0

Memahami Pendidikan Karakter & Cara Menerapkannya (0)

Pengelola Guraru January 9, 2022

Pendidikan karakter sangat berkaitan erat dengan nilai moral yang sering ditanamkan orang tua kepada anaknya. Namun hal ini juga dapat diterapkan di lingkungan sekolah.

Sama seperti para guru, selain di rumah, anak-anak yang menjadi peserta didik akan mendapatkan pengalaman hidup yang baru di sekolah. Mulai dari bagaimana cara beradaptasi dengan teman sebaya, hingga bagaimana berkomunikasi dengan para guru. 

Namun tak semua anak lantas bersikap baik ketika di sekolah. Tentu Anda pernah mempunyai murid yang sangat harus diperhatikan dan dibimbing karena tingkahnya memengaruhi nilai akademiknya, bukan?

Faktanya guru juga harus mengutamakan pendidikan karakter para peserta didik. Lalu bagaimana dengan nilai akademiknya? Menanamkan moral bukan berarti mengabaikan perkembangan kognitif anak terhadap pelajaran yang ia ikuti. Justru dengan mengutamakan pendidikan karakter, tujuan guru mengajar dan mencerdaskan murid tetap akan terwujud.

Pengertian Pendidikan Karakter

Dalam dunia pendidikan, tak bisa dipungkiri bahwa karakter yang dimiliki peserta didik adalah hal yang tak boleh luput dari perhatian guru. Sebab, karakter menjadi sebuah modal untuk berkembang bagi tiap individu. 

Oleh karena itu pendidikan karakter penting diterapkan dalam sekolah agar setiap siswa memiliki pengalaman dan kekuatan di dalam dirinya sendiri untuk diasah menjadi lebih baik. Di sinilah tugas para pendidik untuk membimbing siswa agar menanamkan nilai moral yang baik dan mengasah kekuatan yang dimiliki masing-masing individu. 

Jika guru menemukan kelemahan yang dimiliki siswa, kenalilah siapa dirinya dan bagaimana latar belakangnya. Apabila telah mengetahui hal tersebut, guru akan lebih mudah menentukan sistem mengajar yang harus diimplementasikan.

Dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter adalah cara guru memberdayakan para siswa untuk menjadi pribadi yang lebih baik, memiliki wawasan luas dan berguna untuk diri sendiri, keluarga dan negara. 

Cara Menerapkan Pendidikan Karakter

Bicara mengenai cara menerapkan pendidikan karakter, Anda pernah mendengar sosok pengajar asal Amerika Serikat bernama Erin Gruwell? Perempuan kelahiran tahun 1969 ini terkenal karena sistem mengajarnya yang tegas namun penuh perhatian. Bahkan tak hanya di sekolah, Erin Gruwell pun memastikan keamanan anak didiknya hingga ia sampai di rumah. Lalu, apa yang membuatnya menginspirasi?

Singkatnya, Erin Gruwell diberi tanggung jawab untuk mengajar di kelas yang diisi oleh siswa dengan nilai rendah serta rasis. Pada suatu waktu, kelas Erin diributkan dengan tindakan bullying seorang ras Asia terhadap siswa ras Afrika Amerika. Di sinilah Erin mulai menjelaskan bagaimana dampak bullying yang dilakukan muridnya. Ya, di kelasnya para siswa hanya membaur dengan ras dan latar belakang yang sama. 

Baca Juga: Kenapa Psikologi Pendidikan Itu Penting? Yuk Pahami!

Dari masalah inilah Erin mulai berusaha mengenal muridnya dengan cara meminta mereka menulis diary. Hasilnya, Erin mulai memahami masalah yang mereka hadapi lalu mulai memberikan berbagai pengetahuan umum untuk menanamkan nilai moral yang baik di dalam diri para siswa. 

Ya, Erin mengutamakan membentuk karakter muridnya terlebih dahulu. Ketika ia sudah mendapatkan hati siswanya, tugasnya untuk meningkatkan nilai akademis peserta didiknya berjalan mulus.

Dari kisah Erin Gruwell, guru pun dapat mengambil intisari dari bagaimana caranya mendidik siswa dengan mengutamakan karakternya terlebih dahulu. Dan cara ini pun cukup harmonis dengan keputusan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) Indonesia agar para pendidik berupaya membangun dan menguatkan karakter bangsa.

Bahkan Kemendiknas mempunyai 18 nilai pendidikan karakter yang harus ditanamkan dalam diri siswa, antara lain:

1. Religius

2. Jujur

3. Toleransi

4. Disiplin

5. Kerja Keras

6. Kreatif

7. Mandiri

8. Demokratis

9. Rasa Ingin Tahu

10. Semangat Kebangsaan

11. Cinta Tanah Air

12. Menghargai Prestasi

13. Bersahabat

14. Cinta Damai

15. Gemar Membaca

16. Peduli Lingkungan

17. Peduli Sosial

18. Tanggung Jawab

Lalu dari 18 nilai pendidikan karakter di atas, bagaimana cara guru menanamkan nilai tersebut? Berikut cara yang bisa guru implementasikan. 

1. Meningkatkan Literasi Peserta Didik

Literasi adalah kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk berkomunikasi. Informasi yang didapat bisa berupa visual, tulisan seperti buku atau novel. Guru dapat memberi waktu kepada peserta didik untuk membaca sebuah novel atau bahkan website online yang berisi info menarik dan menambah pengetahuan umum.

Dengan langkah ini, guru dapat meningkatkan literasi siswa. Bahkan guru juga dapat membentuk kelompok membaca menjadi sebuah ekstrakurikuler.

2. Kegiatan Ekstrakurikuler

Kini ekstrakurikuler tak bisa dianggap sebagai pelengkap saja. Namun, dengan bervariasinya ekstrakurikuler yang ada di sekolah, dapat mendorong siswa untuk berani berekspresi dan mengetahui ketertarikan mereka terhadap suatu hal.

Siswa pun dapat terlibat dalam sebuah organisasi dan aktif serta bertanggung jawab dengan langkah yang diambil. Dengan begitu, siswa pun semakin tahu apa yang mereka inginkan. Misalnya, meningkatkan bakat menulis atau menjadi ketua OSIS karena karakternya yang tegas dan sering menjadi sosok paling dipercaya di kelas.

Baca juga: Mengenal Kurikulum Sekolah di Indonesia

3. Tea Time Bersama Siswa

Selama sekolah online, guru dapat memanfaatkan waktu untuk tetap berkomunikasi dengan murid. Gunanya untuk mengakrabkan diri dan mengetahui karakter siswa. Tea time atau ngeteh bersama bisa guru lakukan setelah akhir pembelajaran melalui online.

Guru dapat membentuk kelompok dan melakukan tea time alias ngobrol bersama para siswa. Di sini guru tak harus kaku dan formal, karena tujuannya untuk menjadi teman siswa. Guru dapat bertanya hobi hingga mendapatkan saran dari murid bagaimana sistem belajar selama ini. Cara ini diharapkan dapat membuat siswa berani mengungkapkan pikirannya secara demokratis.

4. Memberi Waktu Khusus untuk Belajar Mandiri

Setelah guru menentukan materi mana saja yang harus dipelajari murid, guru dapat memberi waktu mereka untuk belajar mandiri. Meski tanpa guru menjelaskan, pengajar dapat memfasilitasi siswa dengan berbagai literasi. Materinya bebas, bisa video atau PowerPoint. Setelah itu guru dapat membentuk forum diskusi. 

Kebiasaan ini harus terus guru utamakan untuk membentuk karakter yang bertanggung jawab.

5. Membuat Pop Quiz

Dengan membuat pop quiz online, guru dapat memecah suasana belajar yang tegang menjadi lebih cair. Gunanya pop quiz untuk membuat peserta didik lebih relaks. Pertanyaannya dapat berupa pesan anti-bullying. Ya, melalui pop quiz anti-bullying, guru dapat membentuk karakter yang memiliki jiwa sosial tinggi dan saling menghargai perbedaan yang ada.

Hal ini penting dilakukan agar sekolah dapat memberi lingkungan sehat pada murid. Siswa pun nyaman untuk saling berkomunikasi tanpa ada rasa minder. Sehingga tak ada kasus bullying yang terjadi antar murid.

Baca juga: 10 Manfaat Learning Management System (LMS) untuk Pembelajaran Masa Kini

Melihat bagaimana karakter baik sangat penting dalam dunia pendidikan, apakah Anda sudah mengimplementasikan menanamkan 18 nilai pendidikan karakter di atas? Ayo tanamkan nilai tersebut agar penerus bangsa menjadi pribadi yang baik dan bermanfaat!

Tagged with:

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar