6

Making Mathematics Learning Excited: New Hope, New Spirit with Edmodo (+4)

Yani Pieter Pitoy May 19, 2015

Ohhh My God!!!!

Sebuah ungkapan pendek ketika saya menjajaki ‘ketertarikan’ siswa-siswa saya untuk belajar matematika dengan menggunakan halaman Facebook Loving Mathematics. Sebuah jawaban yang tidak mengejutkan bagi saya, karena fakta-fakta tentang ungkapan-ungkapan sejenis sudah banyak saya alami. Sebuah pergumulan (dan keprihatinan) dari banyak guru-guru matematika, termasuk saya. Sebuah ungkapan yang sudah lebih dari cukup menunjukkan perasaan, semangat, ketertarikan dan banyak hal lain dalam belajar matematika.

Januari 2012

Awal semester genap di sekolah kami. Banyak orang berharap bahwa tahun baru  harus menjadi tahun untuk semangat dan harapan baru. Saya membuka kembali kliping materi Mathematics Mobile Learning, hasil pendidikan dan pelatihan bulan November 2011 di PPPPTK Matematika Yogyakarta.

Edmodo, sebuah social media yang didesain khusus untuk pembelajaran. Saya memutuskan mengeksplorasinya untuk kegiatan pembelajaran. Seiring dengan eksplorasi yang saya lakukan, sosialisasi kepada siswa langsung saya lakukan. Mengelola 12 rombongan belajar dengan mata pelajaran Matematika dan

Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI) tentulah bukan pekerjaan yang mudah. Satu minggu setelah s
osialisasi pertama, saya tertegun. Siswa yang Sign up sebagai Student hampir 100 orang, padahal mereka mendaftar secara  mandiri. Sebuah dorongan dan harapan baru membuat saya kadang sulit tidur. Selama ini dampak negatif teknologi dan informasi telah membuat banyak orang tua termasuk guru was-was jika anak-anaknya online.

Edmodo: A “Facebook For Schools”

“Edmodo provides a safe and easy way for your class to connect and collaborate, share content, and access homework, grades and school notices. Our goal is to help educators harness the power of social media to customize the classroom for each and every learner.

Edmodo promotes anytime, anyplace learning. Functionally, it allows teachers to post messages, discuss classroom topics, assign and grade classwork, share content and materials, and network and exchange ideas with their peers – but in reality, it is so much more. Take a peek at some of the unique ways teachers are using Edmodo to make their classroom a community.”(http://about.edmodo.com/)

Sebagai social-media yang bergerak di bidang pendidikan, Edmodo berhasil mencuri perhatian banyak orang, termasuk media-media berskala internasional. Beberapa penghargaan turut disabet oleh Edmodo. Dikembangkan sejak akhir 2008, Edmodo telah memiliki lebih dari 6.100.000 guru dan siswa yang yang terkoneksi.

Exploring Assessment Tools: Great….!!!

Menjadi guru matematika di SMA dan SMK selama lebih dari 10 tahun rasanya cukup bagi saya untuk memahami bahwa kemampuan anak-anak SMK berbeda signifikan dengan anak-anak SMA. Kemampuan matematika anak-anak SMK rata-rata agak memprihatinkan. Saya suka menyelipkan materi-materi dasar aljabar pada saat menyampaikan materi pelajaran. Soal-soal semacam mencari nilai dari 0 – 1 apalagi sejenis mencari – 2 – 7 adalah masalah yang serius bagi mereka. Akhirnya, pucuk dicinta ulam tiba. Perlahan saya mengenalkan fasilitas Quiz kepada siswa-siswa saya. Soal-soalnya dibuat dengan sederhana. Kuis Aljabar (1), akhirnya diluncurkan. Berdurasi 5 menit dengan 10 soal aljabar sederhana. Saya cukup puas dengan 16 orang yang Turned In. Fasilitas due date bagi saya sangat menarik untuk melatih disiplin siswa dalam menyelesaikan tugas.
Sejujurnya
pencapaian siswa waktu itu tidak menjadi perhatian utama saya, walaupun hasilnya ‘mengecewakan’. Pada Question breakdownnya, banyak persentase merahnya. Berarti ada siswa yang menjawab salah, walaupun soalnya mudah sekali. Saya lebih suka mengamati antusiasme mereka  yang mulai tumbuh. Saya terus mengeksplorasi Assesment Tools yang belakangan saya tahu menjadi salah satu pemenang pada 2011 Distinguished Achievement Award.

Kuis demi kuis saya rancang sedemikain rupa, karena pilihannya dapat dibuat dalam Multiple Choice, True False, Short Answer ataupun Fill in the blank.

Aktifitas siswa di Edmodopun semakin signifikan. Pertumbuhannya semakin meyakinkan, walaupun mereka sering lupa batas waktu yang diberikan.

Interaksi semakin terbangun. Terutama kalau ada soal yang salah, mereka suka mengingatkan saya. Yang lebih membanggakan, sebagian dari mereka ‘ikut-ikutan’ berbahasa Inggris, karena saya sering memberikan instruksi dalam bahasa Inggris.

Penasaran dengan pencapaian ini saya kemudian menggunakan fasilitas Poll untuk mengetahui bagaimana ketertarikan mereka untuk  menggunakan Edmodo sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran. “Apakah Anda tertarik menggunakan Edmodo sebagai media belajar?Ups, rasanya saya ingin bersorak. 61,03% menyatakan sangat tertarik, 36,24% menyatakan tertarik. Tentunya tidak ada salahnya kalau 0,74% siswa yang tidak tertarik diabaikan. Artinya bahwa Edmodo bagi siswa adalah sesuatu yang menarik. Apalagi interfacenya yang mirip Facebook. “Most of them already have a Facebook, so they’re familiar with using it.” Demikian ungkapan Robert Paugh, seorang spesialist teknologi pembelajaran di sebuah sekolah di Amerika Serikat.

Untuk lebih mengukur ketertarikan mereka menggunakan Edmodo, saya memberikan Assignment khusus kepada mereka. Waw….. hasilnya lebih meyakinkan lagi.

Fasilitas gradebook dari masing- masing kelas benar-benar memudahkan saya dalam mengevaluasi pencapaian dari masing-masing kelas maupun pencapaian individu. Apalagi setiap Quiz yang dibuat dapat dioverview untuk melihat pencapaian siswa dalam setiap soal.


Communities & Connections: Togetherness for Education

Saya mengeksplorasi bagian lain dari Edmodo. Sebuah ‘keajaiban’ lain. Akhirnya saya bisa membangun koneksi dengan guru-
guru dari seluruh penjuru dunia. Komunitas yang difasilitasi Edmodo adalah komunitas untuk belajar dan sharing pengetahuan. Menariknya, file/website sharing yang ditemui bisa langsung dimasukkan di Library sebagai ‘koleksi’ pribadi, yang nantinya bisa dishare kepada siswa-siswa saya. Tim Pengembang Edmodo adalah salah satu sasaran saya membangun koneksi. Karena mereka juga membuka komunikasi dengan para guru atau siswa tentang bagaimana mereka harus mengembangkan Edmodo dari waktu ke waktu. Berbagai pengetahuan dan wawasan baru saya  dapatkan. Satu catatan kecil saya adalah betapa tertinggalnya kita dengan mereka. Betapa banyak yang musti kita kejar. Tetapi mereka juga punya masalah seperti yang guru-guru di Indonesia hadapi. Disinilah kami saling berbagi masalah dan solusi.

Saya memenuhi Library saya dengan banyak materi maupun tautan yang sangat bermanfaat dalam mengembangkan pembelajaran. Hari-hari dengan Edmodo tidak lagi sekedar membuat Quiz atau Assignment. Membangun komunikasi dengan guru-guru sejagat, sharing pengalaman, sharing material, menjadi aktifitas tambahan yang menarik. Disatu sisi, memacu saya untuk terus belajar bahasa Inggris, karena itulah bahasa pengantar utama ketika kita membangun komunikasi dengan mereka.

Finnally: New Hope, New Spirit

Suatu sore saat memberi pengayaan kepada sebuah kelas, tiba-tiba ada beberapa siswa yang bertanya. Pertanyaan yang jarang muncul kepada guru matematika.

Mner, ada quiz?”.

Perasaan saya bercampur aduk. Antara bangga dan perasaan menyesal. Kesibukan saya membuat saya tidak bisa konsisten untuk menyediakan 2 quiz tiap minggu. Padahal quiz menjadi sesuatu yang dinanti-nantikan oleh mereka. Karena saya menggunakan perangkat LCD dalam kelas, maka saya biasanya memperlihatkan gradebook mereka di kelas. Saya bisa melihat tatapan-tatapan mata yang dipenuhi kebanggaan saat mereka bisa melihat hasil kerja mereka terpampang di depan kelas.

Sebuah kejutan datang dari seorang siswa yang terkenal ‘malas’ di sekolah kami. Bukan apa-apa, dia malah pernah kedapatan tidur di sekolah. Saya memeriksa gradebooknya dan mendapati keaktifannya dalam Edmodo. Keaktifan yang nyaris sempurna dengan pencapaian nilai 76 dari 80.

Akhirnya, datanglah empat komentar berikut yang menarik perhatian saya.

  • yach mmng msti bax bljr lech kmng nie dia ech.. 🙁
  • masih butuh belajar lagi nie <<<
  • ohh my God…. banyak salahnya…. :'(. jadi makin penasaran…. pengen nyoba terus..
  • permulaan yang buruk……..

Benar, tidak semua bernada gembira. Tapi bukankah ada semangat di hati mereka untuk kembali belajar dan belajar. Sebuah semangat yang mungkin selama ini tidak ada di hati mereka ketika mereka belajar matematika.

New hope, new spirit. Rasanya dua hal ini yang mampu mengobati semua perjuangan saya untuk mengenalkan Edmodo kepada mereka. Benar, saya harus mengorbankan sekitar 10 menit untuk prepare dan setting peralatan pada saat  masuk kelas. Repotnya mencari sumber listrik sampai harus menarik kabel 25 meter menjadi tidak berarti ketika melihat harapan dan semangat yang semakin tumbuh di hati mereka. Belum lagi ‘dicibirin’ oleh guru-guru yang lain karena dianggap ‘merepotkan diri sendiri’ atau ‘kenapa harus repot-repot seperti ini?’.

Yup, kadang hal-hal itu menusuk perasaan. Tapi saya belajar untuk mengabaikan hal-hal seperti itu. Saya lebih ingin fokus untuk membuat pembelajaran yang saya lakukan menjadi semakin menarik.

Anak-anak didik saya, generasi masa depan yang menjadi tanggung jawab saya. Mereka juga sementara bermetamorfosa menjadi generasi pembelajar yang tangguh. Saya melihat pengorbanan mereka memanage waktu mereka. Beberapa daerah di sekitar sekolah kami malah belum terjangkau signal provider handphone. Mereka harus menyisihkan waktu keluar kampung untuk sekedar mencari warnet. Belum lagi mereka harus menyisihkan uang jajan mereka untuk membayar sewa warnet. Kami sama-sama berjuang, apalagi tantangannya bahwa saya sebagai guru harus selalu ‘lebih dulu tahu’ dari mereka.

13

Semua perjuangan di atasadalah benih yang disemaikan. Beberapa diantaranya mulai tumbuh dengan subur. Memiliki 394 Students, 16 Teacher Connections, 38 Library Items, 18 Sharing Score dan 12 Communities serta 5 Teacher Badges tentulah baru pencapaian kecil dari mimpi besar untuk menjadikan Edmodo tidak sekedar virtual class, tetapi sebagai brand dari digital learning.

Memiliki 1082 Quizzes Submitted, 175 Turned-In Assignment adalah bukti kecil, betapa benih perjuangan yang terus disemai semakin menunjukkan pertumbuhannya.

Apakah Edmodo bisa menjadi salah satu jalan untuk membuat belajar matematika menjadi menyenangkan. Tentunya kita butuh lebih banyak data dan penelitian.

“Nyala harapan jangan pernah hilang dari hidup kita…….”

Mari terus berharap, untuk masa depan pembelajaran matematika yang terbaik.

  ***


Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10

Comments (6)

  1. Waduh Pak Iwan…… kayaknya Pak Iwan ngasih inspirasi buat saya banyak deh….. Sebetulnya memang saya hobi menulis artikel, tapi kesibukan saya emang segudang di sekolah, sehingga waktu menulis seperti ini terabaikan….. Waktu lihat prestasi2 Pak Iwan, saya jadi tertantang buat update informasi dan blog saya…… Makasih yah buat inspirasinya……

  2. Sama-sama Pak Yani….Ayo kita menulis….dengan selalu menulis kita jadi banyak teman dan saudara…kata orang bijak : Menulislah setiap hari…tunggu apa yang akan terjadi !
    Salam buat keluarga dan rekan guru di daerah luar Jawa !

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar