0

Membangun Budaya Positif Melalui Penyusunan Kesepakatan Kelas (0)

Ahmad Maulidi July 30, 2021

Salah satu nilai pendidikan yang dapat diambil dari pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah budaya positif di lingkungan sekolah. Budaya positif perlu ditanamkan sejak dini dalam diri siswa. Karakter pelajar yang mengedepankan nilai-nilai humanis dalam hidupnya dapat diperoleh melalui pembiasaan budaya positif di sekolah.

Dalam membangun budaya positif diperlukan langkah yang tepat. Salah satunya dengan menyusun kesepakatan kelas secara runtut dan jelas. Kesepakatan kelas menjadi sarana bagi guru dan siswa untuk mengambil peran aktif dalam pembelajaran. Dalam penyusunan kesepakatan kelas, guru dan siswa harus menyampaikan hal-hal yang perlu dijadikan sebagai komitmen bersama nantinya.

Aksi nyata yang dilakukan adalah penyusunan kesepakatan kelas sebagai bentuk komitmen antara guru dan peserta didik. Aksi nyata merupakan salah satu kontribusi pihak guru maupun peserta didik untuk membangun suasana kelas. Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi hubungan positif berupa sikap keterbukaan terhadap segala masalah yang terjadi antara guru dan peserta didik di kelas.

Ilustrasi penyusunan kesepakatan kelas

Kesepakatan kelas merupakan aksi nyata budaya positif yang dilakukan di sekolah. Membuat kesepakatan kelas secara bersama-sama menjadi aktivitas baru bagi guru dan murid. Meskipun baru tapi perubahan sudah dirasakan cukup nyata dalam proses pembelajaran yang berlangsung berikutnya. Apa pengaruh yang bisa dirasakan? Siswa menjadi lebih melibatkan diri dalam kelas selama proses pembelajaran berlangsung. Pembelajaran tidak lagi hanya terpusat satu pihak dari guru, tetapi juga siswa dapat berperan aktif dalam membangun suasana pembelajaran di kelas.

Tentu saja dalam penerapan aksi nyata budaya positif ini ada kendala yang dihadapi. Kendala merupakan hal yang wajar dalam pelaksanaan atau proses suatu kegiatan. Bentuk kendala yang dihadapi seperti beberapa siswa belum dapat beradaptasi dengan cepat dengan pemberlakukan kesepakatan kelas. Hal ini terjadi karena lingkungan kelas yang heterogen dan siswa berasal dari latar belakang sosial yang berbeda sehingga mengurangi tingkat penyerapan dan pemahaman siswa terhadap kesepakatan kelas yang dibuat.

Hal ini lumrah. Seiring waktu siswa akan beradaptasi dengan isi kesepakatan kelas yang sudah dibuat. Perlahan-lahan guru juga perlu melibatkan diri dalam menegaskan kembali pentingnya kesepakatan kelas yang telah dibuat. Jika ini dilakukan niscaya proses pembelajaran membawa warga kelas, guru dan siswa, pada pembelajaran yang menyenangkan, kolaboratif, dan merangsang daya inovasi juga kreativitas.

Salah satu contoh kesepakatan kelas

             Melalui kesepakatan kelas yang dibuat, akhirnya kita dapat memahami dengan baik bahwa siswa juga punya kesempatan untuk ikut terlibat dalam menciptakan suasana pembelajaran. Suara siswa ikut dihargai. Keputusan yang siswa buat perlu utuk ditampung. Apa yang menjadi harapan mereka harus didiskusikan bersama-sama di kelas. Maka dari itu, kesepakatan kelas menjadi kebutuhan dasar yang perlu untuk kita rancang di setiap awal pembelajaran.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar