2

Mari Menjadi Guru yang Awet Muda (0)

AfanZulkarnain February 26, 2021

2017. Saya nge-mc acara sarapan sehat bersama sebuah produk mie instant di beberapa sekolah dasar. Di suatu sekolah , setelah event tersebut selesai, saya didatangi oleh seseorang. Wanita berhijab yang wajahnya sangat saya kenal. Bu Umi. Beliau guru agama saya sewaktu SMA. Ternyata beliau mengajar di sekolah tersebut sekarang. Tentu rasa bahagia langsung meluap hebat tatkala bertemu dengan beliau. Satu hal yang saya tidak habis pikir, beliau sepertinya tidak berubah. Awet muda. Padahal terakhir saya bertemu beliau adalah sepuluh tahun silam.

Sebenarnya, bukan hanya saya, tapi semua orang mungkin sering kali mendengar komentar dari teman tentang gurunya yang terlihat awet muda.

Dilansir dari detikhealth, The Gallup-Healthways Well-Being Index melakukan survei skala besar untuk mengetahui hubungan antara profesi dan tingkat kesehatan. Dengan menggunakan definisi sehat dari badan kesehatan dunia (WHO) yaitu keadaan fisik, mental dan sosial yang sehat dan sejahtera, peneliti menemukan bahwa guru adalah profesi yang paling sehat. Lingkungan yang selalu dipenuhi keceriaan dan kegembiraan merupakan faktor yang bisa menghilangkan stres pekerjaan. Jadi tidak heran profesi guru adalah profesi yang paling sehat karena banyak dikelilingi orang-orang penuh ceria dan semangat tinggi.

Setelah saya lakoni profesi ini , saya berpikir ada banyak faktor yang membuat profesi ini menjadi profesi yang menyehatkan dan menyenangkan.

Anda pasti setuju, saat mengajar di kelas, kadang ada saja hal yang mengundang tawa kita. Dari polosnya siswa menjawab soal, hingga tingkah laku mereka yang kerap membuat kita senyam senyum sendiri. Berdasarkan artikel yang saya baca, tertawa ini memicu keluarnya hormon Endorphin alias hormon kebahagiaan. Hormon ini keluar ketika kita merasa rileks, dan efeknya membuat kita merasa tenang.

Selain itu, guru juga harus bergerak dari satu kelas ke kelas yang lain. Atau bisa memungkinkan jika pembelajaran di luar ruangan akan membuat guru semakin bergerak. Bahkan sepasif apapun guru tersebut, pasti setidaknya ia akan bergerak mengelilingi kelas. Nah, berdasarkan artikel yang saya baca, bergerak akan membuat pelakunya menjadi sehat, juga peredaran darah menjadi lancar.

Profesi guru juga membuat pelakunya harus menyeimbangkan fungsi otak kiri dan kanan. Membuat administrasi mengajar secara rutin, membuat penilaian, dan memriksa pekerjaan siswa, atau kegiatan lainnya. Semua dilaksanakannya dengan teratur. Pada saat itu, guru menggunakan fungsi otak kiri. Namun, saat menyelesaikan permasalahan siswa, menghadapi siswa yang perlu diberi perhatian lebih, atau hal lainnya membuat guru menggunakan fungsi otak kanan. Nah kerja sama antara otak kiri dan kanan ini tentu akan memberikan dampak baik bagi perkembangan fungsi kerja otak.

Hal lain , yang menurut saya membuat guru terlihat awet muda adalah kita seringkali berkomuniksi dengan anak-anak yang usianya jauh di bawah kita. Dari proses komunikasi tersebut, kita dapat mengerti apa-apa yang saat ini trend di kalangan anak-anak, hal itu membuat kita tahu perkembangan zaman.

Namun kembali lagi kepada guru itu sendiri. Menurut saya, guru akan awet muda, jika ia energik dan berpikir kebaruan, inovatif, kreatif, dan suka tantangan. Seperti sifat yang dimiliki anak muda. Guru awet muda itu jika ia menjalani profesinya dengan happy,penuh optimis dan penuh senyuman.

Mari menjadi guru yang awet muda.

Comments (2)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar