6

Masih Ada lagi, Bu? (+4)

Yusmini May 21, 2015

Salam Guraruers.

Alhamdulillah, sudah bisa mulai menulis lagi di Guraru.

Judul yang saya angkat dalam artikel ini adalah terinspirasi dari kalimat yang diucapkan siswa ketika saya memberikan tugas dan dia telah menyelesaikan tugas pertamanya, kemudian bertanya “Masih ada lagi, Bu?”. Perasaan yang bahagia pada diri saya ketika siswa mengerjakan tugasnya tanpa beban, kemudian meminta tugas tambahan.

Kalau mendengar kata “Kimia”, yang terbersit dalam pikiran sebagian besar siswa terutama siswa SMA bahwa kimia adalah mata pelajaran yang susah, mata pelajaran yang penuh dengan rumus-rumus serta hitungan yang susah. Tapi sesungguhnya jika mereka sudah mendalami apa sesungguhnya kimia, pasti belajar kimia akan menjadi pelajaran yang sangat menyenangkan.

Untuk membuat pelajaran kimia menjadi pelajaran yang menyenangkan bagi siswa, saya harus membayangkan bagaimana ketika saya belajar kimia ketika SMA. Bagaimana guru saya mengajarkan materi pembelajaran dan kemudian saya memodifikasinya dan berharap siswa lebih mudah paham dengan metode tersebut. Benar kata pepatah “Pengalaman adalah guru yang terbaik”. Belajar dari pengalaman ketika menjadi seorang siswa akan memberikan pemahaman yang baik bagaimana mengajarkan materi tersebut ke siswa.

Mengajarkan kimia, mengajarkan siswa bagaimana mengenal lingkungannya. Mengajarkan bahwa kehidupan ini tidak pernah lepas dari kimia. Terkadang siswa saya bertanya, untuk apa mempelajari materi ini bu? Apa gunanya dalam kehidupan nanti materi-materi ini? Saya kemudian menjelaskan bahwa materi-materi yang kalian pelajari di SMA adalah konsep dasar yang kemudian akan kalian kembangkan ketika kalian sudah duduk di Perguruan Tinggi nantinya. Barulah kemudian dia baru bersemangat belajar.

Untuk membuat pelajaran kimia menyenangkan bagi siswa, di samping penggunaan TIK dalam pembelajaran, terkadang saya harus membuat lembar-lembar kerja yang menarik agar mereka tertarik dan tidak merasa terbebani untuk belajar. Terkadang jika sudah mengerjakan tugas, waktu 3 jam pelajaran tidak terasa bagi mereka. Saya bandingkan ketika saya harus menjelaskan beberapa menit, kemudian memberikan tugas yang biasa-biasa saja, misalnya menjawab soal pilihan ganda atau essay, tidak terlalu bermakna bagi siswa.

Berikut ini adalah beberapa dokumentasi ketika siswa mengerjakan tugas pada konsep “Larutan Penyangga”. Pada materi ini, saya menggabungkan antara Mind Map dengan menggunakan pembelajaran kooperatif Jigsaw. Pada kelompok ahli, siswa membuat mind map yang akan dibawa kembali ke kelompok asal. Dalam kelompok asal, siswa menjelaskan mind map yang telah dibuat kepada teman kelompoknya.

Kelompok Asal (4)

 

Penjelasan dalam kelompok asal

Semoga artikel ini bermanfaat. Jangan pernah ada kata bosan untuk mencerdaskan anak bangsa.

 

“Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10”

 

Comments (6)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar