1

Membangun rasa ingin tau secara virtual? Bagaimana caranya? (0)

Siti Rahmah October 18, 2020

To teach is to learn twice – Jouseph Joubert

Mengawali perbincangan dengan membaca artikel “Kepunahan satwa karena Pandemic Covid-19”. Bagaimana tidak antusias, yang lumrahnya siswa berfikir pandemic akan mempengaruhi kehidupan manusia saja, namun ternyata tidak. “Sungguh mengkhawatirkan ya Miss”, kata seorang siswa dengan penuh keprihatinan.

Namun, sebelum memulai pada pembahasan yang sesungguhnya “Yuk kita bermain kuis dulu”. Semua siswa membuka kuis kahoot dari link yang telah saya berikan. Dalam kuis tersebut berisikan pertanyaan yang akan mengarahkan sejauh mana siswa memiliki “prior knowledge” tentang biodiversity (Keanekaragaman hayati). Dengan tidak mematikan platform google meets sebagai sarana belajar daring kali ini, siswa mengikuti kuis dan diskusi bersamaan. Selama mengisi kuis, kerap kali mereka bertanya “Apa yang akan kita pelajari hari ini? apakah binatang dan tumbuhan?”.

Hasil kuis pun keluar, mulai dengan diskusi singkat dari apa yang siswa sudah ketahui tentang keberagaman makhluk hidup. “Menantang juga hewan kini menjadi korban dengan adanya situasi pandemi seperti ini”, tanggap seorang siswa yang mengangkat tangannya dalam diskusi daring itu. kemudian, dengan memberitahukan tujuan pembelajaran yang akan dicapai saat itu, saya menunjukkan slide power point yang bertuliskan ” Memahami keberagaman makhluk hidup”. Learning outcomes gives a clear idea to the students of what are they going to learn or achieve at the end of the class before the start of every class (Mahajan, et a;, 2017).

Pembelajaran dilanjutkan dengan mengajak siswa membuka platform Desmos student. Pada platform tersebut, saya sudah menyiapkan wadah siswa untuk berdiskusi bersama. Siswa tinggal memasukan kode kelas desmos yang sudah dibuat, maka secara otomatis mereka akan menuju tampilan slide yang telah saya buat. Slide desmos yang pertama, saya telah menyajikan video yang berkaitan dengan keanekaragaman makhluk hidup / Biodiversity. Terlihat antusias ketika saya memberi waktu 3 menit untuk menonton video, serta 5 menit menuliskan hal yang mereka dapatkan dari video tersebut kedalam kolom komentar slide tersebut. Setelah semuanya menonton dan menuliskan pendapatnya, saya memulai diskusi dari komentar salah satu siswa. “Wah Miss, menarik banget aku bisa tau opini temanku meski temanku tidak berbagi secara lisan namun lewat tulisan secara langsung” betapa antusiasnya beberapa siswa mengatakan hal itu.

Kemudian diskusi dilanjutkan dengan menghubungkan kembali cerita yang saya bacakan diawal tentang kepunahan hewan akan pandemi ini. Siswa menuliskan tanggapan mereka pada slide desmos yang kedua, mulailah kami diskusi keanekaragaman dengan kasus yang menarik untuk diulas. Pembahasan berlanjut kepada ” Mengapa makhluk hidup itu saling membutuhkan?”, secara lisan melalui google meets pun siswa mengatakan ” karena saling ketergantungan membutuhkan makan”. Pada slide desmos yang selanjutnya kami membahas keanekaragaman makhluk hidup berdasarkan klasifikasinya. Dimulai dengan memberikan gambar hewan buas pemakan daging, termasuk pada kategori omnivora, karnivora atau herbivora. Selama saya merujuk pada slide yang dibahas, siswa juga harus membuka slide tersebut. Tetapi jika siswa mencoba klik slide desmos yang lainnya (yang sedang tidak dibahas) maka akan terlihat notifikasinya pada device saya. Alhamdulillah, pembahasan klasifikasi makhluk hidup dari cara mendapatkan makanannya berjalan dengan baik. Setiap slide yang saya tuju, otomatis siswa berpindah pada slide tersebut. Bahkan, mereka bisa menuliskan tanggapan atau pilihan jawaban (jika ada pertanyaan) secara langsung.

Narasi diatas merupakan cuplikan antusias siswa dalam belajar meski dalam situasi daring sekarang ini. Terkadang yang dibutuhkan wadah siswa untuk menyuarakan pendapat ataupun memastikan pemahaman mereka dengan memberi jawaban pada soal secara langsung. Dengan menggunakan google meets dan desmos, saya bisa mengetahui siswa mengikuti pembelajaran atau tidak. Bahkan, saya bisa memahami sejauh mana pemahaman siswa jika diajukan pertanyaan secara langsung. Tidak hanya fokus pada hal tersebut, saya menyiapkan platform seperti kahoot untuk membangun keterampilan rasa ingin tau siswa akan materi yang dipelajari.

Diakhir pembelajaran, kami bermain kartu yang ada pada slide terakhir desmos, “Matching card” masih tentang makhluk hidup. Bagaimana tidak tertarik, siswa dengan cepatnya menggabungkan kartu sesuai klasifikasi makhluk hidup. Sayapun juga bisa melihat siapa saja siswa yang mengikuti kegiatan atau tidak. Diakhir, kami tutup dengan refleksi bersama menggunakan sli.do, siswa menuliskan 1 kata terhadap pembelajaran dan berbagi mengapa memilih kata itu secara lisan dan bersamaan di google meets.

Sekian,

Rahmah.

#WritingCompetition #NewNormalTeachingExperience

Comments (1)

  1. Selamat Malam 🙂
    terima kasih banyak atas partisipasi pada Guraru Writing Competition 2020.

    Semoga #sharing pengalaman dan ilmu diatas dapat bermanfaat bagi rekan guru lainnya dan semoga beruntung untuk memenangkan salah satu hadiah dari Guraru!

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar