bisa kita sulap menjadi “melek” IT.

Diagram dasar hubungan komputer dengan peralatan listrik

 

Rangkaian dan komponen LPT Driver untuk  output 1

tabel fungsi dan kegunaan PIN pada konektor

Untuk dapat mengendalikan rangkaian diatas, silahkan DOWNLOAD software disini

Setelah didownload lakukan ekstrak file dan instal dikomputer anda.

 

File setelah diekstrak

Lalu buka folder “Parallel Port” maka akan didapat beberapa file sebagai berikut :

Lalu jalankan software dengan melakukan “KLIK” dua kali pada gambar berikut :

 

Maka akan keluar tampilan / interface dalayar desktop seperti berikut :

Kita tinggal klik pada “LIGHT1” untuk menyalakan lampu 1(LOAD) dan seterusnya. Software ini mampu mengendalikan 8 output.

Berikut beberapa contoh aplikasi yang sudah kami coba dilaboratorium :


Pengendali pompa air

 

Pengendali lampu pijar

Pernah diujicoba saat kegiatan Donasi YAMAHA 2010  dan FINALIS LPIR Tingkat Nasional 2008

Semoga kita bisa mengambil sisi positif dari perkembangan teknologi untuk berinovasi dan berkreasi….

Salam Perubahan

tutuk jatmiko

http://tutukjat.blogspot.com

Comments (7)

  1. Alhamdulillah, menyenangkan sekali dapat memahami dan mencobanya, tampaknya mudah dan praktis. Saya teringat ketika guru fisika memberi nilai 0, menangis dan teramat malu saya ketika itu. Beliau mendekatiku, maaf Etna bapak sengaja memberikan pengecoh berat agar kalian tertantang untuk suka fisika. Berjuanglah seperti kakakmu yang nilainya 100 terus. Sebenarnya seluruh anak mendapat nol, hapus airmatamu, belajar. Hehehe, setelah itu nilaiku hampir 100 terus. Tetapi fisika banyak prianya, maka saya memilih menjadi guru kimia.
    Terima kasih banyak pak Tutuk, Insya Allah saya, suami, dan anak akan mencobanya, kami tim pak. Hehehe, salam perjuangan.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar