4

Manfaatkan 5 Perkara Sebelum Datang 5 Perkara (0)

Zubaili October 31, 2020

Masa atau waktu adalah hal yang sangat penting. Bahkan di dalam Al-Qur’an Allah banyak bersumpah dengan menggunakan waktu. Antara lain, seperti dalam surah ‘Asr dan surah Ad-dhuha.

Rasulullah SAW bersabda:

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَفِرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

Manfaatkan lah lima perkara sebelum lima perkara, masa mudamu sebelum datang masa tuamu, sehatmu sebelum datang sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa fakirmu, waktu luangmu sebelum datang kesibukanmu, hidupmu saya sebelum datang matimu (meninggal dunia)”

Manfaatkanlah lima perkara sebelum kamu kedatangan lima perkara (demi untuk meraih keselamatan dunia akhirat):

Pertama, manfaatkanlah masa mudamu sebelum datang masa tua mu.

Masa muda adalah masa yang sabgat tepat untuk memperhambakan diri kepada Allah, masa penuh semangat dan kuat untuk berubudiah kepada Allah. Masa dimana kita beribadah dengan nyaman dan sempurna. Berbeda disaat kita sudah tua, terkadang ada ibadah yang biasanya sanggup kita kerjakan secara sempurna pada usia muda, tak mampu kita lakukan lagi di masa tua renta.

Rasulullah Saw bersabda,

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِى ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ … وَشَابٌّ نَشَأَ فِى عِبَادَةِ رَبِّهِ

“Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan (Arsy-Nya) pada hari yang tidak ada naungan (sama sekali) kecuali naungan-Nya: …Dan seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah …”

Kedua, manfaatkanlah sehatmu sebelum datang sakitmu.

Kesehatan yang Allah berikan mari kita pergunakan untuk hal-hal yang diridhoi Allah SWT. Sebelum sakit gunakan waktu untuk mencari ilmu pengetahuan dan beramal sesuai dengan ilmu.

Ketiga, manfaatkanlah masa kayamu (kekayaanmu) sebelum datang fakirmu.

Sebagai seorang yang hartawan, tentu kesempatan mendapatkan pahala jauh lebih besar dibandingkan dengan yang miskin. Gunakan harta yang ada untuk bekal kita kelak. Dengan cara memperbanyak bersedekaah, membantu fakir miskin dan anak yatim, membantu pembangunan mesjid, dan lain sebagainya.

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), \”Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.\” (Q.S. Al-Munafiqun: 10).

Baca: https://berbagiaksara.blogspot.com/2018/12/lima-amalan-pembawa-kebahagiaan-dunia.html

Keempat, manfaatkanlah waktu luangmu sebelum datang kesibukanmu (disibukkan dengan berbagai urusan).

Waktu luang yang ada hari ini jangan kita sia-siakan. Selagi mamou kita kerjakan, kerjakanlah jangan menunggu esok. Rasulullah Saw bersabda,

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Ada dua nikmat yang banyak manusia tidak bisa memanfaatkan dengan baik, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” (H.R. Bukhari, dari Ibnu Abbas)

Kelima, manfaatkanlah masa hidupmu (kehidupanmu) sebelum kamu meninggal dunia. Setiap makhluk yang bernyawa akan merasakan yang namanya kematian. Cepat atau lambat. Di saat tiba giliran kita meninggal dunia, sedetikpun tak akan bergeser.

وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا ۚ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Dan Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Munafiqun:11).

Kelak, disaat sudah berada di alam kubur, cukup banyak manusia yang menyesal karena menyia-nyiakan waktunya di dunia. Mereka meminta untuk dikembalikan ke dunia yang fana ini, walau hanya sedetik saja. Tak lain, bukan untuk bertemu istri, suami, anak, ibu, kawan, guru, dan sebagainya. Tetapi hanya semata mata untuk berubudiah kepada Allah.

Semoga menjadi bahan renungan kita semua.

Baca Juga: https://guraru.org/guru-berbagi/rita-junita-kawan-sharingku-yang-peniru/

Comments (4)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar