0

MARI MENGENAL LEBIH DEKAT ILMU-ILMU SOSIAL “ANTROPOLOGI” (0)

Rusmana January 31, 2021

MARI MENGENAL LEBIH DEKAT ILMU-ILMU SOSIAL “ANTROPOLOGI”
Rusmana, Januari 2021
Pada hakikatnya manusia hidup tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri, manusia senantiasa membutuhkan orang lain. Pada akhirnya manusia hidup secara berkelompok-kelompok. Manusia dalam bersekutu atau berkelompok akan membentuk suatu organisasi yang berusaha mengatur dan mengarahkan tercapainya tujuan hidup yang besar. Dimulai dari lingkungan terkecil sampai lingkungan terbesar.
Pada mulanya manusia hidup dalam kelompok keluarga. Selanjutnya mereka membentuk kelompok lebih besar lagi seperti suku, masyarakat dan bangsa. Kemudian manusia hidup bernegara. Manusia membentuk negara sebagai persekutuan hidupnya.
Dalam membentuk kelompok tersebut, secara tidak langsung manusia telah belajar tentang ilmu baik ilmu sosial , budaya maupun kealaman. Perkembangan masyarakat saat ini yang semakin kompleks, menuntut manusia untuk lebih cermat dalam menata kehidupan. Bagi masyarakat yang tidak memahami ilmu maka akan tertinggal jauh dari masyarakat lain yang banyak belajar mengenai ilmu. Karena dapat terlihat pada zaman yang semakin modern seperti sekarang ini, ilmu pengetahuan berkembang layaknya seperti kilat yang terus menyambar. Dari belahan dunia yang satu telah menciptakan temuan baru, belahan dunia yang lain juga menciptakan formula-formula baru yang dapat memudahkan pekerjaan manusia di muka bumi ini.
Ilmu pengetahuan yang semakin maju tersebut akan dapat merubah kondisi bumi ini dari mulai semakin baik bahkan ada juga dampak negatif yang membuat bumi ini semakin buruk. Hal itu tentu saja merupakan pengaruh dari ulah manusia yang salah dalam membuat penemuan-penemuan baru, karena yang dipikirkan dalam membuat penemuan baru tersebut hanya untuk kepentingan pribadi tanpa memikirkan dampak yang akan dirasakan ketika penemuan itu telah digunakan.
Didalam makalah ini akan diterangkan mengenai esensi dan konsep dasar ilmu-ilmu sosial, Bidang-bidang Ilmu Sosial. Ilmu-ilmu sosial berhubungan dengan Ilmu Pengetahuan Sosial karena ilmu-ilmu sosial merupakan pengembangan dari IPS. Melalui ilmu-ilmu sosial lainnya kita tidak hanya mengetahui cara bersosialisasi di dalam masyarakat tetapi kita juga dapat mengetahui ilmu-ilmu sosial lainnya, seperti sejarah, Geografi, Antropologi, Sosiologi, Psikologi serta ilmu sosial lainnya. Namun, pada artikel kali ini yang akan kita bahas mengenai ilmu Antropologi.
Antropologi
Antropologi adalah ilmu tentang manusia. Antropologi adalah ilmu tentang manusia, masa lalu dan kini, yang menggambarkan manusia melalui pengetahuan ilmu sosial dan ilmu hayati (alam), dan juga humaniora. Antropologi berasal dari kata Yunani άνθρωπος (baca: anthropos) yang berarti “manusia” atau “orang”, dan logos yang berarti “wacana” (dalam pengertian “bernalar”, “berakal”) atau secara etimologis antropologi berarti ilmu yang memelajari manusia. Menurut Koentjaraningrat Antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan.  Antropologi dibangun berdasarkan pengetahuan dari ilmu alam, termasuk penemuan tentang asal usul dan evolusi Homo sapiens, ciri-ciri fisik manusia, perilaku manusia, variasi di antara berbagai kelompok manusia.  Serta dari ilmu-ilmu sosial, antropologi memelajari organisasi hubungan manusia sosial dan budaya, sistem keturunan dan hubungan kekerabatan, spiritualitas dan religi, lembaga, konflik sosial, dan lain-lain. Antropologi awal berasal dari Yunani klasik dan Persia yang memelajari dan mencoba untuk memahami keragaman budaya yang dapat diamati. Pada saat ini, antropologi (akhir abad ke-20) telah menjadi sentral dalam pengembangan beberapa bidang interdisipliner baru seperti ilmu kognitif, studi globalisasi, genetik, dan berbagai penelitian etnis.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar