2

Melalui diskusi komunitas tentang pembelajaran kooperatif (0)

Ega Bekti December 7, 2020

Ya, penerapan model pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran berkelompok. Untuk memecahkan suatu masalah dengan mengaplikasikan informasi dan keterampilan yang dimiliki oleh setiap anggota kelompok, pembelajaran kooperatif menekankan pada diskusi antar kelompok. Dengan cara ini, tanggapan dapat ditemukan dari diskusi yang dilakukan dan tujuan pembelajaran dapat tercapai.

“Setiap orang terlahir dengan kekuatan dan kelemahan yang berbeda, jadi lebih baik saling melengkapi dengan kemampuan yang mereka miliki.”

“Setelah saya menjelaskan materi ini, saya akan membagi kamu menjadi beberapa kelompok…” kata seorang guru kepada siswanya saat pelajaran berlangsung di kelas.

Model pembelajaran merupakan pedoman dalam bentuk program atau pedoman teknik pengajaran yang dirancang untuk mencapai pembelajaran, menurut Eggen dan Kauchak dalam Wardhani (2005). Pedoman tersebut meliputi peran instruktur dalam persiapan, pelaksanaan dan penilaian kegiatan pembelajaran.

Guru berperan sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran memberikan materi pembelajaran kepada siswa. Seperti yang dijelaskan dalam Betty Yulia Wulansari (2016: 24-25) oleh Ridgway & Quinones (2012), guru bertugas mengarahkan, menyarankan dan mengembangkan tetapi tidak mengatur atau memerintahkan. Dengan cara ini guru atau pendidik hanya bertanggung jawab untuk membimbing, mengarahkan dan melayani pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswanya.

Guru kemudian ditugaskan untuk memberikan materi kepada siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif ini. Setelah itu dengan mempresentasikan tugas atau masalah yang harus diselesaikan oleh kelompok, instruktur akan membagi siswa menjadi banyak kelas. Tidak banyak peserta dari satu kelompok yang baik, sehingga satu sama lain dapat berdiskusi secara maksimal dan dapat bertukar argumen dengan benar.

Setiap anggota dapat memiliki berbagai keterampilan dalam komunitas yang telah dibentuk. Jadi disinilah proses diskusi berlangsung, yaitu siswa yang memiliki pengetahuan lebih akan mengajar atau membekali teman satu kelompoknya dengan pemahaman tentang tugas guru.

Anda dapat mengklaim ini dengan saling melengkapi. Instruktur akan melacak dan mengawasi setiap siswa selama proses diskusi. Selain itu, instruktur harus memiliki penilaian terhadap pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok di akhir pembelajaran.

Kegiatan belajar semacam ini dinamakan Peer Tutor System atau disingkat STS saat saya duduk di Madrasah Tsanawiyah.

Diasumsikan bahwa anak-anak lebih memahami materi pembelajaran dari teman sebayanya daripada dari guru dalam model pembelajaran STS ini. Mengapa demikian? Karena hubungan teman sebaya dirasa lebih menyenangkan, seorang anak akan lebih mudah mengajukan pertanyaan jika dia tidak memahami informasi yang disampaikan guru kepada teman-temannya tanpa merasa dipermalukan atau malu.

Ada beberapa unsur yang perlu diketahui dalam pembelajaran kooperatif. Unsur-unsur tersebut, menurut Lungdren (1994), adalah:

  1. Siswa harus memiliki gagasan bahwa bersama-sama mereka “tenggelam atau berenang bersama.”
  2. Selain tanggung jawab terhadap diri sendiri dalam mempelajari materi yang ada, siswa harus memiliki tanggung jawab terhadap siswa atau peserta didik lain di lingkungannya.
  3. Siswa harus berpandangan bahwa semuanya memiliki tujuan yang sama.
  4. Siswa membagi tugas antara anggota komunitas dan berbagi tugas.
  5. Siswa diberikan penilaian atau penghargaan yang akan berdampak pada evaluasi kelompok.
  6. Saat mereka mengembangkan keterampilan kolaboratif selama pembelajaran, siswa berbagi kepemimpinan.
  7. Setiap siswa dapat diminta untuk mempertanggungjawabkan materi yang dibahas dalam komunitas koperasi secara individu.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif yang dilaksanakan secara berkelompok cenderung meningkatkan hasil belajar akademik siswa, kemudian siswa dapat menoleransi berbagai keragaman dari teman sebayanya, dan membangun keterampilan sosial siswa.

Siswa kemudian akan lebih mudah untuk bekerja sama pada materi pembelajaran yang diberikan oleh guru dengan pembelajaran kooperatif, serta saling mendukung atau melengkapi dengan keterampilan dan kemampuannya.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar