5

Memanfaatkan Media Sosial Untuk Pembelajaran (+2)

Kang Didno September 13, 2013

facebook

Sekarang banyak siswa dan siswi yang sudah memiliki akun di media sosial seperti Facebook dan Twitter walaupun usianya belum genap 13 tahun. Mereka rata-rata mencuri umur agar bisa membuat akun di media sosial tersebut, dan agar dianggap gaul dan tidak gaptek (gagap teknologi) oleh teman-temannya.

Siswa memiliki akun media sosial tidak usah dilarang oleh guru atau orang tua. Asalkan orang tua dan guru memberi penjelasan mengenai dampak positif dan negatif dari sosial media. Facebook memiliki kemungkinan negatif lebih banyak dibandingkan dengan twitter. Karena Facebook selain memuat teks, juga bisa mengunggah gambar dan video dengan mudah ke jejaring sosial tersebut.

Sedangkan Twitter, jejaring sosial ini memiliki keterbatasan yakni hanya berisi 140 karakter. Twitter juga bisa memuat teks, gambar dan video tetapi untuk gambar dan video tidak bisa langsung terbaca jika kita tidak mengkliknya. Jadi saya lebih sedikit dampak negatif twitter dibandingkan facebook, tetapi jika yang ditulis di media sosial kata-kata yang kurang patut dan tidak sopan tentu sama saja bisa berdampak buruk bagi siswa sebagai penggunanya.

Untuk mensiasati permasalah dampak negatif media sosial, sebaiknya guru memanfaatkan media sosial untuk pembelajaran. Caranya adalah sebagai berikut :

  1. Membuat materi pelajaran yang sedang diajarkan di sekolah. Dengan cara ini siswa yang memiliki akun media sosial bisa mendapatkan pengetahuan atau ilmu dari media sosial yang kini bisa diakses dimana saja dan kapan saja melalui handphone, tablet atau komputer pribadi.
  2. Membuat soal latihan di media sosial seperti facebook, siswa diharapkan menjawab pertanyaan tersebut melalui pesan di inbox atau melalui komentar yang ada di bawah soal latihan tersebut. Tidak masalah siswa copy paste jawaban dari orang lain, tetapi minimal siswa sudah membaca soal tersebut.
  3. Mencantumkan link soal latihan di media sosial yang mengarah ke blog guru mata pelajaran. Sehingga selain siswa bisa belajar tentang materi soal pelajaran, blog guru tersebut juga akan kebanjiran pengunjung yang tidak lain adalah para siswanya sendiri.

Dengan cara seperti itu siswa akan dituntun untuk menggunakan media sosial sebagai sarana pembelajaran mata pelajaran apa saja, dan kita sebagai seorang guru bisa memperhatikan gerak-gerik siswa dan siswi kita di media sosial. Apakah mereka menulis atau mengunggah hal-hal yang positif atau negatif. Mudah-mudahan tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Comments (5)

  1. Setuju pak, saya telah dan sedang melakukannya. Pembelajaran melalui dunia maya tak dibatasi oleh apapun, sehingga siswa kita bisa berasal dari mana saja, tak terbatas di sekolah sendiri. Siapapun, dimanapun, dan kapanpun bisa memanfaatkannya. Terima kasih sharingnya, salam perjuangan.

  2. Pak Didno, sekarang saya sudah pensiun, namun masih mengajar di bimbel, les privat. Saya sering chat dengan siswa menggunakan FB untuk menjawab pertanyaan mereka atau sedikit diskusi, lumayan lebih hemat dibanding sms, bagi anak-anak yang HPnya bisa online. Media sosial bisa dimanfaatkan untuk pendidikan. Terima kasih pak Didno.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar