11

Mari mengubah MIND SET kita mulai sekarang..Berani ? (+2)

tutuk jatmiko September 14, 2013

Masih ingat diskusi kita tentang  “kita bisa tahu-100%  apa yang digambar siswa dengan mata tertutup ? ayo kita buktikan....

Hampir semua “mengiyakan” apa yang sedang terjadi dengan fenomena kejadian diatas. Berbagai hal bisa menjadi alasan, baik karena secara nyata kita pernah (=bahkan hampir semua guru) mengajari siswa kita bahwa menggambar bebek mangadap kekiri maupun menggambar pemandangan tentu berisi sebuah gunung dan sebagainya. Saya yakin hal ini diluar kesadaran dari apa yang kita lakukan. Atau lebih tepatnya disebut kelaziman.

Bahkan ada juga yang menghubungkan teori antara otak kanan dan kiri  , meskipun hal ini masih menjadi perdebatan akan kebenaran hal ini.

Terlepas dari hal diatas, mungkin kita bisa sedikit introspeksi tentang gaya kita (=dan mungkin sebagian guru) saat mengajar. Secara umum kita masih “TERBELENGGU” dengan hal-hal yang biasa dilakukan. Sehingga tanpa disadari, kita lupa bahwa kita sedang menghadapi manusia yang memiliki keunikan yang luar biasa. Bukankah alangkah lebih bijak jika mengajar pada kelas rendah (PAUD, TK atau SD) kita lebih banyak mengedepankan hal nyata.

Sebagai contoh untuk menggambar pemandangan, ajaklah siswa suatu waktu dipinggir sungai dibelakang sekolah. Atau ajaklah siswa duduk dipinggir jalan disekitar sekolah kita. Lalu ajak siswa untuk menggambarkan apa yang dia lihat. Demikian juga jika ingin menggambar bebek sedang berenang. Ajak siswa dipinggir sungai atau kolam yang ada bebeknya. Ajak siswa untuk menggambar sesuai yang diamati, tentu tiap siswa akan menggambar sesuai apa yang dilihat.

Tetapi hal berbeda terjadi (=semoga hanya ditempat saya), anak saya PAUD sudah dikenalkan dengan huruf, menulis angka. Mengapa ekspresi kebebasan yang menurut saya harus lebih ditanamkan pada usia dini, diubah dengan hal-hal yang berisi materi mengingat dan teoritis. Bukankan anak kecil seusianya butuh kebebasan luar biasa, agar mereka terbiasa menyalurkan ekspresinya tanpa ragu ? dan kewajiban guru memberi arahan dan penjelasan seperlunya.  Bukankah anak bisa belajar sesuatu sambil bermain ?

Dan perlakuan ini tentunya berkurang sedikit demi sedikit ketika siswa berada pada tingkat diatasnya. Karena daya nalar dan analisa sudah mulai berkembang.

Demikian juga pada kelas yang lebih tinggi (SMP, SMA sampai PT), ekspresi dan kebebasan dalam menentukan sumber belajar harus benar-benar kita tanamkan. Bukan lagi terpaku pada LKS atau buku ajar yang itu-itu saja. Bukankah akrab ditelinga kita dengan ” googling” ? Ajak siswa untuk selalu berdiskusi tentang materi yang diajarkan. Guru mengajar tetapi hendaknya siswa juga belajar

Bahkan saya sedikit mengkritik rekan guru yang berdalih melakukan PBM berbasis TIK tetapi yang dilakukan hanyalah membuka materi yang sudah dikemas melalui Powerpoint dan menerangkan materi seperti biasa (=ceramah). Harusnya siswa juga diajak untuk mendiskusikan materi ajar sesuai pencarian siswa melalui teknologi  informasi yang  ada. Siswa bisa diajak mendownload artikel-artikel, video atau bahan ajar lain yang relevan. Biarkan mereka berekspresi dengan bebas sebebas-bebasnya sesuai sudut pandang masing-masing (Out Of The Box). Tugas kita hanyalah mendampingi dan mengarahkan agar inti pokok materi benar-benar tersampaikan, tidak keluar dari topik yang dibahas.

Sehingga  fungsi guru sebagai fasilitator, motivator dan moderator dikelas dapat tercapai. Dan jangan lupa untuk selalu memberi apresiasi positif  baik pada saat pembelajaran maupun akhir pembelajaran. Dengan kebebasan berpikir yang terus menerus dilatih, siswa akan menjadi seorang yang mudah berinovasi tanpa dihantui dengan hal-hal yang membelenggu pikirannya dimasa lalu.

Mari kita berubah untuk selalu berpikiran bebas lepas tiada beban. Agar inovasi  terus tumbuhbersama dengan ide-ide maupun gagasan- gagasan baru kapanpun dimanapun……….

“Ajukan pertanyaan baru, jajaki kemungkinan baru, dan tinjau masalah lama dari sudut baru” (Albert Einstein)

 

Salam Perubahan

 

tutuk jatmiko

http://tutukjat.blogspot.com

 

Comments (11)

  1. Benar sekali Guraru, let’s go green. We have to green our life, including our daily teaching. Dengan langkah tegap, kita hadapi semua tantangan yang terjadi di dunia pendidikan, hehehe begitu kan Guraru? Kita harus berani mengubah mind set; sesuatu yang sudah terbiasa namun tak mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, harus kita tinggalkan. Walau sesuatu itu baru, namun jika benar dan baik, kita harus bisa melakukannya, membiasakan, agar segera terbiasa, dan Insya Allah akan menjadi jati diri. Pak Nurdin, terima kasih sharingnya, dukungannya. Bapak kita perlukan, hehehe maaf. Salam hormat pak, salam perjuangan Guraru.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar