3

Melihat “aku” di dalam para anak didik jurusan IPS (+3)

rolas May 21, 2015

“oh udah besar ya? udah SMA ya, cepatnya udah besar aja sekarang, jadi jurusan apa di SMA nak? jurusan IPS ya, ngmmm kenapa ga bisa masuk jurusan IPA?”

Sekolah Menengah Atas (SMA), merupakan tingkatan terakhir yang haru dilewati sebelum melanjutkan ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, salah satu jurusan dalam SMA adalah IPS ya benar Ilmu Pengetahuan Sosial, jurusan yang selalu dianggap nomor 2 dibawah jurusan IPA atau Sains. setiap hari dalam seminggu saya mengajar mata pelajaran yang hanya dapat dijumpai ketika sudah duduk di SMA yaitu sosiologi, setiap hari pula saya masuk dan berjumpa dengan peserta didik yang dilabelkan sebagai anak nakal, bodoh, malas dan berbagai pelabelan-pelabelan yang melekat pada diri anak yang bersekolah dengan jurusan ini.

ketika berkuliah di sosiologi USU saya yang dulunya anak “IPS” juga sangat lekat dengan banyak labelling-labelling di atas, sampai pada semester 6 saya diajak teman untuk mencari uang tambahan dengan mengajar di salah satu bimbingan belajar di Medan, namun setelah beberapa tahun justru pekerjaan mengajar sangat menarik dan beranggapan ingin merubah dan memperbaiki “sedikit” mengenai labelling yang ada pada jurusan kami ini.

labeling yang diberikan pada peserta didik jurusan IPS tidak sebenarnya salah, karena memang hal tersebut dilabelkan kepada kami karena kebanyakn dan sering kita jumpai adalah yang nakal,bodoh dan pemalas kebanyakan dari jurusan ini, namun labelling tersebut tidak serta merta semua benar.
saya yang menjadi wali kelas memang menemukan setiap tahun banyak kasus-kasus perilaku menyimpang pada mereka baik dari hal sederhana seperti terlambat sampai kasus yang memang sudah menjadi deviasi (perilaku menyimpang) yang sekunder atau tidak dapat diterima oleh masyarakat lagi.

semua hal tersebut sangat mengingatkan saya mengenai diri saya sendiri yang memang memiliki pengalaman buruk ketika bersekolah di tingkat SMA, namun semua hal tersebut baik labeling dan pengalaman tadi membangun saya menjadi begitu sangat mencintai pekerjaan sebagai yang namanya GURU.

saya mencoba memandang anak didik dengan memandang diri saya sendiri ketika SMA, bagaimana jika dulu saya diperlakukan guru, bagiamana saya bersama teman sewaktu SMA memandang mana guru yang didengar dan mana guru yang kami olok-olok, saya begitu mencoba semua hal tersebut dalam saya melakukan kegiatan belajar mengajar maupun keseharian bersama peserta didik,semua itu saya lakukan dengan teori dari seorang sosiolog C.H.Cooley dengan teori looking-glass self(https://id.wikipedia.org/wiki/Sosialisasi)

saya tidak canggung berbicara kepada mereka dan bercanda bersama mereka, bahkan saya selalu menggunakan contoh-contoh sesederhana mungkin dan yang dekat dengan dunia mereka agar mereka lebih paham dengan apa yang saya ajarkan. bahkan saya selalu mencoba dekat dengan mereka terutama yang kelompok laki-laki yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler futsal di sekolah dan kadang sering bermain bersama juga diluar jadewal ekstrakulikuler setiap kamis di sekolah, semua saya lakukan karena selain suka dengan olahraga ini dapat mencairkan kedekatan dengan peserta didik

selain mencoba memahami mereka saya juga selalu mengajarkan beberapa teknologi yang jelas sangat mereka butuhkan dalam keseharian mereka dalam dunia kerja nantinya, kami sreing mengumpulkan tugas melalui e-mail, semua akhirnya sangat terbiasa dengan sistem ini karena mereka dapat belajar mengerjakan tugas dengan cara yang baru, karena tidak sedikit yang saya temukan walaupun mereka sudah tidak asing dengan gadget ataupun media sosial anehnya mereka banyak yang tidak mengerti dengan mengirim dan menerima email, sehingga akhirnya dengan adanya mengerjakan tugas dengan cara ini saya harap mereka tidak ketinggalan dan terbiasa dengan ini ketika kuliah maupun dunia kerja nantinya.

C360_2015-05-21-06-10-56-260

selain dekat dengan mereka dengan cara diatas, saya selalu tetap mencoba membangun hubungan yang baik antara guru dan murid dengan baik ketika proses belajar mengajar, dalam materi kelas XII ada sebuah topik yang mengharuskan peserta didik harus mampu menuangkan semua teori yang sudah kami pelajari selama kurang lebih 3 tahun yaitu penelitian sosial, selain menuangkan teori dalam pemaparan pun harus aktif menggunakan teknologi seperti powerpoint, dan memaparkannya dengan OHP dan mencari sumber-sumber dan teori yang mendukung dari internet, walaupun semua mengatakan susah dan canggung puji syukurnya dengan belajar bersama mereka dapat melaluinya dengan baik.

IMG05664-20150324-1031

selain mengajar, saya mendapatkan tugas tambahan di sekolah diabntu dengan bebrapa guru lain yaitu membantu anak-anak untuk mendaftar di SNMPTN maupun di SBMPTN yang jelas harus menggunakan teknologi berupa jaringan internet dan laptop ataupun media elektronik yang dapat mengakses situs tersebut, disinilah kedekatan saya terhadap anak-anak semakin mengalir, semua dpat sharing dengan baik dan semangat sehingga hasilmya dapat kami rasakan dengan banyaknya anak-anak yang lulus dari SMA N 1 Sunggal ke SNMPTN maupun SBMPTN setiap tahunnya. bagaimana dengan yang lulus? apakah anak IPS memiliki persentase yang sama atau lebih sedikit dibanding jurusan IPA? jawabannya Puji Tuhan selalu berimbang dan kadang jurusan IPS lebih banyak, dengan adanya mereka lulus ke PTN (perguruan tinggi negeri) saya berharap hal tersebut dapat merubah sedikit labelling yang selalu disematkan pada kami jurusan IPS.

Sunggal-20150331-01441

CFCmezIUgAAK0FM

Sunggal-20141125-01124

Sunggal-20141125-01128

jika menang dan beruntung bisa menggunakan Acer One 10 yang memiliki Empat Mode yang Fleksibel yang bisa saya ubah sesuai kebutuhan pastinya akan sangat menyenangkan bisa mengajar dan mengerjakan tugas tambahan diatas dengan lebih menarik dan jelas lebih gaya.

“Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guraru Untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10”

About Author

rolas

terberkati, bersyukur, passion dalam mengajar serta menyukai kalimat "do what you love and love what you do" Jesus Bless us.

View all posts by rolas →

Comments (3)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar