0

Majalah Anak-Anak era 90-an. Masih Adakah? (0)

AfanZulkarnain February 25, 2021

Adakah Bapak Ibu yang besar di era 90-an. Kala itu bermunculan banyak media cetak dengan berbagai tipe, dari koran hingga majalah. Setiap media memiliki pangsa pasar sendiri. Ada yang diperuntukkan kepada pecinta politik, ada yang diperuntukkan kepada pegiat lingkungan, ada yang ditujukan untuk kaum hawa, hingga anak-anak pun memiliki medianya sendiri. Di artikel ini, saya akan mengajak anda untuk mengenang media cetak yang telah mengisi masa kanak-kanak kita.

KUNCUP

Majalah ini selalu ada di perpustakaan sekolah saya. Setiap pelajaran bahasa Indonesia, kami selalu diminta mencari refrensi dari majalah ini. Pernah kami diminta menceritakan kembali cerpen yang kami baca di majalah ini. Halamannya cukup tipis. Tapi isinya beragam. Sangat bernafaskan pendidikan. Dari pengetahuan umum hingga cerpen yang sarat hikmah. Sangat aman dikonsumsi anak. Bahasanya juga mudah dimengerti. Satu cerpen yang pernah saya baca dan saya ingat sampai sekarang adalah gerombolan anak yang menjadi ninja untuk membuat jera tukang tambal ban yang kerap menyebar paku di jalanan.

Hoplaa

Tabloid ini adalah surganya pecinta manga dan anime. Berbagai manga dan anime diulas di sini. Dari Sailor Moon, Samurai X, sampai Kungfu Boy. Harganya cuma 1000 perak, dan itu akan memuaskan dahaga para pecinta kartun. Beberapa karakter yang terkenal di tabloid ini adalah Dulken (gundul tapi beken), Ohop dan lala yang menjadi ikon tabloid ini. Yang menarik, tabloid Hoplaa memberi wadah para komikus Indonesia untuk berkarya. Banyak karya-karya anak Indonesia yang dimuat di sini. Semuanya bagus. Ada juga rubrik cara menggambar manga. Sumpah, rubrik itu guna banget. Sampai sekarang pun kalau menggambar , saya mengikuti tata cara dari tabloid hoplaa yang pernah saya baca.
Saya membeli tabloid ini kali pertama tahun 1999, saat itu sampulnya adalah Ranma 1/2.

Halaman kedua tabloid itu selalu ada sayembara mengemukakan pendapat. Waktu itu temanya adalah “jika Saint Tail itu nyata, barang apa yang ingin ia Carikan untukmu?”. Saint Tail adalah tokoh komik Jepang. Tokoh ini mencuri barang-barang yang telah dicuri untuk dikembalikan ke pemilik aslinya.

Berbekal kartu pos dan perangko , saya ikut sayembara itu. Zaman kartu pos masih populer. Alhamdulillah, opini saya dimuat. Hadiah dari sayembara ini adalah kaos. Tapi yang membuat bangga adalah saat guru SD saya mengumumkannya di depan kelas. Saya diminta membacakan opini saya tersebut, bahkan ditempel di mading sekolah. Hehehe bagi anak SD, hal itu sangat membanggakan.

Saya dimotivasi untuk mengirimkan karya-karya lainnya. Kalau dimuat, hitung-hitung bisa membuat semua orang mengenal sekolah saya, SD Lateng 2. SD Lateng 2 sekarang sudah tidak ada. Dimerger sama SD Lateng 1 dan Lateng 4, menjadi SD 1 Lateng.

Fantasi

Anak 90-an selalu meng-update resensi-resensi film-film kartun macam Saint Saiya, Ksatria Baja Hitam, sampai Candy-Candy dari Tabloid ini. Seiring berjalannya waktu Tabloid ini bermetamorfosis menjadi Tabloid game, sampai menjadi majalah remaja “Teen”. Era telenovela Amigos dan Boyband Westlife menjadi awal perubahan drastis itu. Dulu terbit tiap selasa. Ada yang jadi pelanggan setianya?

Donal Bebek

Tokoh utama yang selalu ditimpa kesialan. Donal Bebek. Harganya paling mahal di antara majalah-majalah lainnya. Siapa yang tidak ingat tentang si kembar kwik, kwek dan kwak? atau pelitnya Paman Gober? Si penemu Lang Ling Lung? cantiknya Desi Bebek? Jahatnya Mimi Hitam? atau gerombolan si berat yang selalu berakhir di penjara? hehehe ini ada versi buku sakunya,lho. Berbeda dengan majalan lainnya, Donal Bebebk mjurni menyuguhkan hiburan. Namun ada rubrik dimana pembaca dapat berkirim surat dan mengirimkan karya. Beberapa edisi malah memberikan bonus yang menarik.

Sayangnya majalah ini sudah tidak diterbitkan lagi. Tapi kenangan bersama majalah ini tak akan terganti.

Bobo

Inilah raja majalah kanak-kanak. Menurut saya, majalah ini paket lengkap. Hiburan ada, pengtahuan pun lengkap. Mungkin, Bobo adalah satu-satunya media cetak anak yang masih bertahan hingga sekarang. Pembacanya telah lintas generasi. Dari era 70-an. Bahkan orang tua saya adalah pembaca setia Bobo ketika masih kecil, lalu kegemaran membaca majalh ini diwariskan kepada saya.

Tokoh-tokoh dalam majalan ini begitu fenomenal, seperti Bobo, Coreng, Upik, Emak, Bapak, Oki, Nirmala, Asta, Paman Kikuk, Husin, Bona, Rong-Rong, dan lain-lain. Jangan lupa keseruan Uji Imajinasi, Sayembara Bobo, Tak Disangka , Cerpen, dan Dongegnya. Ada juga rubrik “Apa Kabar,Bo?” yang jadi sarana berburu sahabat pena.

Kalau inget majalah ini, saya jadi ingat jargon majalah ini. Ada lagunya. Populer sekali saat saya masih kecil.

“Bobo teman bermain dan belajar”


Beberapa media cetak anak era 90-an di atas telah mewarnai masa kanak-kanak saya. Kehadiran mereka selalu ditunggu setiap pekan. Bahkan demi mendapatkannya, saya harus menyisihkan uang saku saya. Kalau dipikir-pikir, media cetak tersebut telah menumbuhkan rasa cinta saya kepada dunia literasi. Membaca, menulis, bercerita, dan lain-lain , semua saya peroleh dari membaca media-media itu.

Anak-anak zaman sekarang perlu ditumbuhkan semangat literasi dengan menghadirkan media-media yang cocok untuk usia mereka.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar