8

Mantra Ajaib: Semangat Pagi! (+4)

Rosiana Febriyanti May 25, 2015

ROSI

Selama 24 hari saya bergabung dengan Guraru, saya mendapat ilmu dari teman-teman. Meskipun masing-masing guru mengalami berbagai kendala untuk menulis, saya melihat semangat teman-teman yang luar biasa membagi pengalaman mengajarnya, tak terkecuali para jawara-jawara gurarues yang sudah menyabet berbagai penghargaan, prestasi, dan piala. Alhasil, saya yang terkategori pemula, awalnya sebagai pengamat, terlatih untuk menulis dengan mempergunakan wadah ini. Sampai bagaimana cara menambahkan link pada tulisan, saya dapatkan dari teman-teman. Tak ada istilah saingan atau rival, semua di sini saling ikhlas berbagi. Saya tidak melihat adanya kesombongan, yang tampak adalah yang lebih tahu memberi tahu kepada yang belum tahu. Semoga tetap demikian.

Ingin sekali saya membaca seluruh tulisan di sini, sayangnya tidak bisa karena terkendala sinyal. Laptop saya sering mati sendiri dan baru sekarang saya bisa menulis kembali. Seharian ini saya dipusingkan karena tak bisa masuk (log in) www.guraru.org , lalu saya pasrah, karena hanya facebook yang bisa terbuka, itu pun tak tampak gambarnya. Kemudian, saya coba masuk dari email, facebook, twitter juga tidak bisa. Akhirnya, beberapa menit kemudian, baru bisa masuk setelah saya melakukan register ulang. Alhamdulillah, bisa!

Teman-teman, saya yakin tidak ada yang tidak bisa kalau kita mau berusaha. Misalnya, tadi pagi saya sempat datang ke sekolah untuk piket, setelah itu saya terpaksa pulang karena merasa pusing akibat masuk angin. Tentunya saya pulang setelah berkoordinasi dengan pihak sekolah, kebetulan saya tak ada jam mengajar pada pagi hari. Setelah itu saya minta dikerik khodimat saya dan minum obat, setelah itu saya tertidur. Saat saya terbangun, ternyata suami saya sudah menyiapkan sebungkus nasi untuk saya. Sehabis makan, saya terkejut, karena sudah pukul 13.25 WIB. Karena merasa sudah baikan, saya langsung berangkat mengajar. Walaupun sudah tidak pagi lagi, aku tetap harus menularkan semangat pagi kepada mereka. Semangat yang terus membakar di hati mereka.

Saya katakan kepada santri saya, kalau saya tidak bisa bangun baru saya tidak mengajar. Namun, selagi saya masih kuat, saya akan mengajar. Ini yang saya katakan sebagai motivasi mereka.

“Jika kamu merasa nasib sedang mempermainkanmu,
Mungkin Allah sedang mengajak kita becanda
Mungkin Allah sedang melukis pelangi di kehidupan kita
Semua itu agar kita menjadi lebih sabar
Jika tertutup satu pintu, masih ada pintu-pintu lain
yang menanti untuk kita buka
dan untuk membukanya
kita perlu mengetuknya dengan doa dan ikhtiar
Sudahkah kita berdoa dengan tulus
atau selama ini kita berdoa untuk menggugurkan kewajiban?
Sudahkah kita mengoptimalkan ikhtiar kita
atau selama ini kita lebih banyak melamun sambil menghitung hari?
Semoga Allah mengabulkan doamu, mengganti perihmu dengan kebahagiaan
Selamat berjuang, mujahid-mujahidahku.”

Mereka tampak bersemangat dan berteriak, “Mujahid SBM-PTN, Allahu Akbar!”
Itulah yang berkesan dari pengalaman saya hari ini. Entahlah, mungkin mereka merasakan semangat yang sama dengan saya. Walaupun impian mereka diterima SNM-PTN sudah kandas, mereka masih punya harapan pada ujian SBM-PTN nanti.

 

Comments (8)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar