4

Memahami Proses Pembentukan Tanah (+2)

Ani May 12, 2015

image

Pengalaman belajar dan mengajar di luar kelas

Belajar  terbebas dari dinding-dinding yang seolah memenjarakan dan membatasi ruang gerak kita rasanya lebih menyenangkan, apalagi bisa berlari dan saling berkejaran membuat kita mampu tersenyum ceria. Seperti anak kelas 5 SDN Jorok Tiram yang masuk dalam kawasan Sumbawa Barat NTB, sekolah penempatanku dari program Sekolah Guru Indonesia (SGI) satu tahun yang lalu. .

Saat itu kami sedang mempelajari proses pembentukan tanah yang masuk dalam mata pelajaran IPA. Tujuan dari pembelajaran ini adalah siswa mampu memahami dari mana tanah itu berasal dan bagaimana proses pembentukannya. Pembelajaran ini diawali dengan pengenalan jenis-jenis batuan. Aku pikir jika hanya mempelajari batuan diruang kelas yang hanya berfokus pada buku tentu akan membosankan sekali, padahal batuan sendiri banyak kita temui disekitar kita. Oleh karena itu aku mencoba mengajak anak-anak untuk keluar kelas dan mencari berbagai jenis batuan. Ajakanku tentu direspon dengan sangat positif karna mereka sendiripun sebenarnya sangat suka belajar diluar kelas. Agar lebih kondusif aku membagi anak-anak dalam beberapa kelompok dan menentukan siapa ketuanya karna nantinya mereka akan keluar bersama dan ketualah yang akan bertanggungjawab pada anggota kelompoknya, aku juga memberi batasan tempat pencariaan agar anak-anak tidak terlalu jauh mencari batuan, aku takut mereka lupa diri sehingga keluar desa atau naik ke bukit berhubung ditempat ini dikelilingi oleh bukit-bukitan. Hal yang paling penting lagi adalah memberikan batasan waktu agar tidak terlalu lama dalam proses mencarinya.
Berbekal buku tentang batuan dan alat tulis lainnya, merekapun berlari keluar kelas mengambil setiap batu yang mereka temui. Setiap kelompok saling bekerjasama mengambil dan menyimpan batuan yang mereka temui, setiap anak yang menemukan batuan yang menurut mereka aneh akan berteriak pada rekannya yang lain sehingga ramailah kelompok itu, aku tersenyum memperhatikan tingkah mereka.

Setelah waktu pencarian habis, kini saatnya tugas mereka untuk kembali ke sekolah. Aku mengajak mereka untuk berkumpul dilapangan sekolah berdasarkan kelompoknya. Setiap kelompok mengeluarkan semua batuan yang mereka dapat dan mengidentifikasi jenis dari masing-masing batuan tersebut lalu menuliskannya dalam buku.
image

image

Banyak sekali jenis batu yang mereka temui. Batu-batu itu mempunyai warna yang unik yang mungkin baru mereka sadari, padahal setiap hari mereka menemuinya namun tak mereka hiraukan. Setiap kelompok sangatlah heboh menunjukan pada kelompok lainnya bahwa kelompok mereka mempunyai batuan yang berbeda apalagi jika batuan itu sudah beraneka warna dan ada namanya didalam buku yang mereka punya, sehingga memacu kelompok lainnya untuk menyocokan batuan yang mereka punya dengan buku yang mereka pegang agar merekapun tahu batu apa yang mereka punya.
image

image

Setelah mengidentifikasi jenis batunya, mereka membakar batuan itu untuk mengetahui batuan mana yang cepat hancur dan paling keras. Materi ini memang mengarahkan mereka untuk mempelajari pembentukan tanah. Setelah batuan itu hancur, mereka memasukannya dalam botol dan mencampurnya dengan air, setelah botol itu dikocok-kocok mereka mendiamkannya beberapa saat dan memperhatikan ada sesuatu yang mengendap didasar botol itu, setelah itu barulah mereka mulai sadar bahwa tanah itu terbentuk dari batuan. Dengan learning by doing seperti ini nyatanya membuat siswa paham dengan materi yang diajarkan sehingga tujuan pembelajaranpun bisa tercapai.
image

image

Sungguh belajar seperti ini membuat anak-anak lupa waktu, tiga jam pelajaran berlalu dengan cepat, aku menyuruh mereka untuk istirahat saja tak mereka hiraukan, mereka masih penasaran membakar dan meneliti semua batuan yang mereka punya.  Malahan mereka menginginkan belajar seperti ini lagi. Anak-anak kelas lain iri melihat cara belajar kelas 5 sehingga mereka meminta untuk belajar dengan cara seperti ini jika aku masuk ke kelasnya. Nyatanya membuat siswa nyaman dalam belajar memudahkan mereka untuk menerima materi pelajaran dan gurupun tidak perlu berteriak-teriak menjelaskan materi, guru bisa memberikan penjelasan disela-sela prakteknya dan pembelajaran seperti inipun memancing siswa untuk bertanya pada guru.

Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10

Comments (4)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar